Wamendagri Bima : MBG Bangun Kesehatan Anak dan Ekosistem Ekonomi Baru

Selasa, 21 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Surakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan, Dinas Kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penanganan tuberkulosis (TBC), stunting, hingga pengendalian tembakau (tobacco control). Ia menilai kesehatan menjadi salah satu aspek yang berkontribusi dalam menjadikan Indonesia sebagai negara maju di masa mendatang.

“Negara maju in 20 years time. Dan tidak mungkin mencapai itu apabila banyak PR terkait dengan faktor manusia [termasuk kesehatan] tidak selesai,” katanya pada acara Pelatihan dan Lokakarya (Pentaloka) Nasional Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) di Hotel Lorin Dwangsa Solo, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (21/10/2025).

Guna meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, Bima mengajak semua Kepala Dinas Kesehatan untuk bersama-sama mengawal program MBG. Ia meyakini MBG dapat membawa dampak positif bagi kesehatan anak-anak serta membangun ekosistem ekonomi baru di masyarakat.

“Jadi ke depan kita perbaiki sama-sama. Intinya makan bergizi ini bukan saja harus berdampak secara kesehatan untuk anak-anak ya, tetapi juga ada ekosistem yang dibangun untuk menyehatkan warga,” ujarnya.

Terkait TBC, Bima menyebut Indonesia masih menempati urutan tertinggi. Namun, pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya agar kasus ini dapat segera teratasi. Misalnya, membangun kolaborasi dengan pemangku kepentingan di bidang kesehatan, melakukan tracing, hingga screening kesehatan untuk melihat potensi penularan.

“Sudah ada protapnya (prosedur tetap), intervensinya seperti apa, baik yang positif atau negatif, screening. Saya hanya menggarisbawahi sekali lagi bahwa tolong para kepala daerah diingatkan betul,” tegasnya.

Selain MBG dan TBC, Bima juga menyoroti penanganan stunting yang membutuhkan perhatian lebih, terutama mengenai data di masyarakat. Ia melihat masih banyak metode survei yang perlu diperbaiki. Untuk itu, ke depan ia berharap petugas kesehatan dapat turun langsung, sehingga persoalan data bisa diselesaikan dengan baik.

“Nah stunting ini memang persoalan utamanya adalah data tadi. Karena kadang metode surveinya tidak pas, hanya mengandalkan laporan dari teman-teman di wilayah, lurah, camat berdasarkan survei fisik,” tegasnya.

Guna menyelesaikan persoalan tersebut, Bima mendorong kepala daerah dan jajarannya berkolaborasi dengan swasta dan perguruan tinggi. Ia mengatakan, Corporate Social Responsibility (CSR) dapat dimanfaatkan untuk menangani masalah tersebut. Dirinya percaya, kolaborasi yang dibangun mampu memberikan intervensi, sehingga pertumbuhan angka stunting dapat ditekan.

“Saya kira kampus-kampus bisa berkolaborasi untuk data, [kemudian] forum CSR bisa berkolaborasi juga untuk intervensi yang dilakukan untuk stunting ini,” imbuhnya.

Terkait pengendalian tembakau, Bima meminta kepada daerah untuk berkomitmen menjaga generasi muda dari ancaman rokok yang dapat merusak kesehatan.

“Tolong kuatkan iman Bapak-Ibu semua tidak digoda oleh sponsor-sponsor yang akan merusak generasi muda kita dengan ancaman tobacco,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, hadir dalam forum tersebut Ketua Umum Adinkes M. Subuh, Director for Tobacco Control Asia Pacific Vital Strategies Singapore Digital Vital Strategic Asia Pacific Tara Singh Bam, Kepala Dinas Kesehatan seluruh Indonesia, serta pejabat terkait lainnya.(nr)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Lebih dari 1.500 Rumah Ibadah Terdampak Bencana Telah Difungsikan Kembali
Wamendagri Bima Arya Nilai WFH ASN di Bogor Dorong Efisiensi Anggaran
Satgas PRR Proses Usulan Tambahan Huntara dan Data Baru Penerima DTH
Wamendagri Wiyagus Apresiasi Pelaksanaan Pola Kerja Fleksibel ASN di Lampung
Penerapan WFH ASN Dinilai Efektif Tekan Pengeluaran Energi dan Anggaran
Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Tinjau Perumahan Subsidi di Tomohon
Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Pahami Arahan Teknis Kementerian PU Secara Menyeluruh
Mendagri Tito Karnavian Pastikan Program Perumahan untuk Korban Banjir di Sitaro Berjalan

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 13:34 WIB

Lebih dari 1.500 Rumah Ibadah Terdampak Bencana Telah Difungsikan Kembali

Sabtu, 11 April 2026 - 12:43 WIB

Wamendagri Bima Arya Nilai WFH ASN di Bogor Dorong Efisiensi Anggaran

Sabtu, 11 April 2026 - 08:21 WIB

Satgas PRR Proses Usulan Tambahan Huntara dan Data Baru Penerima DTH

Jumat, 10 April 2026 - 17:51 WIB

Wamendagri Wiyagus Apresiasi Pelaksanaan Pola Kerja Fleksibel ASN di Lampung

Jumat, 10 April 2026 - 17:41 WIB

Penerapan WFH ASN Dinilai Efektif Tekan Pengeluaran Energi dan Anggaran

Berita Terbaru


Wakil Presiden JD Vance menyampaikan pidato di Islamabad, Pakistan. (Tangkapan layar Youtube-The White House)

Internasional

Kebuntuan Diplomasi Iran-AS Soroti Kompleksitas Konflik Timur Tengah

Senin, 13 Apr 2026 - 11:17 WIB