JOGJAOKE.COM, Gunungkidul – Universitas Widya Mataram bersama Akprind Indonesia aktif menggelar pelatihan pengolahan singkong di Karangwuni, Gunungkidul.
“Potensi panen tinggi belum diiringi pascapanen optimal,” ujar Eman Darmawan menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah petani melalui diversifikasi produk berbasis singkong.
Eman menegaskan, “Langkah awal perbaikan distribusi pemasaran singkong sangat penting.”

Ia menambahkan bahwa proses panen hingga ke pasar harus dipersingkat agar mutu singkong tetap terjaga dan harga jual meningkat secara berkelanjutan.
“Pengolahan gaplek kini menggunakan cabinet drier,” kata Eman.
Teknologi ini memungkinkan proses pengeringan lebih cepat, panas terukur, dan aman dari cemaran mikrobia.
“Petani mendapat hasil berkualitas meski cuaca tak menentu,” lanjutnya optimistis.

Eman menutup pelatihan dengan pemaparan keunggulan tepung mocaf.
“Tepung bebas gluten, tekstur halus, dan dapat menggantikan terigu,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya keterampilan panen, fermentasi, hingga penggilingan demi menghasilkan mocaf bermutu tinggi.(*)






