UMY Raih Juara II Kontes Kapal Indonesia 2026 dengan Prototipe Kapal Listrik Kendali Jarak Jauh

Senin, 21 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tim ERC yang berhasil meraih juara 2 dalam Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 di Bengkalis, Riau

tim ERC yang berhasil meraih juara 2 dalam Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 di Bengkalis, Riau

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Tim Electric Remote Control (ERC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil meraih Juara II dalam Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026. Prestasi tersebut diraih melalui inovasi prototipe kapal penjaga pantai bertenaga listrik yang dikendalikan dari jarak jauh.

Dalam daftar resmi pemenang, Tim ERC UMY bernama MR Cuba. Tim tersebut berkompetisi dalam divisi prototipe ERC bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Rangkaian KKI 2026 berlangsung pada 13–17 September 2026 di Politeknik Negeri Bengkalis, Riau. Kompetisi yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut diikuti 129 tim dari 52 perguruan tinggi.

Tim ERC UMY mengembangkan prototipe kapal penjaga pantai bertenaga listrik dengan sistem kendali jarak jauh. Kapal tersebut menggunakan desain lambung _modified U-hull_, sistem propulsi elektrik dengan motor arus searah tanpa sikat atau _brushless DC motor_, serta perangkat kendali jarak jauh untuk mendukung kemampuan manuver dan efisiensi energi.

Dosen pembimbing Tim ERC UMY, Dr. Muhamad Yusvin Mustar, S.T., M.Eng., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang pengembangan teknologi yang dilakukan mahasiswa sejak tahap perancangan hingga kompetisi.

“Pembinaan dimulai sejak April 2026. Mahasiswa tidak hanya membuat kapal, tetapi juga menjalani seluruh proses rekayasa, mulai dari penyusunan konsep, perancangan sistem, pembuatan prototipe, pengujian, evaluasi, hingga simulasi misi kompetisi,” ujar Yusvin saat dihubungi secara daring pada Senin (21/9).

Menurut Yusvin, kekuatan utama kapal ERC UMY terletak pada integrasi berbagai bidang teknologi. Sistem mekanik, elektronika, instrumentasi, dan kendali dirancang sebagai satu kesatuan agar kapal dapat menjalankan misi secara optimal.

_Lima Bulan Riset untuk Mengoptimalkan Kapal_

Salah satu anggota Tim ERC UMY, Salwa Salsabila Salma, mahasiswa Program Studi Agribisnis, mengungkapkan bahwa keberhasilan tim tidak terlepas dari riset selama lima bulan untuk menemukan konfigurasi kapal yang paling sesuai.

Tim melakukan sejumlah pengujian terhadap bagian lambung, sistem penggerak, posisi komponen, dan sumber energi. Setiap konfigurasi diuji untuk mengetahui pengaruhnya terhadap stabilitas, kecepatan, kemampuan bermanuver, dan konsumsi baterai.

“Sebelumnya, kami melakukan riset selama lima bulan untuk mendapatkan konfigurasi yang sesuai. Kami memulai dari bagian belakang kapal, termasuk penggunaan baling-baling berdiameter besar agar kapal yang berbobot lebih dari lima kilogram dapat bergerak dengan stabil,” kata Salwa pada Senin (21/9).

Selain baling-baling, tim meneliti ukuran _turn fin_ atau sirip pembelok untuk mengetahui pengaruhnya terhadap manuver, hambatan, dan efisiensi kapal ketika bergerak di air.

“Pada sistem penggerak, kami menggunakan motor tanpa sikat dengan nilai Kv rendah agar karakter putarannya sesuai dengan kebutuhan kapal. Konfigurasi tersebut juga membantu kami mengoptimalkan konsumsi baterai,” jelasnya.

Proses pengujian dilakukan secara bertahap hingga tim menemukan kombinasi komponen yang dinilai mampu memberikan performa terbaik. Evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap kecepatan kapal, tetapi juga kestabilan, ketahanan baterai, dan respons sistem kendali.

_Kolaborasi Lintas Program Studi_

Pengembangan kapal listrik tersebut melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi. Kolaborasi lintas disiplin menjadi salah satu kekuatan tim karena setiap anggota memberikan kontribusi sesuai dengan bidang keilmuannya.

Mahasiswa Teknik Elektro berkontribusi dalam pengembangan sistem kelistrikan, elektronika, kendali, dan instrumentasi. Mahasiswa Teknik Mesin mendukung perancangan mekanik, konstruksi lambung, serta sistem propulsi kapal.

Sementara itu, mahasiswa Teknologi Informasi berperan dalam pemrograman, pengolahan data, dan sistem pemantauan. Mahasiswa Agribisnis turut mendukung pengelolaan tim, komunikasi, dokumentasi, serta pengembangan gagasan inovasi.

Salwa mengatakan perjalanan tim menuju KKI 2026 juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Direktorat Kemahasiswaan UMY, dosen pembimbing, sesama anggota tim, senior, alumni, hingga sponsor.

“Banyak pihak yang membantu perjalanan kami, mulai dari dosen pembimbing, teman-teman MRC, _Team Landlubber_, para senior MRC UMY, alumni, hingga sponsor yang mendukung proses persiapan,” ujarnya.

_Sempurnakan Lambung hingga Sistem Baterai_

Di balik keberhasilan meraih Juara II, Tim ERC UMY menghadapi berbagai tantangan selama mengembangkan kapal listrik. Salah satu tantangan terbesar adalah menemukan bentuk lambung dan konfigurasi komponen yang tepat.

“Pada awalnya, kami melakukan beberapa kali pengujian lambung untuk menemukan konfigurasi yang sesuai. Setelah lambung selesai dibuat, penyempurnaan masih terus dilakukan hingga kami mendapatkan hasil yang maksimal,” ungkap Salwa.

Tim juga mengatur posisi titik berat atau _center of gravity_ (COG), bobot kapal, penempatan komponen, dan sistem baterai. Pengaturan tersebut diperlukan agar kapal tetap stabil dan mampu menghasilkan performa optimal ketika menjalankan misi perlombaan.

Proses latihan juga dijalani dengan keterbatasan sarana transportasi. Salwa menceritakan bahwa anggota tim pernah membawa kapal, kotak perkakas, dan berbagai peralatan pengujian menggunakan sepeda motor.

“Kami pernah berangkat latihan dengan membawa kapal, kotak perkakas, dan perlengkapan lainnya menggunakan sepeda motor. Setelah itu, mobilitas kami terbantu karena ada anggota tim yang membawa mobil,” katanya.

_Sambutan Warga Bengkalis Jadi Pengalaman Berkesan_

Bagi Salwa, KKI 2026 bukan hanya menjadi ajang menguji kemampuan teknologi, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim. Perjalanan menuju Bengkalis ditempuh melalui jalur udara, darat, dan laut.

Dukungan masyarakat setempat turut memberikan kesan mendalam bagi tim UMY. Menurut Salwa, sejumlah warga mengetahui perjuangan tim melalui siaran langsung selama kompetisi.

“Kami beberapa kali mendapat kiriman makanan dari warga Bengkalis yang melihat perjuangan kami melalui siaran langsung. Hal itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi tim,” tambahnya.

Prestasi Tim ERC UMY dalam KKI 2026 menunjukkan bahwa inovasi teknologi maritim membutuhkan proses riset, pengujian, dan evaluasi yang panjang. Kolaborasi lintas disiplin serta dukungan berbagai pihak turut menjadi bagian penting dalam keberhasilan tersebut. (gla)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

‎Mendag Pantau Harga Pasar Prambanan, Jaga Daya Beli Warga
Kunjungan Industri Daring ke PT Amerta Indah Otsuka, Mahasiswa Teknik Industri UWM Perdalam Wawasan Manufaktur
Kasus Keracunan MBG di Dlingo: BGN DIY Beri Teguran Keras Usai Oknum Petugas Cemooh Korban
Diduga Olok Korban Keracunan MBG, JPW Desak Pegawai SPPG Muntuk Diberhentikan
Video Dugaan Pungutan di Alun-Alun Kidul Viral, Google Maps Bolosego Dibanjiri Bintang Satu
Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0707/Wonosobo Gelar Bakti Sosial dan Donor Darah
KIM Sleman Ditantang Kreatif, Diskominfo Gelar Lomba Video Pendek PETUNRA 2026
FKY 2026 Berakhir, Paku Alam X Titip Pesan Pelestarian Budaya bagi Generasi Mendatang

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:39 WIB

UMY Raih Juara II Kontes Kapal Indonesia 2026 dengan Prototipe Kapal Listrik Kendali Jarak Jauh

Senin, 21 September 2026 - 13:41 WIB

‎Mendag Pantau Harga Pasar Prambanan, Jaga Daya Beli Warga

Senin, 21 September 2026 - 11:43 WIB

Kunjungan Industri Daring ke PT Amerta Indah Otsuka, Mahasiswa Teknik Industri UWM Perdalam Wawasan Manufaktur

Senin, 21 September 2026 - 09:27 WIB

Kasus Keracunan MBG di Dlingo: BGN DIY Beri Teguran Keras Usai Oknum Petugas Cemooh Korban

Minggu, 20 September 2026 - 20:00 WIB

Diduga Olok Korban Keracunan MBG, JPW Desak Pegawai SPPG Muntuk Diberhentikan

Berita Terbaru

Nasional

MagangHub Batch 2 Dimulai Besok, Peserta Diminta Siapkan Diri

Senin, 21 Sep 2026 - 15:06 WIB