UMY Gaspol Latih Guru Perawat Tangani Obesitas Remaja

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jogja – Fenomena meningkatnya kasus overweight dan obesitas di kalangan remaja kian menjadi sorotan serius.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar pelatihan khusus bagi guru dan perawat untuk memperkuat penanganan sejak dini.

Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menyelamatkan kualitas hidup generasi muda.

Pelatihan bertajuk “Optimalisasi Kualitas Hidup Remaja dengan Overweight dan Obesitas melalui Model Intervensi Psikoedukasi dan Promosi Aktivitas Fisik Berbasis Sekolah” ini berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (6–7/4/2026), di aula Rumah Sakit AMC Yogyakarta.

Peserta yang terlibat merupakan guru SMA dan tenaga perawat dari berbagai wilayah di Kota Yogyakarta.

Koordinator program, Bambang Edi Susyanto, menegaskan bahwa peningkatan angka obesitas remaja tidak boleh dianggap sepele.

“Obesitas pada remaja saat ini terus meningkat. Karena itu, kami membekali para guru dan perawat untuk mampu mengenali gejala sejak dini,” ujarnya.

Ia menambahkan, peserta juga dilatih untuk mengukur kualitas hidup remaja sebagai dasar intervensi yang lebih komprehensif.

Menurut Bambang, dampak obesitas tidak hanya menyasar kesehatan fisik, tetapi juga mental dan sosial remaja.

“Remaja dengan kecenderungan overweight sering kali menghadapi tekanan sosial, mulai dari keterbatasan aktivitas hingga stigma negatif dari lingkungan,” katanya.

“Ini tentu berpengaruh besar terhadap kesehatan mental mereka,” sambungnya.

Dalam pelatihan ini, tim pengabdian masyarakat UMY yang terdiri dari Dyah Ayu Shinta Lesmanawati, Muhammad Arif Rizqi, Putri Nurul Hidayati, dan Adlina Karimina Nurul Husna turut memberikan materi.

Peserta dibekali pemahaman menyeluruh, mulai dari risiko kesehatan jangka panjang hingga potensi bullying yang kerap dialami remaja dengan obesitas.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para guru dan perawat mampu melakukan asesmen awal secara tepat,” tutur Bambang.

Ia menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan menggabungkan aspek medis dan psikologis.

“Ini langkah awal untuk menekan angka obesitas remaja sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pendekatan edukatif berbasis sekolah,” pungkasnya.(waw)

Berita Terkait

‎Lokakarya BMT 2026 Percepat Digitalisasi, Ketua ABSINDO Baru Terpilih
Pemimpin Kampus Jangan Simbolis, Prof Edy Tegas Soroti Transformasi
Harda Resmikan Jembatan Jatra Winongo, Dorong Ekonomi Warga Sinduadi
PPP DIY Sambangi PWNU Perkuat Silaturahmi Jelang Muscab Serentak
Kementerian HAM Targetkan 1.500 Kampung REDAM, Yogyakarta Masuk Tahap Awal
Pick Up Tahu Bulat Terbakar Hebohkan Jalan Kerto Siang Hari
Khudazi Aulawi Resmi Pimpin AIPNI Regional VIII Periode Baru
Pengusaha Rokok Bangun Masjid Kenang Istri Tewas Kecelakaan Tragis

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 19:32 WIB

‎Lokakarya BMT 2026 Percepat Digitalisasi, Ketua ABSINDO Baru Terpilih

Sabtu, 18 April 2026 - 19:26 WIB

Pemimpin Kampus Jangan Simbolis, Prof Edy Tegas Soroti Transformasi

Sabtu, 18 April 2026 - 12:35 WIB

PPP DIY Sambangi PWNU Perkuat Silaturahmi Jelang Muscab Serentak

Sabtu, 18 April 2026 - 12:28 WIB

Kementerian HAM Targetkan 1.500 Kampung REDAM, Yogyakarta Masuk Tahap Awal

Sabtu, 18 April 2026 - 08:05 WIB

Pick Up Tahu Bulat Terbakar Hebohkan Jalan Kerto Siang Hari

Berita Terbaru