JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Lazismu UMY menyalurkan bantuan pendidikan bagi mahasiswa asal Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh yang terdampak bencana alam di daerahnya. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Gedung AR A Lantai 5 UMY, Kamis (12/2/2026).
Manajer Operasional Eksekutif Lazismu UMY, Rozikan, menjelaskan, program ini merupakan wujud kepedulian kampus terhadap keberlanjutan studi mahasiswa di tengah situasi darurat.
“Berdasarkan Surat Keputusan UMY, ditetapkan 77 mahasiswa sebagai penerima bantuan. Melalui Direktorat Kemahasiswaan, jumlah tersebut bertambah 21 mahasiswa, sehingga total penerima mencapai 98 mahasiswa,” ujar Rozikan.
Sebagian besar penerima bantuan berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP).
Rozikan memaparkan, terdapat dua skema bantuan yang diberikan. Pertama, potongan biaya pendidikan semester genap 2025/2026 dengan tiga kategori, yakni 100 persen bagi mahasiswa terdampak berat, 50 persen terdampak sedang, dan 25 persen terdampak ringan. Potongan tersebut bersumber dari dana universitas dan disalurkan langsung melalui sistem pembayaran akademik (KRS), bukan dalam bentuk tunai.
Kedua, beasiswa biaya hidup (living cost) sebesar Rp 1.800.000 per semester atau Rp 300.000 per bulan selama enam bulan. Dana ini berasal dari zakat dan infak sivitas akademika UMY—mulai dari dosen, fakultas, mahasiswa, komunitas, himpunan, hingga unit kegiatan mahasiswa—yang dihimpun melalui Lazismu UMY.
“Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena dananya berasal dari zakat dan infak sivitas akademika UMY,” kata Rozikan.
Wakil Kepala Kantor Lazismu UMY, Wahyu Manuhara Putra, menegaskan, program tersebut sejalan dengan visi UMY sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan komitmen terhadap inklusi pendidikan.
Menurut dia, bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera tidak boleh menjadi penghalang mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan. “Bantuan ini memastikan keberlanjutan pendidikan tetap berjalan. Pendidikan adalah jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui program tersebut, UMY dan Lazismu berupaya meringankan beban ekonomi mahasiswa dan keluarganya, sekaligus menjaga keberlangsungan kebutuhan hidup mahasiswa selama enam bulan ke depan. Penerima bantuan diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi situasi sulit.
“Semoga bantuan ini tidak hanya meringankan beban finansial, tetapi juga membentuk ketangguhan mental mahasiswa,” kata Wahyu. (aga/ihd)






