UMY Bangun Science Techno Park, Jembatani Kampus dan Industri

Senin, 15 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peletakan batu pertama pembangunan Science Techno Park UMY Arsjad Rasjid Building. (Dok UMY)

Peletakan batu pertama pembangunan Science Techno Park UMY Arsjad Rasjid Building. (Dok UMY)

JOGJAOKE.GOM, Yogyakarta — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memulai pembangunan Science Techno Park UMY Arsjad Rasjid Building melalui agenda peletakan batu pertama, Senin (15/12), di sisi selatan pintu masuk utama kampus. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi simpul baru penguatan pendidikan, riset, dan inovasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Groundbreaking dihadiri Rektor UMY Prof. Achmad Nurmandi serta Presiden Direktur Indika Energy sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat. Kehadiran tokoh industri nasional tersebut diharapkan memperluas jejaring kolaborasi sekaligus memantik semangat inovasi dan kewirausahaan di kalangan sivitas akademika.

Rektor UMY menegaskan, Science Techno Park tidak semata-mata dibangun sebagai infrastruktur fisik, melainkan sebagai ruang strategis yang mempertemukan kampus dan industri. Fasilitas ini dirancang menjadi pusat kolaborasi riset terapan, inkubasi inovasi, serta pengembangan produk bernilai ekonomi dan berdampak sosial.

“Kampus harus menyiapkan mahasiswa bukan hanya siap kerja, tetapi juga berani bermimpi dan membangun usaha. Dari sinilah lahir pencipta lapangan kerja baru,” ujar Achmad Nurmandi.

Sejalan dengan penguatan kewirausahaan, UMY juga mendorong perluasan paparan internasional mahasiswa melalui program mobilitas global. Mulai tahun ini, mahasiswa ditargetkan memiliki pengalaman belajar di luar negeri sebagai bekal menghadapi persaingan dan peluang kerja internasional.

Science Techno Park UMY dirancang sebagai fasilitas terpadu yang mencakup ruang perkuliahan, laboratorium, dan pusat pengembangan teknologi. Gedung ini akan menopang kegiatan akademik mahasiswa kedokteran umum, kedokteran gigi, farmasi, serta program-program teknik yang terus bertumbuh. Pada tahap awal, pembangunan diperkirakan menelan anggaran Rp40–50 miliar, berdiri di atas lahan sekitar 10.000 meter persegi, dan ditargetkan rampung dalam satu tahun.

Melalui pembangunan Science Techno Park, UMY menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus responsif terhadap kebutuhan industri dan tantangan pembangunan berkelanjutan. Inisiatif ini juga selaras dengan dukungan UMY terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama pendidikan berkualitas, inovasi industri, pertumbuhan ekonomi, dan kemitraan strategis. (ihd)

Berita Terkait

Mataf UMY: 7.131 Mahasiswa Memulai Perjalanan: Belajar Ilmu sekaligus Kehidupan 
Ketika Cita-cita Menjadi Dokter Harus Diperjuangkan hingga ke Ujung Sinyal
UMY Siapkan Sustainability Center, Belajar dari Smart Eco Campus ITS
HMI Tunas Bangsa UMY Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di NTT
Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang
Kreatif dan Bernilai Jual, Singkong Jadi Sushi di Program Pengabdian Untirta
UMY Perkuat Reputasi Global di Tengah Ketatnya Persaingan Kampus Asia
UMY Ubah Pola Konsumsi Rapat, 1.500 Pegawai Makan Siang Gratis Terpusat

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:15 WIB

Mataf UMY: 7.131 Mahasiswa Memulai Perjalanan: Belajar Ilmu sekaligus Kehidupan 

Minggu, 6 September 2026 - 18:32 WIB

Ketika Cita-cita Menjadi Dokter Harus Diperjuangkan hingga ke Ujung Sinyal

Sabtu, 5 September 2026 - 18:20 WIB

UMY Siapkan Sustainability Center, Belajar dari Smart Eco Campus ITS

Selasa, 1 September 2026 - 21:09 WIB

HMI Tunas Bangsa UMY Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di NTT

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:07 WIB

Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang

Berita Terbaru