Udhik-Udhik Sultan Bikin Malam Kondur Gangsa Makin Magis Keraton

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎JOGJA – Ratusan warga memadati Masjid Gedhe Keraton Yogyakarta sejak Selasa (25/8/2026) sore demi menyaksikan Kondur Gangsa yang sarat tradisi, doa, dan keberkahan malam ini.
‎
‎Mereka berdatangan sejak pukul enam sore, membawa harapan mendapat Udhik-Udhik langsung dari Sri Sultan Hamengku Buwono X malam itu dan penuh.
‎
‎Suasana semakin magis ketika warga memenuhi kawasan masjid, menanti prosesi pengembalian Gamelan Kanjeng Kiai Sekati menuju kompleks Keraton Yogyakarta malam ini yang dinantikan.
‎
‎Salah seorang warga, Pak Kanthong asal Muntilan, mengaku beruntung memperoleh dua keping Udhik-Udhik masing-masing bernilai Rp500 dari Sultan malam itu dengan rasa bahagia.
‎
‎Menurut Pak Kanthong, nominal uang bukanlah tujuan utama, melainkan keberkahan yang dipercaya melekat pada Udhik-Udhik pemberian Raja Keraton Yogyakarta hingga kini bagi keluarga.
‎
‎”Ini bukan soal seribu rupiahnya,” ujar Pak Kanthong, sambil menyimpan dua koin tersebut sebagai simbol ngalap berkah dengan penuh haru dan ngalap berkah.
‎
‎Tradisi Kondur Gangsa menjadi penanda berakhirnya rangkaian Hajad Dalem Sekaten yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan masjid bagi masyarakat.
‎
‎Dalam prosesi tersebut, Gamelan Kanjeng Kiai Sekati dikembalikan ke dalam Keraton setelah sebelumnya ditempatkan di Pagongan selama rangkaian Sekaten hingga malam berakhir dengan.
‎
‎Antusiasme warga terlihat dari padatnya area sekitar Masjid Gedhe, meski pelaksanaan Garebeg Mulud tahun ini berlangsung lebih sederhana malam itu di malam hari.
‎
‎”Warga tetap antusias datang,” kata salah seorang pengunjung, menggambarkan kuatnya daya tarik tradisi Keraton bagi masyarakat berbagai daerah malam ini tetap hangat warga.
‎
‎Kesederhanaan pelaksanaan Garebeg Mulud tahun ini merupakan bagian dari Dhawuh Dalem atau perintah Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X secara resmi.
‎
‎Berbeda dari tahun sebelumnya, rangkaian tahun ini tidak menghadirkan prosesi rayahan gunungan yang biasanya menjadi magnet kerumunan warga di kawasan masjid malam ini.
‎
‎Meski tanpa rayahan gunungan, masyarakat tetap rela menunggu demi menyaksikan tradisi sekaligus memperoleh Udhik-Udhik yang dibagikan keluarga Keraton malam itu bagi warga.
‎
‎Para Putri Dalem dan Mantu turut membagikan Udhik-Udhik kepada warga di kawasan Pagongan Lor dan Pagongan Kidul malam tersebut pada malam tersebut dengan.
‎
‎”Alhamdulillah dapat dua koin,” ungkap Pak Kanthong, yang berniat menyimpan Udhik-Udhik tersebut sebagai kenang-kenangan sekaligus ngalap berkah malam itu dengan penuh bahagia.
‎
‎Kehadiran warga dari berbagai daerah menunjukkan bahwa tradisi Sekaten masih memiliki tempat istimewa dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya dengan penuh syukur hingga.
‎
‎Bagi masyarakat, Kondur Gangsa bukan sekadar prosesi budaya, melainkan peristiwa spiritual yang mempertemukan tradisi, doa, dan kebersamaan warga hingga sekarang di Yogyakarta.
‎
‎Suasana malam semakin khidmat ketika warga menyaksikan perjalanan gamelan kembali menuju Keraton, menandai selesainya seluruh rangkaian Hajad Dalem Sekaten malam tersebut bagi masyarakat.
‎
‎Tradisi tersebut kembali memperlihatkan kuatnya hubungan masyarakat dengan budaya Keraton, sekaligus menjaga warisan leluhur tetap hidup lintas generasi hingga selesai di Yogyakarta.
‎
‎Antusiasme warga menjadi bukti bahwa kesederhanaan acara tidak mengurangi makna Kondur Gangsa sebagai tradisi penting dalam kalender budaya Yogyakarta bagi masyarakat hingga malam.(waw)
‎

Berita Terkait

Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, MK Dihadapkan pada Persoalan Kewenangan dan Kepastian Hukum
Gugatan Pendidikan Gibran di MK, Pakar Hukum UMY Jelaskan Nasib Jabatan Wapres
Warga Gunungkidul Dilanda Kekeringan, Tiga belas Tangki Air Bersih Disalurkan
Mendagri Tekankan Rotasi dan Penyegaran Organisasi Saat Lantik Pejabat
Bawa Bregodo Keraton, Warga Yogyakarta Beri Kejutan HUT ke-81 TNI di Makorem
Irwandi Dikukuhkan Guru Besar Fotografi, ISI Yogyakarta Buka Babak Baru
Pakar Hukum Tata Negara UMY: Pengawasan Aparat Penegak Hukum Masih Terfragmentasi
Astrea Kota Gudeg Rayakan Anniversary Pertama, Geliatkan UMKM Piyungan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, MK Dihadapkan pada Persoalan Kewenangan dan Kepastian Hukum

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Gugatan Pendidikan Gibran di MK, Pakar Hukum UMY Jelaskan Nasib Jabatan Wapres

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Warga Gunungkidul Dilanda Kekeringan, Tiga belas Tangki Air Bersih Disalurkan

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Mendagri Tekankan Rotasi dan Penyegaran Organisasi Saat Lantik Pejabat

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Bawa Bregodo Keraton, Warga Yogyakarta Beri Kejutan HUT ke-81 TNI di Makorem

Berita Terbaru