‎Takhta Kasunanan Surakarta Resmi Terisi, Harapan Baru di Tangan Raja Muda

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Surakarta – Takhta Kasunanan Surakarta Hadiningrat akhirnya kembali terisi usai putra mahkota, KGPAA Hamangkunegoro, jumeneng sebagai Pakoe Boewono XIV.

Prosesi sakral ini berlangsung pada Rebo Legi, 5 November 2025, di Sasana Sewaka, Karaton, dalam suasana berkabung atas wafatnya Pakoe Boewono XIII.

‎Dalam upacara penuh haru, KGPAA Hamangkunegoro mengucapkan sumpah kesetiaan di hadapan jenazah ayahandanya.

‎Dengan suara lantang, ia menyatakan kesanggupan meneruskan takhta dan menjaga adat Kasunanan yang telah diwariskan turun-temurun oleh para leluhur.

‎Di hadapan keluarga besar Keraton, abdi dalem, sentana, dan masyarakat yang memadati pelataran Sasana Sewaka, ia mengucapkan sumpah yang menandai lahirnya raja baru.

‎“Mundhi dhawuh Sabda Dalem Sampéyandalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakoe Boewono Tigawelas lumantar Kintaka Rukma Kekeraning Sri Nata Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

‎Ingsun Kanjeng Gusti Pangéran Adipati Anom Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Naréndra Mataram.

‎Ing dina iki, Rebo Legi, patbelas Jumadilawal tahun Dal sèwu sangangatus sèket sanga, utawa kaping lima Nopèmber rong èwu selawé, hanglintir kaprabon Dalem minangka Sri Susuhunan Keraton Surakarta Hadiningrat, kanthi sesebutan Sampeyandalem ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakoe Boewono Patbelas.”

‎Prosesi pengambilan sumpah di hadapan jenazah bukan hal baru dalam tradisi Karaton.

‎Menurut catatan sejarah, ritual ini telah dilakukan sejak masa raja-raja terdahulu sebagai simbol kesinambungan kekuasaan dan penghormatan kepada raja yang mangkat.

‎GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani, kakak sulung raja baru, menyatakan bahwa tindakan sang adik merupakan bentuk pelestarian adat.

‎”Sumpah di hadapan jenazah ayahanda adalah simbol kesetiaan. Tradisi ini telah dilakukan sejak masa leluhur,” ujarnya dengan suara tegas yang dibalut rasa haru.

‎Masyarakat dan abdi dalem Karaton menyambut prosesi ini dengan penuh harapan.

‎Kehadiran raja muda dinilai mampu membuka lembaran baru dalam sejarah Kasunanan, terutama dalam memulihkan marwah budaya Jawa yang sempat terguncang polemik internal beberapa tahun terakhir.

‎Sejak berdiri tahun 1745, Kasunanan Surakarta telah dipimpin oleh tiga belas raja.

‎Kini, di era Pakoe Boewono XIV, masyarakat menaruh harapan besar agar tradisi tetap tegak, budaya tetap lestari, dan Karaton terus menjadi pusat peradaban Jawa yang membawa nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.

(waw)

Berita Terkait

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti
Komunitas Jogja Menyapa Ajak Warga Cerdas Tangkal Hoaks Bermedia Sosial
KKMP Demangan Sabet Juara Koperasi Berprestasi, Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Polisi Bongkar Peredaran Pil Ilegal, Sita 1.602 Butir di Bantul
Kebaya Satukan Bangsa, Pesonanya Makin Mendunia Lewat Perayaan Budaya

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:14 WIB

Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:39 WIB

‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:36 WIB

Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:28 WIB

Komunitas Jogja Menyapa Ajak Warga Cerdas Tangkal Hoaks Bermedia Sosial

Berita Terbaru

Yogyakarta

Hasto Percepat Bedah Rumah Wujudkan Hunian Layak Warga Prenggan

Rabu, 22 Jul 2026 - 11:04 WIB

Jogja

Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia

Rabu, 22 Jul 2026 - 08:14 WIB