‎Sultan Tegaskan Jaga Warga Perkuat Harmoni Keamanan Berbasis Budaya

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan pada pers usai Apel Srawung Agung Kelompok Jaga Warga digelar di halaman Polda DIY, Jumat (21/11/2025).

‎Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan pada pers usai Apel Srawung Agung Kelompok Jaga Warga digelar di halaman Polda DIY, Jumat (21/11/2025).

JOGKAOKE.COM, Sleman – Gelaran Apel Srawung Agung Jaga Warga di halaman Polda DIY, Jumat (21/11/2025), kembali menegaskan komitmen keamanan berbasis budaya.

‎Acara ini dipimpin Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Bawono X dan disaksikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

‎“Apel ini menjadi simbol bahwa keamanan harus dikelola secara guyub dan adil,” ujar Sultan.

‎Selain itu, kegiatan ini diikuti lebih dari 1.000 peserta dari lima kabupaten/kota di DIY.

‎Melalui momentum tersebut, dilakukan pula penyerahan rompi Jaga Warga kepada personel Polresta Yogyakarta dan Polresta Gunungkidul.

‎“Rompi ini bukan sekadar atribut, tetapi amanat kebersamaan,” tegas Sultan.

‎Dalam amanatnya, Sultan berkali-kali menekankan falsafah Titi Tentrem Kertoraharjo sebagai napas keamanan Yogyakarta.

‎Ia menegaskan, “Keteraturan yang dijalani dengan ketulusan akan melahirkan ketentraman, dan ketentraman menghadirkan kesejahteraan lahir batin.”

‎Selain itu, ia menghubungkan nilai itu dengan prinsip salus populi suprema lex. “Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” katanya.

‎Lebih jauh, Sultan menyoroti perubahan paradigma keamanan modern yang menurutnya harus berbasis warga.

‎“Ketika keamanan dijalin bersama warga, maka yang bertumbuh adalah resiliensi sosial, bukan hanya kepatuhan,” ucapnya.

‎Ia memperkenalkan konsep kerja berbasis budaya: Toto, Titi, Tatas, Titis, sebagai panduan etos Polri.

‎Setelah amanat, ikrar Guyub Rukun, Aman, Damai dibacakan oleh perwakilan Jaga Warga.

‎Sementara itu, Kapolri menegaskan bahwa pendekatan ini sejalan dengan pemolisian komunitas.

‎“Polri tidak mungkin bekerja sendiri. Kearifan lokal seperti ini harus terus diperkuat,” kata Sigit.

‎Ia menutup pesannya dengan komitmen memperluas model Jaga Warga sebagai strategi keamanan nasional.

(waw)

Berita Terkait

‎TMMD Wonosobo Ditutup, Dandim Tegaskan Desa Kunci Kemajuan Negeri
Kampanye Kesehatan di Yogyakarta Tekankan Pentingnya Aktivitas Fisik untuk Emosi
Dandim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Warga: Impian Lama Terwujud
‎Perempuan Melahirkan Bekerja, Mengapa Beban KB Masih Ditanggung Sendiri?
Founder Occol Artisan Ungkap Mindset “If I Want It” Sukses
‎Sarasehan Budaya Ungkap Pesan Leluhur Tegal Menjaga Alam
BGN DIY Buka Hotline Lapor Mas Kareg, Awasi Program MBG
‎Nuzulul Qur’an Teguhkan Cahaya Peradaban Saat Dunia Dilanda Krisis

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:11 WIB

‎TMMD Wonosobo Ditutup, Dandim Tegaskan Desa Kunci Kemajuan Negeri

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:43 WIB

Kampanye Kesehatan di Yogyakarta Tekankan Pentingnya Aktivitas Fisik untuk Emosi

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:50 WIB

Dandim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Warga: Impian Lama Terwujud

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:34 WIB

‎Perempuan Melahirkan Bekerja, Mengapa Beban KB Masih Ditanggung Sendiri?

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:31 WIB

Founder Occol Artisan Ungkap Mindset “If I Want It” Sukses

Berita Terbaru