Staf Ahli TP PKK Pusat Apresiasi Peran Generasi Muda dalam Melestarikan Tradisi Tenun NTT

Rabu, 24 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Nagekeo – Staf Ahli Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat Yane Bima Arya meninjau hasil kerajinan tenun masyarakat di Kelurahan Natanage, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (24/9/2025). Dalam kesempatan itu, ia mendorong para perajin agar terus meningkatkan kualitas produk yang menjadi kearifan lokal masyarakat setempat.

Yane menyampaikan dukungannya terhadap para perajin yang memiliki potensi, sekaligus meyakinkan bahwa pemerintah juga memberi perhatian serupa. “Jadi jangan khawatir, para perajin, masyarakat yang memiliki kemampuan, potensi, kearifan lokal, pasti kami dukung,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa TP PKK Pusat terus berupaya mendorong peningkatan kualitas hasil kerajinan yang mengandung nilai kearifan lokal. Menurutnya, busana tradisional seperti tenun bukan sekadar motif, tetapi sarat filosofi yang mencerminkan kualitas diri.

“Berbusana itu bicara tentang harga diri, martabat. Kita bisa melihat orang dari pakaiannya,” ujarnya.

Selain itu, Yane mengapresiasi kreativitas generasi muda serta peran keluarga dalam mewariskan tradisi tenun sejak dini. Ia menilai hal tersebut sebagai modal penting untuk melestarikan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, ia menyoroti fenomena sosial yang masih terjadi, termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Padahal, kata dia, pembangunan daerah harus dimulai dari generasi muda yang berkarakter. Karena itu, peran keluarga dalam mendidik anak menjadi sangat penting.

“Mungkin kita semua orang tua yang hadir di sini usianya sudah senior-senior semua. Tapi yang bisa membangun tempat ini, daerah ini adalah anak-anak kita,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Yane menegaskan bahwa pendidikan adalah faktor utama pemutus rantai kemiskinan. Ia juga menyinggung fenomena anak-anak usia sekolah yang memilih bekerja dibanding melanjutkan pendidikan. “Jadi tingkat pendidikan itu harus terus ditingkatkan. Karena yang memutus rantai kemiskinan adalah pendidikan,” tandasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Ketua TP PKK Kabupaten Nagekeo Agustina Prawitowati, Ketua TP PKK Kabupaten Ngada Blandina Mamo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT, Forkopimda Kabupaten Nagekeo, Forkopimda Kabupaten Ngada, jajaran TP PKK Pusat, serta para perajin tenun Kelurahan Natanage.(Nad)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Lebih dari 1.500 Rumah Ibadah Terdampak Bencana Telah Difungsikan Kembali
Wamendagri Bima Arya Nilai WFH ASN di Bogor Dorong Efisiensi Anggaran
Wamendagri Wiyagus Apresiasi Pelaksanaan Pola Kerja Fleksibel ASN di Lampung
Penerapan WFH ASN Dinilai Efektif Tekan Pengeluaran Energi dan Anggaran
Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Tinjau Perumahan Subsidi di Tomohon
Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Pahami Arahan Teknis Kementerian PU Secara Menyeluruh
Mendagri Tito Karnavian Pastikan Program Perumahan untuk Korban Banjir di Sitaro Berjalan
Satgas PRR Catat Kemajuan Normalisasi Sungai dan Muara di Wilayah Terdampak Hidrometeorologi

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 12:43 WIB

Wamendagri Bima Arya Nilai WFH ASN di Bogor Dorong Efisiensi Anggaran

Jumat, 10 April 2026 - 17:51 WIB

Wamendagri Wiyagus Apresiasi Pelaksanaan Pola Kerja Fleksibel ASN di Lampung

Jumat, 10 April 2026 - 17:41 WIB

Penerapan WFH ASN Dinilai Efektif Tekan Pengeluaran Energi dan Anggaran

Jumat, 10 April 2026 - 17:28 WIB

Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Tinjau Perumahan Subsidi di Tomohon

Jumat, 10 April 2026 - 16:52 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Pahami Arahan Teknis Kementerian PU Secara Menyeluruh

Berita Terbaru