Seruit Jadi Warisan Kuliner Lampung, Wulan Mirza Ajak Masyarakat Turut Melestarikan

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎Bandar Lampung – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza mendorong seruit sebagai kuliner khas Lampung untuk terus dilestarikan dan diperkenalkan lebih luas hingga tingkat nasional dan mancanegara.
‎
‎Hal tersebut disampaikan Wulan Mirza saat membuka ajang Seruit Battle yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan pada Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di Lapangan Saburai, Jumat (28/8/2026).
‎
‎Menurut Wulan Mirza, seruit tidak hanya merupakan makanan khas daerah, tetapi juga bagian dari identitas dan kekayaan budaya Lampung yang perlu terus dikenalkan melalui berbagai kegiatan kreatif.
‎
‎”Hari ini kita melihat bahwa pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi, kerja sama dari semua pihak. Kita semua sangat ingin seruit ini dikenal bukan hanya di Lampung saja, tapi di nasional bahkan mancanegara,” ujarnya.
‎
‎Ia mengatakan, Festival Krakatau menjadi salah satu momentum bagi masyarakat Lampung untuk memperkenalkan kekayaan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif daerah. Karena itu, kegiatan yang mengangkat kuliner khas Lampung dinilai dapat menjadi sarana promosi sekaligus pelestarian budaya.
‎
‎”Melalui kegiatan Seruit Battle ini, kita tidak hanya menyelenggarakan perlombaan memasak atau meracik sambal seruit, tetapi kita sedang menghadirkan kembali sebuah tradisi dan budaya Lampung dalam bentuk yang lebih kreatif lagi, lebih menarik, dan relevan dengan perkembangan pariwisata masa kini,” katanya.
‎
‎Seruit Battle diikuti 31 tim dari berbagai unsur, termasuk BUMN, BUMD, swasta, serta OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
‎Para peserta berkompetisi menyajikan seruit dengan kreativitas masing-masing, sekaligus menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kerja sama.
‎
‎Wulan Mirza menilai semangat kebersamaan menjadi salah satu nilai penting dalam tradisi seruit. Menurutnya, proses menyiapkan dan menikmati seruit secara bersama-sama mencerminkan nilai kekeluargaan yang perlu dipertahankan.
‎
‎”Nah hari ini bukan hanya Ibu-ibu dandan, ngulek sambal, menyiapkan ikan, lalapan, dan semuanya, tetapi di sini ajang kita semua silaturahmi. Ajang kita untuk bekerja sama per tim. Kerja sama yang baik nanti akan menghasilkan juga hasil yang baik secara kekeluargaan, tentunya dengan semangat yang sama,” ujarnya.
‎
‎Ia berharap Seruit Battle tidak berhenti sebagai kegiatan perlombaan, tetapi dapat terus menjadi bagian dari upaya mempromosikan kuliner Lampung sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap budaya dan kearifan lokal.
‎
‎”Di sini adalah tugas kita sama-sama untuk terus melestarikan adat, budaya, ciri khas, identitas kita sebagai masyarakat Lampung. Batin juga mengharapkan kegiatan Seruit Battle ini tidak berhenti hanya dalam sebuah perlombaan. Jadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk membangun silaturahmi, mempromosikan kuliner Lampung, serta menumbuhkan kebanggaan kita terhadap budaya dan kearifan lokal kita,” jelasnya.
‎
‎Wulan Mirza kemudian mengajak seluruh peserta untuk mengikuti perlombaan dengan menjunjung sportivitas. Ia menekankan bahwa tujuan kegiatan tidak hanya mencari pemenang, tetapi juga bersama-sama mengangkat seruit sebagai kebanggaan dan identitas masyarakat Lampung.
‎
‎”Karena pada akhirnya tujuan kita, selain kita mendapatkan predikat juara, juga bagaimana kita dapat bersama-sama mengangkat seruit Lampung menjadi bagian dari kebanggaan dan identitas kita semua,” katanya.
‎
‎Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Mengan Balak, tradisi makan bersama yang menjadi bagian dari budaya Lampung. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta meneguhkan semangat pelestarian budaya lokal dalam rangkaian Festival Krakatau.(lsi)

Sumber : Adpim Provinsi Lampung

Berita Terkait

Tembus Pasar Tiongkok, Pemprov Lampung Siapkan Komoditas Unggulan Desa Berdaya Saing Global
Tak Lupa Akar Budaya! Pemprov Lampung Ajak Masyarakat Utamakan Bahasa Indonesia dan Rawat Bahasa Daerah
Gubernur Mirza Dorong FKI SBS Lahirkan Inovasi Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi
Tak Cuma Singgah! Gubernur Lampung Ingin Tahura WAR Bikin Wisatawan Betah Berlibur Lebih Lama
Buktikan Kepemimpinan Unggul, Sekdaprov Lampung Raih Posisi Kedua di Ajang ADLG Awards 2026
Bangkitkan Ekonomi dan Kesejahteraan Warga, TP PKK Lampung Gagas Desa TAPIS di Serdang
Pacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Gubernur Lampung Fokus Bangun Kekuatan dari Perdesaan
Jaga Aset Lingkungan, Wagub Jihan Ajak Semua Pihak Kelola Hutan Lampung Secara Berkelanjutan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Tembus Pasar Tiongkok, Pemprov Lampung Siapkan Komoditas Unggulan Desa Berdaya Saing Global

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Tak Lupa Akar Budaya! Pemprov Lampung Ajak Masyarakat Utamakan Bahasa Indonesia dan Rawat Bahasa Daerah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Gubernur Mirza Dorong FKI SBS Lahirkan Inovasi Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Tak Cuma Singgah! Gubernur Lampung Ingin Tahura WAR Bikin Wisatawan Betah Berlibur Lebih Lama

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Buktikan Kepemimpinan Unggul, Sekdaprov Lampung Raih Posisi Kedua di Ajang ADLG Awards 2026

Berita Terbaru