Sektor Pertanian Banten Tunjukkan Kinerja Positif, Produksi Padi Meningkat Signifikan

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Serang – ​Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatatkan kinerja positif di sektor pertanian sepanjang tahun 2025. Gubernur Banten Andra Soni, mengungkapkan bahwa produksi padi di wilayahnya mengalami lonjakan signifikan sebesar 16,84 persen. Kenaikan ini dibarengi dengan perluasan area panen yang mencapai 349.288 hektare.

​Hal tersebut disampaikan Gubernur Andra Soni usai mengikuti acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara daring di Jalan Tasikardi–Banten Lama, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Rabu (7/1/2026).

​“Luas panen Provinsi Banten tahun 2025 meningkat 16,84 persen, dari 299 ribu hektare menjadi 349.288 hektare. Sejalan dengan itu, produksi padi meningkat 16,84 persen, dari 1,5 juta ton menjadi 1,8 juta ton,” ujar Andra Soni.

​Berdasarkan data produksi, Andra merinci bahwa kontribusi beras tertinggi di Provinsi Banten berasal dari tiga wilayah utama, yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Serang.

​Menurut Andra, tren positif ini tidak terlepas dari intervensi kebijakan Pemerintah Pusat di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto. Program strategis seperti penurunan harga pupuk, penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP), serta perbaikan infrastruktur irigasi yang dilakukan bersinergi dengan pemerintah daerah, menjadi kunci keberhasilan tersebut.

​“Ini semua terjadi berkat program Presiden Prabowo Subianto dalam menurunkan harga pupuk, penetapan harga gabah kering panen, juga perbaikan saluran irigasi oleh Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah,” tegasnya.

​Komitmen Perlindungan Lahan

​Sebagai langkah keberlanjutan, Gubernur Andra Soni bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pemerintah kabupaten/kota se-Banten berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan produktivitas pangan pada tahun 2026. Salah satu strategi utamanya adalah perlindungan lahan pertanian.

​“Pemprov Banten berkomitmen melindungi lahan persawahan melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan program Lahan Sawah Dilindungi (LSD),” ucap Andra.

​Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan stimulus kepada petani berupa bibit unggul varietas Inpari 32, Cakrabuana, dan Biosalin 1 dengan total berat satu ton. Bantuan diserahkan kepada lima kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Kertabakti, Cibesi, Sirandu, Tani Bakti, dan Sari Asih. Selain itu, turut disalurkan 200 paket sembako bagi masyarakat sekitar lokasi acara.

​Apresiasi Presiden atas Swasembada Pangan

​Dalam sambutannya secara virtual, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa bangga atas capaian swasembada pangan nasional. Presiden mengungkapkan bahwa target yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun, berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun masa pemerintahannya.

​“Saat dilantik, saya targetkan empat tahun. Satu tahun kita swasembada pangan. Saya yakin dan bangga bahwa hari ini berhasil sebagai putra-putri terbaik bangsa, membuktikan mampu mencapai swasembada pangan,” tegas Presiden.

​Presiden menekankan bahwa swasembada pangan adalah kemenangan strategis dan faktor vital dalam menjaga kedaulatan negara. “Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan tergantung kepada bangsa lain,” tambahnya.

​Lebih lanjut, Presiden memaparkan peta jalan ketahanan pangan ke depan, termasuk target swasembada jagung untuk menekan harga pakan ternak, pengembangan bioenergi (biosolar dan bioetanol), serta rencana pembukaan 1.100 desa nelayan dan pembangunan kolam ikan pada tahun 2026 untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau 55 juta anak.

​Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam laporannya menambahkan bahwa produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34 juta ton dengan stok cadangan sebesar 3,2 juta ton. Kesejahteraan petani juga membaik yang ditandai dengan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 125.

​“Swasembada beras adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih atas arahan Presiden,” pungkas Mentan Amran.(Ls)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Brigjen Pol Hendra Wirawan Menghadiri kegiatan Pra-Operasi Ketupat Maung 2026
Pemprov Banten Diminta Siaga, Wagub Instruksikan OPD Tanggap Darurat Banjir
Hadiri Santunan 1.000 Anak Yatim, Andra Soni Tegaskan Prioritas Program Sekolah Gratis
Tokoh Banten Hadiri Buka Puasa Bersama yang Digelar Perkumpulan Urang Banten
FKPQ dan Porwan Pandeglang Kolaborasi Gelar Lomba Mewarnai Kaligrafi untuk Generasi Qurani
Pantauan CCTV, Lalu Lintas dari Tol Merak ke Pelabuhan Masih Lancar
Wagub Banten Apresiasi Dedikasi Pengurus Percasi Kabupaten/Kota
Bantu Pengemudi Ojek Berpenghasilan Rendah, BAZNAS Pandeglang Gelar Servis Motor Gratis

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 11:52 WIB

Brigjen Pol Hendra Wirawan Menghadiri kegiatan Pra-Operasi Ketupat Maung 2026

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:42 WIB

Pemprov Banten Diminta Siaga, Wagub Instruksikan OPD Tanggap Darurat Banjir

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:48 WIB

Hadiri Santunan 1.000 Anak Yatim, Andra Soni Tegaskan Prioritas Program Sekolah Gratis

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:38 WIB

Tokoh Banten Hadiri Buka Puasa Bersama yang Digelar Perkumpulan Urang Banten

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:55 WIB

FKPQ dan Porwan Pandeglang Kolaborasi Gelar Lomba Mewarnai Kaligrafi untuk Generasi Qurani

Berita Terbaru

Bekasi

Maknai Ramadan, Wawali Bekasi Ajak Lakukan Amalan Terbaik

Senin, 9 Mar 2026 - 09:06 WIB