Sadis! Pelajar Bantul Tewas Dianiaya, Dua Pelaku Tertangkap 5 Diburu

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Bantul – Kasus penganiayaan brutal yang menewaskan pelajar Ilham Dwi Saputra (16), warga Payungan, Triharjo, Pandak, Bantul, akhirnya menemui titik terang.

Jajaran Satreskrim Polres Bantul berhasil mengamankan dua terduga pelaku, sementara lima lainnya masih dalam pengejaran.

Peristiwa tragis ini sontak menggegerkan warga dan memicu kemarahan publik atas aksi kekerasan yang dinilai sangat keji.

Kasihumas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, S.H., mengungkapkan identitas pelaku yang telah diamankan.

“Kedua pelaku berinisial BLP alias BR (18) warga Kretek dan YP alias B warga Bambanglipuro. Keduanya sudah ditangkap dan diamankan di sel tahanan Polres Bantul,” ujarnya kepada media, Selasa (21/4/2026).

Namun, ia menegaskan bahwa detail motif dan kronologi lengkap masih dalam pendalaman penyidik.

Rita menjelaskan, peristiwa penganiayaan terjadi di Lapangan Gadung Mlaten, Banyuurip, Caturharjo, Pandak pada Selasa malam (14/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

“Untuk motif dan detail penangkapan belum bisa kami publikasikan. Saat ini penyelidikan masih terus berjalan,” katanya.

Polisi juga telah menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap lima pelaku lain yang identitasnya sudah dikantongi.

Pihak keluarga korban pun menyampaikan duka mendalam sekaligus harapan besar agar keadilan ditegakkan.

Ayah korban, Sugeng Riyanto, mengungkapkan kronologi awal sebelum kejadian tragis tersebut.

“Sekitar pukul 10 malam, ada dua orang berboncengan menjemput anak saya. Saya tidak menyangka itu menjadi awal petaka,” tuturnya lirih kepada wartawan di rumah duka, Senin (20/4/2026).

Lebih memilukan, korban diduga dianiaya secara bersama-sama oleh sekitar 10 orang dengan cara yang sangat sadis.

“Anak saya dipukuli ramai-ramai, disundut rokok, bahkan dilindas motor berulang kali. Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya, karena ini sangat sadis,” tegas Sugeng.

Sementara itu, polisi berharap dukungan masyarakat. “Kami mohon doa dan dukungan agar kasus ini segera tuntas,” pungkas Rita. (waw)

Berita Terkait

14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan
Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total
Target 150 Ribu Siswa, Dosen UMY Ingatkan Pemerintah Soal Ketimpangan Pendidikan
Malioboro Semarak Kirab Kebangsaan, Pesan Persatuan Menggema Jelang HUT ke-81 RI
‎FE UWM Cetak Lulusan Berintegritas, Berdampak di Dunia Kerja
Workshop Smart Village UMY Dorong Transformasi Desa Berbasis Teknologi dan Tata Kelola
Dua Bulan Persiapan, Mahasiswa Teknik Sipil UMY Borong Tiga Penghargaan di Malaysia
Bendera Raksasa 481 Meter Siap Gegerkan Jogja Merah Putih

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:07 WIB

14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Target 150 Ribu Siswa, Dosen UMY Ingatkan Pemerintah Soal Ketimpangan Pendidikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Malioboro Semarak Kirab Kebangsaan, Pesan Persatuan Menggema Jelang HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:49 WIB

‎FE UWM Cetak Lulusan Berintegritas, Berdampak di Dunia Kerja

Berita Terbaru