Riset UWM Bongkar Pertumbuhan Ekonomi DIY Belum Inklusif Merata

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎SLEMAN – Temuan mengejutkan diungkap dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram, Wuku Astuti.
‎
Melalui riset terbarunya, ia menemukan bahwa pertumbuhan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada era digital ternyata belum sepenuhnya mampu menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat.
‎
Hasil penelitian berjudul Regional Fiscal Performance and Inclusive Economic Growth in Yogyakarta’s Digital Era tersebut dipaparkan Wuku Astuti di Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman, Rabu (24/6/2026).
‎
“Tujuan utama riset ini adalah menguji hubungan antara kinerja fiskal daerah, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat inklusivitas pertumbuhan tersebut di DIY pada era tata kelola pemerintahan digital,” ujar Wuku.
‎
Dalam penelitiannya, Wuku menggunakan data panel dari lima kabupaten dan kota di DIY selama periode 2008 hingga 2024.
‎
“Analisis dilakukan menggunakan metode regresi berganda berbasis pooled OLS yang kemudian diuji kembali dengan teknik bootstrapped standard errors menggunakan 5.000 sampel ulang untuk memastikan validitas temuan,” jelasnya.
‎
Ia menerangkan, kinerja fiskal daerah diukur melalui sejumlah indikator penting seperti kemandirian fiskal, efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD), efisiensi belanja, keselarasan belanja, ketergantungan fiskal, hingga pertumbuhan pendapatan daerah.
‎
“Dalam model ini, digitalisasi fiskal ditempatkan sebagai variabel pemoderasi yang memengaruhi hubungan antarvariabel,” katanya.
‎
Hasil riset menunjukkan bahwa efisiensi belanja, keselarasan belanja, dan ketergantungan fiskal memiliki hubungan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
‎
“Digitalisasi fiskal terbukti memperkuat dampak kemandirian daerah dan keselarasan belanja terhadap pertumbuhan ekonomi.
‎
Bahkan interaksi digitalisasi dengan ketergantungan fiskal juga menunjukkan sinyal positif meski masih pada tingkat marjinal,” ungkap Wuku.
‎
Namun, temuan yang paling menjadi sorotan justru muncul pada aspek pemerataan hasil pembangunan.
‎
Wuku menemukan adanya hubungan negatif antara pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi inklusif.
‎
“Artinya, pertumbuhan daerah yang terjadi selama ini belum sepenuhnya bertranslasi menjadi kesejahteraan yang dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
‎
Angka pertumbuhan yang tinggi tidak otomatis menghasilkan pembangunan yang inklusif,” tegasnya.
‎
Menurut Wuku, penelitian ini memiliki nilai kebaruan karena mengintegrasikan kinerja fiskal daerah, digitalisasi fiskal, pertumbuhan ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi inklusif dalam satu kerangka empiris yang komprehensif.
‎
“Tata kelola fiskal digital memang penting untuk memacu roda ekonomi. Namun pemerintah daerah tidak boleh berhenti pada capaian pertumbuhan semata.
‎
‎”Harus ada kebijakan khusus agar manfaat ekonomi dapat dinikmati secara merata dan mampu mengurangi ketimpangan yang masih terjadi,” pungkasnya.(WAW)

Berita Terkait

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut
Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD
‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Berita Terbaru

Yogyakarta

Harda Kiswaya Gaungkan Kerukunan Lewat Pesparawi Sleman 2026

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:41 WIB

Yogyakarta

Susanto Dwi Antoro Dorong Langen Beksan Jaga Warisan Budaya

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:37 WIB

Jawa Tengah

Ribuan Massa GPK Kepung Borobudur, Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:32 WIB

Yogyakarta

KAI Buka Tiket Desember, Penumpang Wajib Cek Perubahan Jadwal

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:28 WIB