Raperda Riset dan Inovasi DIY Rampung, Jadi Tonggak Pembangunan Berbasis Pengetahuan

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Upaya memperkuat fondasi riset dan inovasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) segera mencapai tahap akhir. Panitia Khusus (Pansus) BA 26 DPRD DIY memastikan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Penyelenggaraan Riset, Invensi, dan Inovasi Daerah telah rampung secara substansi dan siap dibawa ke tahap harmonisasi.

Ketua Pansus, Eko Suwanto, menjelaskan bahwa pembahasan raperda tersebut telah melalui proses panjang dengan melibatkan berbagai kalangan, mulai dari akademisi hingga pelaku inovasi. Ia menegaskan, regulasi ini menjadi langkah penting agar arah pembangunan daerah tidak lagi bersandar pada asumsi, tetapi berlandaskan data dan hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Seluruh masukan dari eksekutif, akademisi, pelaku inovasi, dan masyarakat telah diakomodasi. Kini naskahnya sudah final secara substansi,” ujar Eko, Kamis (23/10/2025).

Raperda ini disusun untuk memperkuat tata kelola riset dan inovasi secara terstruktur serta membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, industri, dan masyarakat.

Salah satu poin krusial dalam raperda ini adalah pembentukan kelembagaan riset dan inovasi terintegrasi di lingkungan Pemerintah Daerah DIY. Lembaga tersebut diharapkan menjadi pusat koordinasi lintas sektor guna mempercepat lahirnya kebijakan publik berbasis sains dan teknologi.

Selain itu, regulasi ini juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga riset nasional seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mendorong partisipasi aktif kampus dan desa atau kalurahan dalam kegiatan inovatif. Dengan begitu, hasil riset tidak berhenti di ruang akademik, tetapi hadir sebagai solusi nyata di tengah masyarakat.

Setelah proses finalisasi substansi, hasil pembahasan akan dibawa ke rapat harmonisasi bersama Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda). Tahapan berikutnya ialah evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri sebelum penetapan melalui rapat paripurna DPRD DIY.

Eko menargetkan raperda ini dapat disahkan pada akhir Oktober 2025. Ia berharap regulasi tersebut menjadi tonggak baru bagi DIY untuk memperkuat daya saing melalui inovasi yang berbasis pengetahuan dan riset berkelanjutan.

Dengan landasan hukum yang kuat, DIY diharapkan mampu mempercepat transformasi menuju daerah yang unggul dalam riset, mandiri dalam inovasi, dan adaptif terhadap tantangan zaman. (ihd)

Berita Terkait

DPRD DIY Gelar Wayang ‘Kangsa Adu Jago’, Eko Suwanto Ajak Pemimpin Teguhkan Integritas
Eko Suwanto Pimpin DPC PDI-P Kota Yogyakarta Lagi, Fokus Tekan Ketimpangan
Eko Suwanto Desak Skema Pendanaan Kreatif di Tengah Pemangkasan APBD DIY 2026
Aset Nganggur Disorot, Eko Suwanto Dorong Optimalisasi Anggaran Jelang Pemangkasan
DPRD DIY Dorong Regenerasi Pramuwisata, 957 Belum Tersertifikasi KTPP
Jembatan Kewek Dibahas di Rapat Kerja DPRD: Penanganan Infrastruktur Jadi Prioritas
Tekanan Fiskal Menguat, Eko Suwanto Dorong Pemda Percepat Optimalisasi Aset Daerah
Bamus DPRD Kota Yogyakarta Mantapkan Agenda Finalisasi APBD 2026

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 17:13 WIB

DPRD DIY Gelar Wayang ‘Kangsa Adu Jago’, Eko Suwanto Ajak Pemimpin Teguhkan Integritas

Senin, 8 Desember 2025 - 16:35 WIB

Eko Suwanto Pimpin DPC PDI-P Kota Yogyakarta Lagi, Fokus Tekan Ketimpangan

Senin, 8 Desember 2025 - 16:19 WIB

Eko Suwanto Desak Skema Pendanaan Kreatif di Tengah Pemangkasan APBD DIY 2026

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:27 WIB

Aset Nganggur Disorot, Eko Suwanto Dorong Optimalisasi Anggaran Jelang Pemangkasan

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:34 WIB

DPRD DIY Dorong Regenerasi Pramuwisata, 957 Belum Tersertifikasi KTPP

Berita Terbaru