Proyek PSEL Bekasi Diharapkan Jadi Solusi Permanen Pengelolaan Sampah Perkotaan

Selasa, 26 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi terus berkomitmen mencari solusi atas persoalan darurat sampah yang kian mendesak. Dengan jumlah penduduk lebih dari 2,5 juta jiwa, Kota Bekasi menghasilkan sampah sekitar 1.800 ton per hari. Pola pengelolaan sampah yang masih bertumpu pada sistem collect–transport–dispose ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu telah menyebabkan over kapasitas dan menimbulkan dampak lingkungan serius.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kota Bekasi mendorong pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) berkapasitas 1.000 ton per hari.

Proyek ini menggunakan teknologi moving grate incinerator yang ramah lingkungan, Sistem Pengolahan Gas Buang yang memenuhi standar Direktif 2010/75/UE tentang emisi industri (IED), Leachate Treatment & WWTP yang memenuhi standar Permen LHK P.59/2016 & Permen LHK P.68/2016 yang dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU),

Peran Pemerintah Kota Bekasi antara lain menyediakan regulasi mendukung investasi, perizinan dan teknis lainnya, memastikan lahan sesuai RTRW, konstruksi akses jalan dan Tipping Fee.

Seasuai ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang percepatan pembangunan instalasi PSEL dan Peraturan Menteri PPN/Bappenas Nomor 7 Tahun 2023 tentang pelaksanaan KPBU dalam penyediaan infrastruktur.

Konsultasi Publik tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Drs. Junaedi, terkait skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang digelar Selasa (26/8). Forum ini melibatkan aparatur Pemkot Bekasi, para pemangku kepentingan, serta perwakilan masyarakat.

“Jika tidak ditangani dengan serius, Kota Bekasi diprediksi tidak mampu lagi menampung volume sampah dalam beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan khusus dan langkah preventif,” ujar Sekda Kota Bekasi.

Konsultasi publik menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain:
• Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi yang memaparkan rencana proyek PSEL berbasis teknologi ramah lingkungan.
• Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, yang menjelaskan dukungan kebijakan pusat terhadap pengembangan waste to energy.
• Dr. Ir. Mochammad Chaerul, S.T., M.T., akademisi ITB, yang menyampaikan perspektif akademis serta pengalaman penerapan proyek PSEL melalui skema KPBU.

Kegiatan ini bertujuan:
1. Memberikan informasi komprehensif terkait proyek, termasuk spesifikasi, risiko, dan dukungan pemerintah.
2. Menyempurnakan kajian pra-studi kelayakan agar proyek siap ditawarkan kepada investor.
3. Menciptakan transparansi dalam proses pengadaan proyek KPBU.
4. Menghimpun masukan masyarakat dan pemangku kepentingan sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemkot dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, Pemerintah Kota Bekasi terus berinovasi dengan melakukan riset dan merealisasikan program yang memberi dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.(Nad)

Sumber: Diskominfostandi

Berita Terkait

Tri Adhianto Dorong Budaya Siaga Bencana Sejak Dini melalui Simulator Gempa
Menuju WBK dan WBBM, Kejari Bekasi Teken Komitmen Bersama
Pemkot Bekasi dan BMPS Bersinergi Wujudkan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Kota Bekasi
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto: Penanganan WC Helikopter Jadi Prioritas Capai Status ODF Kota Bekasi
Pemkot Bekasi Fokus Memperluas Jangkauan Transportasi Publik Melalui Layanan Trans Beken
Jembatan Kalimalang Diresmikan, Sinergi Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi Ditingkatkan
Bekasi Berkebaya Hadirkan Fashion Show Disabilitas, Tegaskan Nilai Kesetaraan dan Inklusivitas

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:32 WIB

Tri Adhianto Dorong Budaya Siaga Bencana Sejak Dini melalui Simulator Gempa

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:09 WIB

Menuju WBK dan WBBM, Kejari Bekasi Teken Komitmen Bersama

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:25 WIB

Pemkot Bekasi dan BMPS Bersinergi Wujudkan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:51 WIB

Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Kota Bekasi

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:46 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto: Penanganan WC Helikopter Jadi Prioritas Capai Status ODF Kota Bekasi

Berita Terbaru

Muhammadiyah meluncurkan 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di tujuh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), Jumat (12/2), di Ballroom The University Hotel Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (Humas UMY)

Pendidikan

Bersama UMY, Muhammadiyah Luncurkan 24 PPDS di Tujuh PTMA

Jumat, 13 Feb 2026 - 18:01 WIB