Portal dan Pagar Pembatas di Malioboro Dikeluhkan, Lansia hingga Disabilitas Kesulitan Melintas

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA — Pemasangan portal pada akses pejalan kaki dikawasan Malioboro, Yogyakarta, menuai keluhan warga. Pembatas tersebut dinilai tidak ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, maupun pejalan kaki yang membutuhkan akses lebih mudah dan aman.

Keluhan tersebut mencuat setelah beredar rekaman yang memperlihatkan seorang nenek pengguna kursi roda kesulitan melewati akses yang kini terhalang portal dan pagar pembatas.

Dalam video yang beredar dari akun @suhargiyanto671, pengguna kursi roda tampak harus berupaya mencari celah untuk melewati pembatas. Kondisi itu memunculkan sorotan terhadap aspek aksesibilitas pada jalur yang digunakan masyarakat untuk menuju kawasan Malioboro.

Tak hanya pengguna kursi roda, keberadaan portal dan pagar pembatas juga dinilai menyulitkan lansia serta pejalan kaki lainnya. Beberapa pengguna jalan bahkan harus membungkuk atau mencari sisi tertentu agar dapat melewati jalur tersebut.

Warga menilai pembatasan akses memang dapat dilakukan untuk menjaga ketertiban maupun mengatur mobilitas di kawasan Malioboro. Namun, pemasangannya perlu tetap mempertimbangkan kebutuhan seluruh pengguna jalan, termasuk kelompok rentan.

Kondisi tersebut kembali menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas publik yang dapat diakses semua kalangan. Jalur pedestrian semestinya tidak hanya berfungsi sebagai ruang bagi pejalan kaki, tetapi juga dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh penyandang disabilitas dan lansia.

Portal atau pembatas yang dipasang seharusnya tidak menciptakan hambatan baru bagi pengguna kursi roda maupun masyarakat dengan keterbatasan mobilitas.

Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat mengevaluasi kembali desain dan posisi portal tersebut. Evaluasi diperlukan agar fungsi pengamanan atau pengaturan akses tetap berjalan tanpa mengorbankan hak masyarakat untuk mendapatkan akses pedestrian yang layak.

Malioboro sebagai salah satu kawasan ikonik dan tujuan wisata utama di Yogyakarta dinilai perlu terus memperkuat konsep kawasan yang inklusif dan ramah bagi semua kelompok masyarakat.

Warga berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dan solusi, sehingga akses dari Sosrowijayan menuju Malioboro tetap dapat dilalui dengan aman, termasuk oleh lansia dan penyandang disabilitas. (Aga)

Berita Terkait

Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, MK Dihadapkan pada Persoalan Kewenangan dan Kepastian Hukum
Gugatan Pendidikan Gibran di MK, Pakar Hukum UMY Jelaskan Nasib Jabatan Wapres
Warga Gunungkidul Dilanda Kekeringan, Tiga belas Tangki Air Bersih Disalurkan
Mendagri Tekankan Rotasi dan Penyegaran Organisasi Saat Lantik Pejabat
Bawa Bregodo Keraton, Warga Yogyakarta Beri Kejutan HUT ke-81 TNI di Makorem
Irwandi Dikukuhkan Guru Besar Fotografi, ISI Yogyakarta Buka Babak Baru
Pakar Hukum Tata Negara UMY: Pengawasan Aparat Penegak Hukum Masih Terfragmentasi
Astrea Kota Gudeg Rayakan Anniversary Pertama, Geliatkan UMKM Piyungan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, MK Dihadapkan pada Persoalan Kewenangan dan Kepastian Hukum

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Gugatan Pendidikan Gibran di MK, Pakar Hukum UMY Jelaskan Nasib Jabatan Wapres

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Warga Gunungkidul Dilanda Kekeringan, Tiga belas Tangki Air Bersih Disalurkan

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Mendagri Tekankan Rotasi dan Penyegaran Organisasi Saat Lantik Pejabat

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Bawa Bregodo Keraton, Warga Yogyakarta Beri Kejutan HUT ke-81 TNI di Makorem

Berita Terbaru