Peran Perusahaan Pers dalam Menciptakan Dunia Jurnalistik yang Sehat

Selasa, 2 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Dadang Rachmat
Sekjen AMKI

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Sehat atau tidaknya dunia jurnalistik di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh independensi wartawan, tetapi juga sangat bergantung pada keberlangsungan hidup perusahaan pers. Sebagai institusi yang menaungi wartawan dan menjadi motor penggerak produksi informasi, perusahaan pers memegang peran penting dalam memastikan ekosistem jurnalistik berjalan profesional, etis, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Di tengah derasnya arus digitalisasi media dan kompetisi yang kian ketat, perusahaan pers menghadapi tantangan besar. Mulai dari disrupsi bisnis akibat dominasi platform digital global, melemahnya pendapatan iklan, hingga tekanan politik dan ekonomi. Situasi ini kerap membuat media terjebak pada praktik-praktik yang justru mengikis nilai-nilai jurnalisme sehat, seperti mengejar sensasi, berita clickbait, atau bahkan menjadi corong kepentingan tertentu.

Di sinilah peran perusahaan pers diuji. Mereka dituntut tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai penjaga gawang informasi (gatekeeper of information). Perusahaan pers yang sehat akan memberikan ruang kerja yang layak bagi wartawan, menjaga independensi redaksi dari intervensi pemilik modal maupun kekuasaan, serta memastikan produk jurnalistik selalu mengedepankan kode etik dan kepentingan publik.

Namun, tanggung jawab ini tidak bisa dipikul sendiri oleh perusahaan pers. Pemerintah sebagai regulator juga memiliki kewajiban untuk menciptakan iklim yang mendukung keberlangsungan media. Jika pemerintah menginginkan dunia jurnalistik yang sehat, maka perhatian tidak boleh hanya difokuskan pada wartawan semata, tetapi juga pada para pengusaha media yang menopang seluruh infrastruktur pers.

Bentuk perhatian tersebut dapat berupa regulasi yang adil, insentif fiskal bagi media nasional, perlindungan dari dominasi platform digital asing, hingga program peningkatan kapasitas manajemen media. Dengan demikian, perusahaan pers tidak sekadar bertahan hidup, melainkan mampu berkembang dan menjalankan fungsi idealnya: sebagai pilar demokrasi, penyalur aspirasi publik, sekaligus pengawas jalannya kekuasaan.

Pada akhirnya, dunia jurnalistik yang sehat adalah hasil kolaborasi. Perusahaan pers harus berkomitmen menjaga kualitas dan independensi produk jurnalistik, sementara pemerintah harus memastikan lingkungan bisnis media yang adil dan berkelanjutan. Jika keduanya berjalan seiring, publik akan menjadi pihak yang paling diuntungkan: memperoleh informasi yang benar, akurat, dan bermanfaat demi kemajuan bangsa.

(*)

Berita Terkait

Gaji ke-13 ASN Dibayar Penuh Tanpa Potongan, Ini Rinciannya
Pemerintah Genjot Pelebaran Sungai Ciliwung Demi Tingkatkan Kapasitas Aliran
Kawasan Transmigrasi Tak Lagi Identik Pertanian, Kini Simpan Potensi Migas
PN Jakarta Timur Lanjutkan Pemeriksaan Saksi Kasus Pembunuhan Kepala Cabang BRI
Terima Audiensi UNAIR, AHY Tekankan Pentingnya Good Governance
Abdul Latif: Politik Dinasti Tak Bisa Dilihat Hitam Putih dalam Demokrasi
Robby Kurniawan Jalani Pemeriksaan KPK terkait Suap DJKA
Menko AHY Soroti Ancaman Banjir Rob dan Penurunan Tanah di Pantura

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:29 WIB

Gaji ke-13 ASN Dibayar Penuh Tanpa Potongan, Ini Rinciannya

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00 WIB

Pemerintah Genjot Pelebaran Sungai Ciliwung Demi Tingkatkan Kapasitas Aliran

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:48 WIB

Kawasan Transmigrasi Tak Lagi Identik Pertanian, Kini Simpan Potensi Migas

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:42 WIB

PN Jakarta Timur Lanjutkan Pemeriksaan Saksi Kasus Pembunuhan Kepala Cabang BRI

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:23 WIB

Terima Audiensi UNAIR, AHY Tekankan Pentingnya Good Governance

Berita Terbaru