Penertiban Aset Pemprov Lampung Berjalan Damai, Warga Dukung Penataan Wilayah Secara Mandiri

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Lampung Selatan — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menunjukkan komitmennya dalam menata dan mengamankan aset daerah dengan cara yang humanis dan mengedepankan dialog bersama masyarakat.

Hal ini tercermin dalam pelaksanaan Apel Gabungan Persiapan Penertiban Lahan/Aset Milik Pemprov Lampung yang digelar di Lapangan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (6/11/2025).

Apel dipimpin oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Achmad Saefulloh, yang bertindak sebagai pembina apel. Kegiatan ini merupakan persiapan pelaksanaan penertiban tahap kedua terhadap lahan milik Pemprov Lampung yang tercatat dalam Sertifikat Hak Pakai Nomor 03/Sabah Balau, berdasarkan Surat Ukur Nomor 691/Sabah Balau/2014 tanggal 2 Mei 2014, dengan luas 599.508 meter persegi yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Selatan.

“Pelaksanaan penertiban ini merupakan tindak lanjut dari tahap pertama yang telah dilaksanakan pada 12 Februari 2025 lalu. Alhamdulillah, kegiatan waktu itu berjalan dengan baik dan lancar. Tidak ada permasalahan berarti dan semuanya dapat diselesaikan secara damai,” ujar Achmad Saefulloh dalam amanatnya.

Ia menyampaikan apresiasi dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal kepada seluruh pihak yang berperan aktif dalam menjaga ketertiban, terutama kepada masyarakat yang dengan kesadaran tinggi secara mandiri telah membongkar bangunannya dan meninggalkan lokasi tanpa paksaan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang dengan kesadaran sendiri mengosongkan lahan. Saat ini, sekitar 80 hingga 90 persen bangunan telah dibongkar secara mandiri. Ini menunjukkan adanya komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Pada tahap kedua ini, terdapat 30 bangunan di area penertiban. Sebanyak 14 bangunan akan dibongkar seluruhnya, sementara 16 lainnya hanya sebagian, karena sebagian struktur berdiri di luar batas lahan milik pemerintah.

Achmad Saefulloh menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penegakan aturan, tetapi bagian dari upaya pemerintah untuk menata aset daerah agar dapat dimanfaatkan bagi kepentingan publik.

“Penertiban ini bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan demi kepentingan masyarakat luas dan kelancaran pembangunan di Provinsi Lampung. Karena itu, kami melaksanakan kegiatan ini dengan pendekatan humanis dan profesional, sebagaimana yang dilakukan pada tahap pertama,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak, mulai dari unsur Forkopimda, TNI-Polri, hingga masyarakat yang menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama proses berlangsung.

“Mari kita jaga suasana yang kondusif, saling menghormati, dan terus bekerja sama dalam mewujudkan Provinsi Lampung yang berkeadilan dan sejahtera,” pungkas Achmad.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Peraturan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Provinsi Lampung, Lakoni Ahmad,SH.,M.H., menjelaskan bahwa sebelum dilakukan penertiban, pemerintah telah menempuh berbagai langkah persuasif, termasuk mengirimkan surat peringatan sebanyak tiga kali, masing-masing pada tanggal 30 September, 4 Oktober, dan 8 Oktober 2025.

Selain itu, Pemprov Lampung juga telah memberikan Surat Pemberitahuan Nomor 000.2/0547/VI.02/2025 kepada warga yang menempati lahan tersebut agar secara sukarela mengosongkan area hingga batas waktu 11 Februari 2025.

Kegiatan apel gabungan dan penertiban aset ini diharapkan berjalan lancar, aman, serta membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat tata kelola aset daerah yang transparan dan berorientasi pada kepentingan publik. (nr)

Sumber : Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Berita Terkait

Porwanas XV 2027, Lampung Siapkan Atlet dan Infrastruktur Sejak Dini
Lampung Masuk Tiga Besar Nasional, Ombudsman Dorong Peningkatan Pelayanan Publik
KPK Buka Pengaduan Terkait Oknum yang Klaim Bisa Atur Perkara Korupsi
UMJ Resmi Hadir di Tulang Bawang, Solusi Akses Pendidikan Tinggi bagi Masyarakat Daerah
Bonus Demografi 2035 Jadi Peluang, Lampung Dorong Peningkatan Kualitas SDM
Lampung Optimalkan Konsolidasi Pengadaan untuk Ciptakan Value for Money Anggaran
Pemprov Lampung Fokuskan Validasi Data Pendidikan dalam KK untuk Dorong Kenaikan IPM
Penguatan Literasi dan Pariwisata, Lampung Siapkan Buku Cerita Rakyat Berbasis Budaya Lokal

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 15:14 WIB

Porwanas XV 2027, Lampung Siapkan Atlet dan Infrastruktur Sejak Dini

Rabu, 29 April 2026 - 11:50 WIB

Lampung Masuk Tiga Besar Nasional, Ombudsman Dorong Peningkatan Pelayanan Publik

Rabu, 29 April 2026 - 08:49 WIB

KPK Buka Pengaduan Terkait Oknum yang Klaim Bisa Atur Perkara Korupsi

Rabu, 29 April 2026 - 08:41 WIB

UMJ Resmi Hadir di Tulang Bawang, Solusi Akses Pendidikan Tinggi bagi Masyarakat Daerah

Rabu, 29 April 2026 - 08:34 WIB

Bonus Demografi 2035 Jadi Peluang, Lampung Dorong Peningkatan Kualitas SDM

Berita Terbaru