Pencarian Arupadhatu I Dihentikan di Hari ke-10, Gubernur Banten Andra Soni: Pemantauan Tetap Dilakukan

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, BANTEN – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap delapan korban hilang kontak bersama kapal Arupadhatu I di perairan Selat Sunda resmi dihentikan. Keputusan ini diambil pada hari ke-10 pencarian, yang merupakan batas akhir masa perpanjangan operasi selama tiga hari.

​Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan, keputusan tersebut diambil setelah Tim SAR Gabungan melakukan evaluasi menyeluruh. Sejak pencarian hari pertama hingga masa perpanjangan berakhir, petugas belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun kedelapan penumpang yang terdiri dari jurnalis dan anak buah kapal (ABK).

​“Secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut,” ujar Gubernur Andra Soni di Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (17/9/2026).

​Selama sepuluh hari operasi berlangsung, Tim SAR Gabungan sempat menemukan 13 objek di sejumlah titik pencarian. Objek tersebut meliputi jaket pelampung (life jacket), terpal, helm, dan sejumlah material lainnya. Namun, setelah dicek dan dikonfirmasi oleh unsur Polairud, seluruh temuan tersebut dipastikan tidak terkait dengan Arupadhatu I.

​”Dari 13 objek yang ditemukan, setelah dicek dan diteliti, dinyatakan tidak terhubung dengan Arupadhatu I,” tuturnya menambahkan.

​Lebih lanjut, Gubernur Andra menegaskan bahwa penghentian pencarian aktif ini merupakan kewenangan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sebagai koordinator operasi SAR Gabungan, dengan mempertimbangkan efektivitas pencarian.

​“Dengan berat hati, pelaksanaan operasi SAR Gabungan dinyatakan dihentikan,” kata Gubernur Andra. Ia turut mengapresiasi seluruh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat yang telah berjuang sejak hari pertama.

​Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menegaskan bahwa ditutupnya operasi aktif bukan berarti pemantauan terhadap Arupadhatu I berakhir. Pemantauan pasif akan terus dilakukan melalui berbagai instrumen, seperti Sistem Pemantauan Pergerakan Kapal (VTS), armada Pangkalan TNI AL (Lanal), Polairud, serta kapal-kapal niaga yang melintas di Selat Sunda.

​“Operasi SAR tidak berhenti sampai di sini. Kami tetap melakukan pemantauan melalui berbagai unsur yang berpatroli maupun kapal yang melintas,” ujar Al Amrad.

​Ia menjelaskan, pemantauan tersebut penting untuk menjaring informasi baru terkait keberadaan Arupadhatu I dan delapan penumpangnya.

​“Apabila ke depan ditemukan tanda-tanda keberadaan mereka, operasi SAR akan langsung kami buka kembali,” ucapnya menegaskan.(gla)

Sumber : adpim

Berita Terkait

Polda Banten Gelar Upacara Kenaikan Pangkat 8 PNS, Diharapkan Makin Profesional
Dihadiri 4.000 Peserta, Senam Bersama Spektakuler Meriahkan HUT Ke-26 Banten
Wastra dan UMKM Banten Dipacu Tembus Pasar Internasional
Gemilang Korpri Night Run 2026: Lari Malam ASN Banten untuk Kesehatan dan Aksi Sosial
Dari Karya Bakti untuk Warga, 18 Km Jalan Baru Hubungkan Wilayah Pandeglang
Gubernur Andra Soni Harap Kolaborasi dengan Polda Banten Makin Solid
Pemprov Banten Luncurkan Banten CorpU untuk ASN
Pergantian Kepemimpinan, Polda Banten Gelar Serah Terima Pataka dan Farewell Parade

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Polda Banten Gelar Upacara Kenaikan Pangkat 8 PNS, Diharapkan Makin Profesional

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Dihadiri 4.000 Peserta, Senam Bersama Spektakuler Meriahkan HUT Ke-26 Banten

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Wastra dan UMKM Banten Dipacu Tembus Pasar Internasional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Gemilang Korpri Night Run 2026: Lari Malam ASN Banten untuk Kesehatan dan Aksi Sosial

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Dari Karya Bakti untuk Warga, 18 Km Jalan Baru Hubungkan Wilayah Pandeglang

Berita Terbaru