Pemprov Lampung, Petani, dan Pengusaha Sepakat Terapkan Relaksasi Rafaksi Harga Ubi Kayu

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung resmi mengeluarkan kebijakan Relaksasi Rafaksi Harga Acuan Pembelian (HAP) Ubi Kayu sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan industri tapioka sekaligus melindungi pendapatan petani ubi kayu di seluruh Lampung.

Langkah ini diambil setelah digelarnya Rapat Tindak Lanjut Penerapan Harga Acuan Pembelian (HAP) Ubi Kayu di Provinsi Lampung, yang berlangsung di Ruang Sungkai, Balai Keratun, Kantor Gubernur, Bandarlampung, Senin (1/12/2025).

Kegiatan yang membahas implementasi Pergub Nomor 36 Tahun 2025 tentang harga acuan pembelian tersebut diikuti oleh jajaran Pemprov Lampung, PPUKI, PPTTI, akademisi, MSI, pengusaha PBTI, hingga unsur advokat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Lampung Mulyadi Irsan menyampaikan bahwa Pergub tersebut telah menetapkan harga acuan pembelian ubi kayu sebesar Rp1.350/kg dengan rafaksi 15 persen tanpa mengacu pada kadar aci.
“Dalam rangka menyikapi situasi pasar saat ini, setelah pemerintah berdiskusi dengan para petani, PPUKI, dan pengusaha, Pemprov hari ini mengeluarkan surat edaran relaksasi,” ujar Mulyadi.

Relaksasi rafraksi yang dimaksud yaitu:
1. 1-25 Desember 2025: rafaksi 25 persen
2. 26 Desember 2025-25 Januari 2026: rafaksi 20 persen
3. 26 Januari 2026 dan seterusnya, batas maksimal rafaksi kembali ke ketentuan, yaitu 15 persen.
“Ini menyikapi kondisi pasar di mana tapioka di gudang masih cukup banyak,” jelasnya. la menegaskan langkah ini merupakan upaya menjaga ekosistem yang baik antara petani, pabrik, dan industri. Serta mendorong tata niaga ubi kayu di Lampung menjadi pengungkit kesejahteraan bagi petani.

Lanjut, Mulyadi mengatakan Pemprov telah membentuk Tim Pengawasan dan Pemantauan Penjualan Ubi Kayu, yang terdiri dari unsur pemerintah provinsi, kabupaten/kota, PPUKI, hingga Satgas Pangan. Tim ini mengawasi kepatuhan pelaku usaha terhadap Pergub.
“Sesuai regulasi, teguran tertulis diberikan paling lama 14 hari. Jika belum dipatuhi, teguran kedua diberikan maksimal 7 hari. Sanksi tertinggi adalah pencabutan izin pabrik,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PPUKI Provinsi Lampung, Dasrul Aswin, menyatakan pihaknya mewakili petani ubi kayu se-Provinsi Lampung sepakat dengan kebijakan tersebut.
“Kami mendukung relaksasi ini. Untuk 1-25 Desember, potongan maksimal 25 persen, dan dari tanggal 26 Desember 2025 sampai 25 Januari 2026, potongan maksimal 20 persen, semua tanpa kadar aci,” ungkap Dasrul.

Namun, ada syarat yang wajib dipenuhi petani yakni Umur singkong minimal delapan bulan dan bebas dari kayu, tanah, dan kotoran lain yang tidak wajar.
Kesepakatan antara petani dan industri juga telah ditandatangani resmi di atas materai.
“Yang penting industri konsisten dan komitmen pada kesepakatan. Setelah 26 Januari, kita kembali mengikuti Pergub tanpa tambahan syarat apa pun,” tegasnya.

Hal serupa disampaikan Haru, perwakilan Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia bahwasannya pihaknya akan mengikuti melaksanaan kebijakan tersebut.
“Kami akan melaksanakan itu, tapi kami mohon kepada karena sudah ada tim pemantau kepada teman-teman atau anggota kami yang memang melakukan kecurangan, tolong dilakukan teguran dengan tahapan-tahapan yang sudah dibuat. Jadi pada prinsipnya kami siap mendukung kebijakan atau aturan yang sudah dilaksanakan oleh Pak Gubernur,” tutupnya. (nr)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Wagub Lampung Ajak Perguruan Tinggi Mesir Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor
Sekolah Rakyat Kota Baru Dipacu, Wagub Lampung Tekankan Standar Keselamatan Kerja
Jihan Nurlela: Lampung Siap Jadi Contoh Nasional Penanganan TBC
Sekda Lampung Tegaskan Komitmen Kolaborasi dengan BKKBN dalam Percepatan Penanganan Stunting
Penguatan Hilirisasi dan Pengembangan Sektor Strategis di Lampung melalui Kunjungan Komisi VII DPR RI
Lulusan Teknik Unila Didorong Siap Hadapi Dunia Kerja dan Ciptakan Peluang
Ajang LSO 2026 Jadi Sarana Pembinaan Atlet Muda Menuju Prestasi Nasional
Lampung Dorong Standardisasi Kadar Pati untuk Tingkatkan Tata Niaga Singkong

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 21:43 WIB

Wagub Lampung Ajak Perguruan Tinggi Mesir Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor

Sabtu, 25 April 2026 - 09:06 WIB

Sekolah Rakyat Kota Baru Dipacu, Wagub Lampung Tekankan Standar Keselamatan Kerja

Sabtu, 25 April 2026 - 08:58 WIB

Jihan Nurlela: Lampung Siap Jadi Contoh Nasional Penanganan TBC

Jumat, 24 April 2026 - 08:32 WIB

Sekda Lampung Tegaskan Komitmen Kolaborasi dengan BKKBN dalam Percepatan Penanganan Stunting

Jumat, 24 April 2026 - 08:24 WIB

Penguatan Hilirisasi dan Pengembangan Sektor Strategis di Lampung melalui Kunjungan Komisi VII DPR RI

Berita Terbaru