Pemprov Lampung dan Kementan Perluas Pertanian Modern, Hasil Panen Meningkat

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, LAMPUNG TENGAH – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong peningkatan produktivitas padi melalui penerapan Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) dan dukungan Pupuk Hayati Cair (PHC).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui panen raya Demfarm PM-AAS di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (20/8/2026).

Demfarm PM-AAS yang didukung PHC dari Pemprov Lampung pada lahan seluas 100 hektare menunjukkan hasil menggembirakan. Berdasarkan hasil pengukuran melalui metode ubinan, potensi produktivitas padi mencapai rata-rata sekitar 11,2 ton per hektare.

Capaian ini menjadi salah satu bukti bahwa penerapan teknologi pertanian modern melalui PM-AAS mampu meningkatkan hasil produksi padi.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan keberhasilan demfarm tersebut menunjukkan bahwa kegiatan percontohan atau piloting PM-AAS di Provinsi Lampung telah memberikan hasil positif.

“Alhamdulillah, pemodelan PM-AAS yang dilaksanakan di Lampung hari ini telah memasuki tahap panen. Hasil pengukuran melalui metode ubinan juga sangat menggembirakan, dengan potensi produktivitas mencapai rata-rata 11,2 ton per hektare. Ini menunjukkan bahwa kegiatan percontohan atau piloting PM-AAS telah berhasil,” ujar Gubernur Mirza.

Ia menyampaikan pada tahap berikutnya, Pemprov akan mendorong ekstensifikasi agar model tersebut dapat diterapkan pada lahan persawahan diseluruh Lampung.

“Kami menyadari bahwa PM-AAS di Lampung mampu meningkatkan produktivitas hingga dua kali lipat dibandingkan hasil panen sebelumnya, kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, tentu akan semakin meningkat,” katanya.

Mirza menjelaskan Lampung mendapat target penerapan PM-AAS hingga akhir tahun 2026 seluas 35 ribu hektare. Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Lampung akan terus memperkuat kolaborasi dengan Kementan.

“Karena itu, kami akan fokus membantu dan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian agar target 35 ribu hektare tersebut dapat tercapai,” katanya.

Selain penerapan PM-AAS dan PHC, Pemprov Lampung juga mendorong peningkatan pengairan dan indeks pertanaman (IP) sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi padi.

Melalui berbagai upaya tersebut, target produksi padi Lampung pada tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 3,5 juta ton.

“Jika penerapan PM-AAS diperluas dan indeks pertanaman terus meningkat, produksi padi Lampung pada tahun depan berpeluang mencapai 4 juta ton,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan produktivitas pertanian harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani.

“Semua ini untuk memakmurkan petani. Kalau petani makmur, insyaallah Provinsi Lampung juga akan makmur. Kalau petani maju, insyaallah Provinsi Lampung juga akan semakin maju,” ujarnya.

Sementara itu, Plh. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Tin Latifah mengapresiasi dukungan Pemprov Lampung terhadap pelaksanaan PM-AAS, termasuk dukungan pupuk organik melalui program PHC.

Ia mengatakan Lampung merupakan salah satu daerah penyangga produksi pangan nasional. Lampung juga termasuk lima besar provinsi yang memberikan kontribusi besar terhadap produksi pangan nasional.

“Oleh karena itu, apabila produksi di Lampung mengalami penurunan, tentu capaian produksi nasional juga akan ikut terdampak,” kata Tin.

Menurutnya, hasil demfarm di Seputih Raman menunjukkan adanya potensi besar peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi, penggunaan benih unggul, pengelolaan budidaya yang tepat, dan kolaborasi berbagai pihak.

Ia menilai produktivitas padi di atas 10 ton per hektare bukan sesuatu yang mustahil jika seluruh komponen tersebut diterapkan secara tepat.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung Endro Gunawan mengatakan Demfarm PM-AAS di Desa Rama Nirwana dilaksanakan pada lahan seluas 100 hektare.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Lampung atas dukungan PHC dalam pelaksanaan demfarm tersebut. Menurutnya, PHC menjadi salah satu komponen penting dalam penerapan PM-AAS, terutama untuk mendukung penggunaan bahan organik dan meningkatkan kualitas budidaya pertanian.

“PHC menjadi salah satu komponen penting dalam penerapan PM-AAS, khususnya dalam mendukung penggunaan bahan organik dan peningkatan kualitas budidaya pertanian,” ujarnya.

Endro mengatakan panen perdana demfarm telah dilaksanakan pada 7 Agustus 2026. Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas pada tiga titik pengukuran masing-masing mencapai 10,6 ton, 11,46 ton, dan 11,7 ton per hektare.

Dengan demikian, rata-rata produktivitas dari tiga ubinan tersebut mencapai sekitar 11,2 ton per hektare.

“Capaian ini merupakan hasil yang luar biasa, terlebih di tengah kondisi kemarau dan fenomena El Nino,” kata Endro.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras petani, pendampingan penyuluh, penerapan teknologi PM-AAS, serta dukungan berbagai pihak, termasuk PHC melalui program Pemprov Lampung.

Keberhasilan demfarm tersebut menjadi pijakan bagi Pemprov Lampung dan Kementan untuk memperluas penerapan PM-AAS di Lampung. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan kontribusi Lampung terhadap produksi pangan nasional. (gla)

Sumber : Adpim Pemprov Lampung

Berita Terkait

Lewat Gerak Jalan Sehat, Pemprov Lampung dan Kodam XXI/Raden Inten Perkuat Kebersamaan
Dari PHC hingga Alsintan, Lampung Dorong Kemandirian Petani
BPK RI Periksa Ketahanan Energi, Pemprov Lampung Siap Perkuat Sinergi
Gubernur Mirza Perkuat Pengelolaan Pesisir untuk Dongkrak Ekonomi Lampung
HAN ke-42, Pemprov Lampung Perkuat Gerakan Hidup Sehat bagi Puluhan Ribu Anak
Tata Organisasi Diperkuat, Pemprov Lampung Kejar Pemerintahan Efektif dan Berintegritas
Driver Ojol Kembalikan Rp80 Juta, Kejujuran Tama Viral
Dorong Ekonomi Sirkular, Pemprov Lampung Kolaborasikan Pengolahan Sampah Pasar

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Lewat Gerak Jalan Sehat, Pemprov Lampung dan Kodam XXI/Raden Inten Perkuat Kebersamaan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Dari PHC hingga Alsintan, Lampung Dorong Kemandirian Petani

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Pemprov Lampung dan Kementan Perluas Pertanian Modern, Hasil Panen Meningkat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:00 WIB

BPK RI Periksa Ketahanan Energi, Pemprov Lampung Siap Perkuat Sinergi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Gubernur Mirza Perkuat Pengelolaan Pesisir untuk Dongkrak Ekonomi Lampung

Berita Terbaru

Yogyakarta

Pantai Baron Berubah Drastis, Wisatawan Tak Perlu Nyeberang

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:29 WIB