JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan volume sampah pada perayaan malam Tahun Baru 2026. Ratusan petugas kebersihan disiagakan sejak dini hari untuk memastikan wajah kota kembali bersih sebelum aktivitas masyarakat dimulai.
Petugas kebersihan akan disebar ke seluruh wilayah kota, dengan prioritas di kawasan berintensitas tinggi seperti Malioboro, sumbu filosofi, serta permukiman warga. Pemerintah menargetkan titik-titik strategis tersebut sudah bersih sebelum matahari terbit pada 1 Januari 2026.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan, pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, malam pergantian tahun kerap memicu peningkatan volume sampah yang signifikan.
“Kami memberikan perhatian khusus, terutama di Malioboro. Pengalaman sebelumnya, malam tahun baru itu seperti hujan sampah. Karena itu seluruh jajaran kami minta siap mengantisipasi,” ujar Hasto, Rabu (31/12/2025) petang.
Catatan Pemkot Yogyakarta menunjukkan, volume sampah selama periode Nataru dapat meningkat hingga sekitar 40 persen dibandingkan hari biasa. Dalam kondisi normal, produksi sampah harian di Kota Yogyakarta berada di kisaran 260 ton. Saat libur panjang, jumlah tersebut dapat melonjak hingga sekitar 360 ton per hari, bahkan berpotensi lebih.
Lonjakan sampah diperkirakan seiring dengan meningkatnya arus wisatawan. Data sementara Pemkot mencatat pergerakan masyarakat dan wisatawan selama libur Nataru diprediksi mencapai sekitar 7 juta orang.
“Kondisi ini berdampak langsung pada produksi sampah. Karena itu penanganannya tidak bisa dilakukan secara biasa-biasa saja, semua harus dipersiapkan sejak awal,” kata Hasto. (ihd)






