Pemkot Yogyakarta Dorong Konsep Aglomerasi Budaya untuk Perkuat Daya Tarik Wisata Imlek

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta tengah menjajaki peluang kolaborasi budaya antara Kota Yogyakarta dan Kota Singkawang dalam pengembangan konsep aglomerasi budaya berbasis perayaan Tahun Baru Imlek.

Gagasan tersebut muncul sebagai upaya memperkuat sinergi antar daerah yang selama ini dikenal sebagai pusat perayaan Imlek terbesar di Indonesia. Kolaborasi ini direncanakan akan dikemas secara lebih terstruktur melalui kerja sama antarpemerintah daerah.

Pihak penggagas menyampaikan rencana untuk melakukan pertemuan langsung dengan Wali Kota Singkawang guna membahas peluang kerja sama strategis, termasuk pengembangan konsep perayaan bersama yang saling mendukung antara kedua kota.

“Ke depan, kami ingin membangun konsep aglomerasi budaya secara lebih terstruktur. Karena itu, kami berencana bertemu dengan Wali Kota Singkawang untuk membahas peluang kolaborasi agar kedua daerah dapat bersama-sama membesarkan perayaan Imlek,” ujar Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo Saat ditemui di Event Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta.

Selama ini, perayaan Imlek di Singkawang dikenal memiliki kekuatan utama pada aspek religiusitas dengan puncak perayaan yang berlangsung dalam satu hari. Sementara itu, perayaan Imlek di Yogyakarta menonjol melalui rangkaian prosesi budaya dan atraksi seni yang berlangsung hingga beberapa hari.

Perbedaan karakter tersebut dinilai menjadi potensi strategis apabila dipadukan dalam satu konsep kolaboratif. Sinergi antara nilai religius di Singkawang dan kekayaan prosesi budaya di Yogyakarta diyakini mampu menghadirkan destinasi wisata berbasis festival budaya yang lebih kompetitif.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata budaya Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat upaya pelestarian tradisi dan keberagaman budaya.

Selain mendorong sektor pariwisata, konsep aglomerasi budaya Imlek ini diproyeksikan menjadi model kerja sama antar daerah dalam pengembangan event berbasis budaya sebagai penggerak ekonomi kreatif dan promosi identitas budaya Nusantara. (Aga)

Berita Terkait

Edukasi “Sobat Maag Tetap Nyaman Puasa” Tekankan Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat
Study Tour Dilarang, Bus Pariwisata DIY Terancam Gulung Tikar
PSI Bantul Bergerak Berbagi Takjil, Tegaskan Komitmen Sosial Ramadan
‎Jaga Kamtibmas Selama Bulan Ramadan Humoriezt Siap Menjadi Garda Depan
‎Forum Yogya Damai Bubarkan Demo, Tegaskan Tolak Anarkisme
Arus Bawah PDI-P Dukung Pedestrian Malioboro, Usul Parkir Kampung
Ratusan Massa Blokade Mapolda DIY, Pagar Roboh
Buka Puasa Picu Emotional Consuming, Dosen UWM Ingatkan Dampaknya

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:50 WIB

Edukasi “Sobat Maag Tetap Nyaman Puasa” Tekankan Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:41 WIB

Study Tour Dilarang, Bus Pariwisata DIY Terancam Gulung Tikar

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:10 WIB

Pemkot Yogyakarta Dorong Konsep Aglomerasi Budaya untuk Perkuat Daya Tarik Wisata Imlek

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:45 WIB

PSI Bantul Bergerak Berbagi Takjil, Tegaskan Komitmen Sosial Ramadan

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:59 WIB

‎Jaga Kamtibmas Selama Bulan Ramadan Humoriezt Siap Menjadi Garda Depan

Berita Terbaru