Pariwisata Lampung Naik Pesat, Lampung Fest 2025 Ditargetkan Tarik 300 Ribu Pengunjung

Rabu, 12 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Bandar Lampung – Gubernur Rahmat Mirzani Djausal didampingi Wakil Gubernur Jihan Nurlela dan jajaran Forkopimda Provinsi Lampung membuka Lampung Fest 2025, di PKOR Way Halim, Rabu (12/11/2025).

Gelaran Lampung Fest 2025 mengusung tema “Coffee and Tourism”. Tema ini dipilih untuk mensinergikan dua kekuatan ekonomi utama Lampung.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan bahwa komoditas kopi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Lampung (5,4% di Kuartal I, tertinggi di Sumatra).

Namun demikian, Gubernur menyoroti ironi bahwa 70% ekspor kopi nasional dari Lampung masih berbentuk biji mentah (green bean). Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi saat ini berfokus pada hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah. Gubernur juga mengapresiasi keberhasilan ekspor perdana kopi matang (roasted coffee) yang baru-baru ini dilakukan pengusaha lokal.

“Provinsi Lampung tentu dengan bangga akan menghilirisasi, akan memberikan nilai tambah terhadap kopi-kopinya. Saya dan rekan-rekan ingin bagaimana kopi Lampung ini jauh lebih terkenal, bukan hanya di luar negeri tapi juga di Indonesia. Dan benar-benar diberikan nilai tambah, diproduksi di Provinsi Lampung,” kata Gubernur.

​Terkait sektor pariwisata, Gubernur mengungkapkan bahwa tahun ini Provinsi Lampung mengalami lonjakan kunjungan domestik. Setelah mencatat 18 juta wisatawan di tahun 2024, kunjungan wisatawan diproyeksikan akan menembus 28 juta orang di tahun 2025.

Gubernur mengungkapkan akan ​menjadikan jutaan wisatawan tersebut sebagai duta atau agen promosi yang ikut mempromosikan kopi Lampung sehingga semakin terkenal dan harganya meningkat.

“Bayangkan kalau 30 juta wisatawan kita pulang ke rumahnya dari seluruh Indonesia, dia coba kopi Lampung, dia suka dengan kopi Lampung, maka kopi Lampung akan semakin terkenal dan harganya akan semakin tinggi, yang akhirnya akan meningkatkan kualitas, meningkatkan ekonomi yang ada di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Gubernur juga dengan bangga menekankan bahwa Lampung Fest 2025 berhasil diselenggarakan tanpa menggunakan dana APBD, melainkan murni atas hasil kolaborasi inklusif dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan (pelaku ekraf, komunitas media sosial, komunitas kuliner, UMKM, komunitas EO, komunitas promotor musik, band lokal, dll).

Dengan semangat kolaborasi inklusif ini, Lampung Fest 2025 bukan hanya menjadi sekadar sarana pameran saja tetapi menjadi wadah inkubasi dan promosi serta gairah baru dalam penyelenggaraan event besar di Provinsi Lampung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Bobby Irawan melaporkan, Lampung Fest 2025 digelar selama 15 hari, 11 November – 25 November 2025.

Festival ini diselenggarakan untuk mendukung gerakan Bangga Berwisata dan Bangga Buatan Indonesia dan bertujuan menjaring wisatawan domestik dengan target 200.000 hingga 300.000 pengunjung selama 15 hari, dengan harapan mencapai putaran transaksi sebesar Rp30-50 miliar.

Rangkaian acara meliputi berbagai festival budaya, kuliner, dan musik yang menampilkan musisi nasional dan lokal. Pameran juga menampilkan Paviliun Kopi, Semarak Anjungan Kabupaten/Kota, Trade Fair, Ekspos Pembangunan dan Pelayanan Publik serta UMKM Nusantara Expo, dengan total partisipasi dari 6 anjungan kabupaten/kota, 14 OPD, 3 perguruan tinggi, perbankan, BUMN, 40 perusahaan, serta melibatkan sekitar 250 UMKM, termasuk pelaku kopi keliling. (nr)

Sumber : Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Berita Terkait

Pemerintah Provinsi Lampung Siapkan Strategi Inklusif dalam RKPD 2027 untuk Tekan Kemiskinan
Pemprov Lampung Apresiasi Daerah dengan Tindak Lanjut Pengawasan 100 Persen
Jihan Nurlela: Kerja Sama dengan PT Sucofindo Dukung Peningkatan Mutu dan Standar Produk Daerah
Hadapi Tantangan Fiskal 2026, Sekdaprov Lampung Minta Jajaran Setda Bekerja Efektif dan Efisien
Pelatihan AI Ready ASEAN Dorong Literasi Digital Masyarakat Lampung
Wagub Lampung: AI Harus Menjadi Sahabat Keluarga, Bukan Sumber Masalah
BPKP Sampaikan Wrap-Up Pengawasan, Infrastruktur dan Pertanian Jadi Sorotan Utama
Rakor Bank Lampung, Gubernur Minta Fokus Kredit Produktif dan Penguatan UMKM

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:37 WIB

Pemerintah Provinsi Lampung Siapkan Strategi Inklusif dalam RKPD 2027 untuk Tekan Kemiskinan

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:19 WIB

Pemprov Lampung Apresiasi Daerah dengan Tindak Lanjut Pengawasan 100 Persen

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:02 WIB

Jihan Nurlela: Kerja Sama dengan PT Sucofindo Dukung Peningkatan Mutu dan Standar Produk Daerah

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:43 WIB

Hadapi Tantangan Fiskal 2026, Sekdaprov Lampung Minta Jajaran Setda Bekerja Efektif dan Efisien

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:02 WIB

Pelatihan AI Ready ASEAN Dorong Literasi Digital Masyarakat Lampung

Berita Terbaru

Jawa Barat

Kepala Desa Tajursindang Bantah Tudingan Penyelewengan Dana Desa

Jumat, 16 Jan 2026 - 13:03 WIB