Pameran ROAD TO IGO IFI Yogyakarta Dorong Seni Eksperimental Publik

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Jogja – Pameran tunggal “ROAD TO IGO” segera diresmikan di IFI Yogyakarta, Yogyakarta, mulai 16 Februari hingga 15 Maret 2026.

Pameran karya Igo Rizqullah ini digelar bersama SAFARI Studio. Pameran gratis ini dibuka untuk publik pukul 09.00–19.00 WIB.

“Kami ingin publik melihat perjalanan kreatif seniman muda secara utuh,” kata pihak penyelenggara, Senin (16/2/2026).

Pengunjung juga dapat mengikuti sesi open studio pada 18 dan 20 Februari.

Kolaborasi pameran ini berawal dari pertemuan tak sengaja antara Igo dan Erwan Hersisusanto saat menggambar bersama.

Ketertarikan pengunjung yang melintas kemudian berujung pada undangan pameran di IFI.

Proses kreatif turut melibatkan seniman lain seperti Anang Saptoto, Hendra Priyadani Blangkon, serta Prihatmoko Catur Wicaksono.

Pameran menampilkan enam karya di atas kertas, delapan lukisan kanvas, serta instalasi kolaborasi dengan Soni Irawan.

“Kami membangun ruang dialog visual yang cair dan terbuka,” kata tim kurator.

Secara artistik, pameran menantang konvensi tata ruang galeri. Pengunjung diajak mengikuti garis hitam berliku di lantai dan dinding yang merepresentasikan proses berpikir manusia.

“Garis itu bukan sekadar visual, tetapi metafora perjalanan ide,” ujar penyelenggara.

Lekukan garis dalam karya Igo kerap berubah menjadi tulisan Jawa atau Inggris yang harus dipecahkan pengunjung.

Unsur budaya pop, figur tentara, makhluk metamorfosis, hingga potongan anatomi muncul dalam komposisi warna ceria namun reflektif.

Direktur IFI Yogyakarta, Margaux Nemmouchi, menegaskan pameran ini menjadi langkah strategis mendukung seniman muda.

“Kami bangga menjadikan ROAD TO IGO sebagai pameran perdana. Ini bentuk komitmen kami pada seniman berkembang,” ujarnya.

Ia menambahkan kolaborasi ini juga melibatkan Hotel Porta serta keluarga seniman.

“Kami berharap pameran ini membuka jalan kolaborasi lintas bidang, dari batik hingga gim video,” kata Margaux.

(waw)

Berita Terkait

Ombak Pantai Baru Terjang Perahu, Satu Nelayan Masih Hilang
IFI dan UGM Satukan Mahasiswa Asia-Prancis Bahas Penerjemahan Global
Fakultas Hukum UWM Gencarkan Musyawarah, Warga Kasihan Antusias Berdiskusi
Ecoprint & Digital Marketing: Dorong Ekonomi Warga Naik Pesat
Pameran “Living Walls” Jadi Medium Seniman Johan Menyampaikan Pesan Keseimbangan Hidup
Pakar Ekonomi Syariah Sebut Disiplin dan Tujuan Hidup Penentu Kesehatan Finansial
KPR Masih Jadi Solusi Realistis bagi Anak Muda Miliki Rumah
Husni Amriyanto Soroti Diplomasi Senyap Muhammadiyah dalam Krisis Rohingya

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:53 WIB

IFI dan UGM Satukan Mahasiswa Asia-Prancis Bahas Penerjemahan Global

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:46 WIB

Fakultas Hukum UWM Gencarkan Musyawarah, Warga Kasihan Antusias Berdiskusi

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:05 WIB

Ecoprint & Digital Marketing: Dorong Ekonomi Warga Naik Pesat

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:31 WIB

Pameran “Living Walls” Jadi Medium Seniman Johan Menyampaikan Pesan Keseimbangan Hidup

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:15 WIB

Pakar Ekonomi Syariah Sebut Disiplin dan Tujuan Hidup Penentu Kesehatan Finansial

Berita Terbaru