Pakar UMY: Penambahan Rute Whoosh ke Banyuwangi Berisiko Jadi Kebijakan Elitis

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Atik Septi Winarsih (Dok UMY)

Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Atik Septi Winarsih (Dok UMY)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Rencana pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk memperpanjang jalur kereta cepat Whoosh hingga Banyuwangi mendapat sorotan dari kalangan akademisi. Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Atik Septi Winarsih, menilai proyek tersebut berpotensi menjadi kebijakan elitis jika tidak disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.

“Apabila masyarakat merasa belum membutuhkan jalur kereta cepat, proyek ini berisiko menjadi kebijakan elitis yang dipaksakan. Pemerintah semestinya mendengarkan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar mewujudkan ambisi pejabat atau presiden,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (13/11).

Atik menegaskan bahwa keberhasilan proyek transportasi publik tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau panjang jalur, melainkan kebermanfaatannya bagi masyarakat luas. Tanpa keberpihakan pada kepentingan publik, ia khawatir proyek tersebut hanya menjadi simbol pembangunan tanpa nilai pelayanan.

Dari perspektif tata kelola pelayanan publik, Atik menyebut setidaknya ada tiga indikator penting yang harus dipenuhi agar rencana perpanjangan rute tidak jatuh sebagai proyek prestise semata. Pertama, pemberdayaan tenaga kerja lokal di sepanjang jalur dan kawasan sekitar stasiun. Kedua, optimalisasi aset dan potensi ekonomi daerah agar manfaat tidak terkonsentrasi pada investor atau kontraktor dari luar. Ketiga, penetapan harga tiket yang terjangkau bagi kelompok menengah ke bawah.

“Kalau hanya bisa dinikmati kalangan tertentu, maka prinsip pelayanan publiknya sudah hilang,” katanya.

Ia juga menyoroti kesiapan Banyuwangi sebagai salah satu titik akhir rencana rute. Menurutnya, meski memiliki potensi wisata besar, infrastruktur pendukung di kabupaten tersebut belum sepenuhnya siap.

“Banyuwangi punya potensi besar, tetapi kesiapan infrastrukturnya masih minim. Saya pernah ke sana pagi-pagi, bahkan sulit mencari warung makan. Kalau proyek ini diklaim untuk meningkatkan ekonomi daerah, maka sektor pendukung seperti kuliner, penginapan, dan transportasi lokal juga harus dibenahi,” kata Atik.

Selain kesiapan daerah, ia mengingatkan pemerintah agar belajar dari pengalaman proyek KCIC Jakarta–Bandung, terutama soal pembengkakan biaya dan beban fiskal. Menurutnya, proyek berskala besar harus dibangun dengan kalkulasi ekonomi yang matang disertai transparansi pembiayaan.

“Proyek Whoosh Jakarta–Bandung saja masih menyisakan beban hutang yang belum lunas. Mungkin perhitungannya dulu tidak terlalu cermat karena lebih banyak dorongan politis ketimbang rasional ekonomi,” ucapnya.

Atik menekankan pentingnya transparansi, efisiensi, serta kepuasan masyarakat –terukur melalui Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)– dalam setiap proyek strategis nasional. Ia berharap rencana perluasan kereta cepat tidak menambah beban fiskal, dan benar-benar menghadirkan pelayanan publik yang inklusif.

“Keberhasilan pelayanan publik tidak hanya diukur dari kecepatan dan kemodernan, tetapi juga dari keterjangkauan, ketepatan waktu, serta keramahan pelayanan,” pungkasnya. (ihd)

Berita Terkait

Kasus Dugaan Suap Ketua Ombudsman RI, MAKI Minta Kejagung Kembangkan Penyidikan
Kampung Wisata Jadi Tumpuan, Yogyakarta Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas
144 Pemain dari 20 Klub Ramaikan Grand Slam Puri Open 2026 di Purwakarta
Sultan HB X Sambut Jenazah Prajurit Gugur Misi Lebanon
‎Pembunuhan Sadis Warga Halteng, Sengketa Lahan Picu Amarah
Pasar Murah 5 Ton Digelar, Pemkot Yogya Jaga Daya Beli dan Redam Inflasi Jelang Lebaran
Transformasi Digital Birokrasi Picu Konsekuensi Hukum Baru di PTUN
Siswa SD dan SMP Bekasi Harumkan Nama Daerah di Ajang Internasional

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 13:56 WIB

Kasus Dugaan Suap Ketua Ombudsman RI, MAKI Minta Kejagung Kembangkan Penyidikan

Minggu, 12 April 2026 - 22:18 WIB

Kampung Wisata Jadi Tumpuan, Yogyakarta Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas

Kamis, 9 April 2026 - 08:49 WIB

144 Pemain dari 20 Klub Ramaikan Grand Slam Puri Open 2026 di Purwakarta

Minggu, 5 April 2026 - 09:45 WIB

Sultan HB X Sambut Jenazah Prajurit Gugur Misi Lebanon

Sabtu, 4 April 2026 - 11:36 WIB

‎Pembunuhan Sadis Warga Halteng, Sengketa Lahan Picu Amarah

Berita Terbaru

Banten

H. Ade Mahrus, MTQ Lahirkan Qori Daerah

Sabtu, 18 Apr 2026 - 22:20 WIB