Pakar dan Penyelenggara Pemilu Desak Penataan Ulang Sistem Pemilu Demi Jaga Daulat Rakyat

Jumat, 5 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Sejumlah akademisi, penyelenggara pemilu, dan anggota legislatif menyuarakan urgensi penataan ulang sistem pemilihan umum di Indonesia untuk mengatasi berbagai persoalan krusial yang mengancam kedaulatan rakyat.

Seruan ini mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Penataan Sistem Pemilu di Indonesia: Menjaga Daulat Rakyat” yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Jumat, 5 September 2025, di Hotel Jayakarta.

Seminar ini menghadirkan pembicara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan kalangan pemerhati pemilu.
Para pembicara secara kolektif menyoroti mengapa reformasi sistem pemilu mendesak untuk dilakukan.

Latar belakangnya adalah kompleksitas penyelenggaraan, tingginya biaya politik yang memicu korupsi, serta representasi politik yang dinilai belum substantif.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, menegaskan bahwa sistem proporsional terbuka saat ini telah melahirkan kompetisi yang tidak sehat dan politik berbiaya tinggi, sehingga representasi gagasan dikalahkan oleh kekuatan modal. Hal ini mengancam fungsi utama parlemen sebagai wadah aspirasi rakyat.

Anggota KPU RI, Dr. Idham Holik, memaparkan bagaimana lanskap hukum pemilu telah berubah secara dramatis pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Salah satunya adalah Putusan MK No. 62/PUU-XXII/2024 yang menghapus ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold), yang dinilai MK melanggar moralitas dan kedaulatan rakyat5.

Idham juga menyinggung Putusan MK No. 135/PUU-XXII/2024 yang mengamanatkan pemisahan jadwal pemilu nasional dan daerah. Perubahan fundamental ini membuka jalan bagi penataan sistem yang lebih adil dan rasional.

Dari sisi etika, Anggota DKPP RI Dr. Ratna Dewi Pettalolo memberikan catatan tajam mengenai tantangan integritas penyelenggara pemilu.

Menurutnya, Pemilu 2024 menjadi refleksi pergeseran isu dari pelanggaran hukum ke pelanggaran etika, yang menuntut penguatan kelembagaan secara serius.

Ia mengusulkan pembangunan Sistem Etika Nasional untuk memastikan penyelenggara pemilu di semua tingkatan tegak lurus pada demokrasi dan kode etik.

Strategi ini dianggap krusial untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

Seminar ini menghasilkan rekomendasi strategis yang akan dirumuskan dalam sebuah policy brief untuk diserahkan kepada para pemangku kebijakan.

Para peserta sepakat bahwa penataan sistem pemilu tidak bisa lagi ditunda. Langkah konkret yang harus diambil meliputi evaluasi sistem proporsional, efisiensi teknis penyelenggaraan melalui adopsi teknologi yang akuntabel, serta reformasi internal partai politik untuk memperbaiki kaderisasi dan menekan mahar politik.(*)

Berita Terkait

137 Kegiatan Digelar, Partai Demokrat Perluas Gerakan Langit Biru Indonesia Asri
Kota Bekasi Capai 95 Persen Target Cek Kesehatan Gratis, Wawali Perkuat Komitmen Layanan Kesehatan
Kuasa Hukum Minta Bareskrim Tinjau Ulang Kasus Wakaf Masjid Melalui Gelar Perkara Khusus
Hukum sebagai Pilar Peradaban Bangsa Modern dan Demokratis
AHY Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia Spanyol Vs Prancis, Ratusan Driver Ojol Padati Lokasi
Pusat Studi Kepolisian, Mendukung Sumber Daya Manusia Polri yang Presisi
Jalin Kolaborasi Internasional, PTIK dan Dr. Nikita Kuklin Bahas Isu Keamanan Global
SIRD Seri ke-100 Jadi Momentum Penguatan Ekosistem Pengetahuan Sosial dan Keberlanjutan

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:08 WIB

137 Kegiatan Digelar, Partai Demokrat Perluas Gerakan Langit Biru Indonesia Asri

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:00 WIB

Kota Bekasi Capai 95 Persen Target Cek Kesehatan Gratis, Wawali Perkuat Komitmen Layanan Kesehatan

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:44 WIB

Kuasa Hukum Minta Bareskrim Tinjau Ulang Kasus Wakaf Masjid Melalui Gelar Perkara Khusus

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:52 WIB

Hukum sebagai Pilar Peradaban Bangsa Modern dan Demokratis

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:23 WIB

AHY Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia Spanyol Vs Prancis, Ratusan Driver Ojol Padati Lokasi

Berita Terbaru