JOGJAOKE.COM, Bantul — Ir. KP. Nurdiantoro (JZ12GNI) kembali memimpin RAPI Daerah 12 DIY periode 2026–2031 setelah terpilih secara aklamasi dalam MUSDA VIII hari ini.
Musyawarah Daerah VIII RAPIDA 12 DIY digelar di RM Barito, Jalan Imogiri Timur Km 7,5, Banguntapan, Bantul, Sabtu (26/9/2026), secara resmi dan terbuka.
Keputusan aklamasi tersebut menegaskan dukungan penuh pengurus RAPI dari empat kabupaten dan satu kota se-DIY terhadap kepemimpinan Nurdiantoro untuk periode berikutnya secara bulat.
Nurdiantoro menjadi figur yang mendapat kepercayaan penuh peserta musyawarah untuk kembali mengemban amanah memimpin organisasi selama lima tahun mendatang di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Forum MUSDA VIII juga membahas pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, sekaligus resmi menerima Laporan Pertanggungjawaban atau LPJ pengurus periode terdahulu tanpa catatan penolakan dari peserta.
Usai terpilih, Nurdiantoro langsung dilantik Ketua Umum RAPI Nasional, H. Riza Fachrial (JZ08AFT), sebagai tanda dimulainya kepengurusan baru periode secara resmi dan sah.
Momentum pelantikan tersebut sekaligus menjadi penanda keberlanjutan kepemimpinan RAPI Daerah 12 DIY dalam memperkuat komunikasi kemasyarakatan dan pelayanan publik secara nyata bagi masyarakat.
MUSDA VIII RAPIDA 12 DIY mengusung tema “Meningkatkan Peran Aktif Komunikasi dalam Membantu Pemerintahan dan Masyarakat” sebagai landasan kepengurusan baru lima tahun mendatang.
Tema tersebut menegaskan komitmen RAPI DIY untuk menjadi garda terdepan penyampaian informasi, koordinasi cepat, terutama menghadapi kegiatan sosial, kemanusiaan, dan bencana di masyarakat.
Nurdiantoro menegaskan, kepemimpinan periode baru akan diarahkan untuk memperkuat kapasitas anggota sekaligus memperluas koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan daerah secara berkelanjutan.
Menurutnya, kekuatan RAPI bukan sekadar komunikasi melalui radio, tetapi juga kesiapsiagaan anggota ketika masyarakat membutuhkan informasi cepat, akurat, dan terpercaya setiap saat diperlukan.
RAPI DIY juga berkomitmen mempererat hubungan dengan pemerintah, aparat keamanan, lembaga kebencanaan, organisasi sosial, serta komunitas masyarakat di berbagai wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Acara tersebut dihadiri Sekda Kabupaten Bantul yang mewakili Bupati Bantul, bersama perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta berbagai unsur pemerintahan lainnya yang hadir.
Perwakilan Polda DIY, Korem, Kodim, Polsek, dan Koramil turut hadir, menunjukkan pentingnya jejaring komunikasi lintas sektor dalam mendukung masyarakat secara bersama di lapangan.
Unsur kebencanaan dan organisasi kemasyarakatan seperti BPBD DIY, PMI DIY, Kwarda Gerakan Pramuka DIY, Paksikaton, serta FORCIB Bantul juga hadir dalam acara tersebut.
Kehadiran mereka memperkuat pesan bahwa komunikasi radio dapat menjadi jembatan koordinasi ketika berbagai pihak bergerak bersama menghadapi situasi darurat di lapangan secara cepat.
Rangkaian MUSDA VIII juga diikuti jajaran RAPI Daerah Bali, NTB, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Papua yang hadir mempererat silaturahmi antaranggota dan daerah.
Pertemuan lintas daerah tersebut memperkuat sinergi komunikasi antarwilayah, sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dalam menjalankan kegiatan sosial dan kemanusiaan secara bersama bagi masyarakat.
Memasuki periode 2026–2031, RAPI Daerah 12 DIY berkomitmen meningkatkan kapasitas anggota agar semakin siap membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi berbagai kebutuhan komunikasi masyarakat.
Penguatan koordinasi diharapkan membuat jaringan komunikasi RAPI semakin responsif ketika terjadi bencana, kegiatan sosial, maupun kebutuhan informasi masyarakat yang mendesak di lapangan Yogyakarta.
Dengan semboyan “Rukun di Udara, Akrab di Darat, Iman di Hati”, RAPI DIY siap melanjutkan kontribusi nyata bagi masyarakat Yogyakarta melalui komunikasi kemanusiaan.
Salam RAPI 51.55 menjadi penutup semangat kepengurusan baru Nurdiantoro untuk menjaga komunikasi, kebersamaan, dan pengabdian bagi masyarakat Yogyakarta secara berkelanjutan dalam periode mendatang.(waw)






