Musibah Longsor TPST Bantar Gebang Telan Korban Jiwa, Pemerintah Diminta Perkuat Pengawasan

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Latu Har Hary Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi periode 2024-2029.

Latu Har Hary Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi periode 2024-2029.

JOGJAOKE.COM, Kota Bekasi — Musibah longsor yang terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang menjadi perhatian serius berbagai pihak. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua Komisi II pada Selasa (10/03/2026), peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan menjadi tragedi yang cukup memprihatinkan bagi masyarakat Kota Bekasi.


‎Dalam keterangannya, Ketua Komisi II menyampaikan bahwa TPST Bantar Gebang memang menjadi lokasi pengelolaan sampah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, namun secara wilayah berada di Kota Bekasi yang merupakan aset milik Pemerintah Kota Bekasi. Karena itu, meskipun pengelolaannya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah DKI Jakarta, Pemerintah Kota Bekasi juga tidak dapat sepenuhnya berlepas tangan dari kejadian tersebut.

‎“Ketika terjadi musibah seperti ini, tentu menjadi perhatian kita semua. TPST Bantar Gebang berada di wilayah Kota Bekasi, sementara pengelolaan sampahnya berasal dari DKI Jakarta. Maka penanganannya harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

‎Pada awal kejadian, laporan yang diterima menyebutkan terdapat empat korban meninggal dunia akibat longsoran sampah. Namun seiring perkembangan informasi hingga hari ini, jumlah korban yang tercatat mencapai 13 orang. Dari jumlah tersebut, enam orang dinyatakan selamat, enam orang meninggal dunia, dan satu orang sempat dinyatakan masih dalam pencarian.

‎Meski demikian, berdasarkan informasi dari sejumlah media yang diterima pihaknya, seluruh korban diduga telah ditemukan. Dengan perkembangan tersebut, tim SAR memutuskan untuk menghentikan proses pencarian mulai hari ini.

‎Saat ini, fokus penanganan dialihkan pada proses pemulihan kondisi TPST Bantar Gebang agar dapat kembali berfungsi secara normal. Selain itu, perhatian juga diarahkan pada pembersihan sisa longsoran yang sempat menutupi aliran kali yang melintas di area TPST Bantar Gebang, sebagaimana terlihat dalam video yang telah beredar di media massa.

‎Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah penanganan yang tepat guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang serta memastikan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan TPST.

Berita Terkait

Halal Bihalal Purna Bakti, Pemkot Bekasi Dorong Peran Aktif Pensiunan
Wiwiek Hargono Tekankan Peran Kader dalam Edukasi Kesehatan di Posyandu
Wali Kota Bekasi Pimpin Apel, LPM Dilantik dan PKS Kesehatan Ditandatangani
Gedung Mandala Adhyaksa Jadi Penunjang Kegiatan Pelayanan dan Kemasyarakatan
Tri Adhianto Tekankan Pentingnya Gizi Seimbang dalam Program MBG
CFD Bekasi Kian Semarak, Pemkot Dorong Event Olahraga Rutin
Mendikdasmen Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam AYIMUN 2026 di Bekasi
Wali Kota Bekasi Pastikan WFH Tidak Ganggu Pelayanan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 15:12 WIB

Halal Bihalal Purna Bakti, Pemkot Bekasi Dorong Peran Aktif Pensiunan

Selasa, 14 April 2026 - 08:05 WIB

Wiwiek Hargono Tekankan Peran Kader dalam Edukasi Kesehatan di Posyandu

Senin, 13 April 2026 - 16:03 WIB

Wali Kota Bekasi Pimpin Apel, LPM Dilantik dan PKS Kesehatan Ditandatangani

Senin, 13 April 2026 - 14:35 WIB

Gedung Mandala Adhyaksa Jadi Penunjang Kegiatan Pelayanan dan Kemasyarakatan

Minggu, 12 April 2026 - 08:53 WIB

Tri Adhianto Tekankan Pentingnya Gizi Seimbang dalam Program MBG

Berita Terbaru

Hartyo Murkomoyo alumni Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 1996, ia lebih dikenal sebagai “Mas Yoyok”. (ihd)

Pendidikan

Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi

Selasa, 14 Apr 2026 - 23:22 WIB

Jogja

Danrem Pamungkas Temui Ketua DPRD DIY Perkuat Sinergi

Selasa, 14 Apr 2026 - 16:19 WIB