Menteri Wihaji Tegaskan Kader TPK Percepat Penurunan Stunting Demi Generasi Unggul

Jumat, 26 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎SLEMAN – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menemui ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kabupaten Sleman di Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Kamis (25/6/2026).

Kunjungan yang bertepatan dengan Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 itu dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen percepatan penurunan stunting melalui penguatan peran kader di lapangan.

Didampingi Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, jajaran OPD, serta unsur Forkopimda, Wihaji berinteraksi langsung dengan para kader TPK dan keluarga berisiko stunting.

Dalam dialog tersebut, ia menegaskan bahwa kader merupakan garda terdepan yang menentukan keberhasilan program pembangunan keluarga.

Bahkan, ia menguji pemahaman para kader melalui sejumlah pertanyaan mengenai tugas pokok dan fungsi mereka.

Dalam arahannya, Wihaji menegaskan pemerintah pusat akan terus melakukan pengawasan langsung hingga tingkat akar rumput sesuai arahan Presiden RI.

“Saya mendapat perintah dari Bapak Presiden untuk turun ke lapangan. Jangan banyak diskusi, jangan banyak seminar, jangan banyak FGD. Cek lapangan, apakah betul tugas-tugas itu bisa dilaksanakan dengan baik,” tegas Wihaji disambut antusias para peserta.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyebut kehadiran Menteri Kependudukan menjadi kehormatan sekaligus momentum strategis memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah.

“Stunting bukan sekadar angka. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita. Karena itu verifikasi dan validasi (verval) data menjadi kunci agar intervensi tepat sasaran dan keluarga yang berisiko bisa segera didampingi,” ujar Danang.

Danang juga memastikan Pemerintah Kabupaten Sleman siap mendukung penuh kebijakan kependudukan nasional.

Saat ini, Sleman mengoptimalkan tenaga lini lapangan di 16 kapanewon dengan kekuatan 2.088 anggota Tim Pendamping Keluarga, 212 kelompok Bina Keluarga Balita beranggotakan 8.345 orang, 134 kelompok Bina Keluarga Remaja dengan 3.977 anggota, serta 175 kelompok Bina Keluarga Lansia yang didukung 16 Sekolah Lansia.

Tak hanya fokus pada penanganan stunting, peringatan Harganas ke-33 di Sleman juga diisi penguatan literasi keuangan keluarga bersama OJK.

Program tersebut ditujukan untuk mendorong keluarga di Kampung Keluarga Berkualitas semakin mandiri secara ekonomi.

“Kami ingin keluarga tidak hanya sehat, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi sehingga mampu mengelola risiko dan menyiapkan masa depan yang lebih baik,” menjadi semangat yang diusung dalam kolaborasi tersebut.(ADY)

Berita Terkait

‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti
Komunitas Jogja Menyapa Ajak Warga Cerdas Tangkal Hoaks Bermedia Sosial
KKMP Demangan Sabet Juara Koperasi Berprestasi, Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Polisi Bongkar Peredaran Pil Ilegal, Sita 1.602 Butir di Bantul
Kebaya Satukan Bangsa, Pesonanya Makin Mendunia Lewat Perayaan Budaya
Konser GeMa Merah Putih Bangkitkan Semangat Kebangsaan Bersama
SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam Sungai Oya

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:39 WIB

‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:36 WIB

Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:28 WIB

Komunitas Jogja Menyapa Ajak Warga Cerdas Tangkal Hoaks Bermedia Sosial

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:07 WIB

KKMP Demangan Sabet Juara Koperasi Berprestasi, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:57 WIB

Polisi Bongkar Peredaran Pil Ilegal, Sita 1.602 Butir di Bantul

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:51 WIB