Menteri Ekraf Apresiasi Eksplorasi Genre Sci-Fi dalam Pelangi di Mars

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta, 2 April 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong penguatan perfilman nasional melalui pemanfaatan teknologi dan eksplorasi genre baru melalui _special screening_ Pelangi di Mars bagi Kabinet Merah Putih. Kegiatan ini turut menjadi penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai _the new engine of growth_.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa Pelangi di Mars mencerminkan keberanian sineas Indonesia dalam mengembangkan pendekatan baru dalam produksi film.

“Film ini menunjukkan keberanian dalam mengeksplorasi genre science fiction sekaligus memanfaatkan teknologi XR untuk menghadirkan pengalaman yang lebih imersif. Ini adalah lompatan penting bagi perfilman Indonesia,” ujar Menteri Ekraf saat _special screening_ Pelangi di Mars di XXI Plaza Senayan, Jakarta pada Kamis, 2 April 2026.

Menteri Ekraf menambahkan, Kementerian Ekraf akan terus memperkuat industri melalui fasilitasi akses pasar, promosi, serta pembiayaan berbasis kekayaan intelektual agar film Indonesia semakin kompetitif di tingkat global.

“Kami ingin film Indonesia tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global,” tambahnya.

Sementara itu, Sutradara film Pelangi di Mars, Upie Guava, menegaskan bahwa proyek ini berangkat dari upaya mengisi celah dalam pengembangan teknologi perfilman yang selama ini belum banyak digarap.

“Kami melihat ada satu pilar yang belum banyak disentuh, yaitu infrastruktur teknologi dalam produksi film. Karena itu, kami melakukan berbagai eksperimen untuk mengikuti arah perkembangan global yang kini mengarah pada pemanfaatan XR guna menghadirkan pengalaman visual yang lebih imersif. Ini menjadi batu loncatan untuk membangun imajinasi anak-anak Indonesia agar ke depan mampu menciptakan karya dan menaklukkan dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, menilai film Pelangi di Mars tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang kuat bagi anak-anak.

“Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai persahabatan, kejujuran, dan ketangguhan. Ini penting agar anak-anak tidak mudah menyerah dan berani menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.

Special screening ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pendekatan baru produksi film berbasis teknologi, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi karya kreatif Indonesia untuk berkembang.

Turut mendampingi Menteri Ekraf yaitu Wamen Ekraf Irene Umar, Sekretaris Utama/Sekretaris Kementerian Ekraf Dessy Ruhati, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, serta Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari sekitar 20 kementerian/lembaga (K/L), termasuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Badan Pusat Statistik, yang menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap pengembangan industri perfilman dan ekonomi kreatif nasional.

Turut hadir dalam special screening yaitu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital Ahmad Ridha Sabana, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka, Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, Produser dan CEO Mahakarya Dendi Reynando, serta para pemain film Pelangi di Mars.(lsi)

SUMBER : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

KP-MBG Soroti Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG, Laporan Disampaikan ke Penasihat Khusus Presiden
Melalui Mediasi Dasco Ahmad, PWI Pusat dan Hotman Paris Tempuh Jalan Damai
Sidang Praperadilan Refill Gas Portable Digelar, Pemohon Bacakan Permohonan di PN Jakarta Utara
Menteri Ekraf Dukung Garuda Finishers Perkuat Ekonomi Kreatif dan Industri Olahraga
Perbedaan Proses Penahanan Mantan Jampidsus Disorot, Praktisi Pertanyakan Konsistensi SOP Kejaksaan
Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik
​PFII Solusi Krisis Fiskal Daerah: Dr. Agus Syabarrudin Ajak SMSI dan BPD Kawal Transformasi Pembiayaan Daerah
Memasuki Pekan Ketiga Gerakan Langit Biru, AHY Dorong Komitmen Kader Demokrat Jaga Kelestarian Lingkungan

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:31 WIB

KP-MBG Soroti Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG, Laporan Disampaikan ke Penasihat Khusus Presiden

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:57 WIB

Melalui Mediasi Dasco Ahmad, PWI Pusat dan Hotman Paris Tempuh Jalan Damai

Senin, 27 Juli 2026 - 13:29 WIB

Sidang Praperadilan Refill Gas Portable Digelar, Pemohon Bacakan Permohonan di PN Jakarta Utara

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:24 WIB

Menteri Ekraf Dukung Garuda Finishers Perkuat Ekonomi Kreatif dan Industri Olahraga

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:46 WIB

Perbedaan Proses Penahanan Mantan Jampidsus Disorot, Praktisi Pertanyakan Konsistensi SOP Kejaksaan

Berita Terbaru