Menko AHY Pastikan Uji Kelayakan Jembatan Musi V Prioritaskan Aspek Keselamatan

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, PALEMBANG – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengecek langsung progres pembangunan Jembatan Tol Musi V yang merupakan bagian strategis dari ruas Tol Kayu Agung–Palembang–Betung dalam jaringan besar Trans-Sumatra, Rabu (11/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY menegaskan percepatan penyelesaian jembatan sangat penting agar dapat difungsikan pada momentum mudik Lebaran 2026. Kehadiran Jembatan Musi V dinilai krusial karena mampu memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi.

“Signifikansinya adalah yang biasanya tanpa ada jalan tol dari Palembang menuju Betung itu bisa tiga hingga empat jam. Insya Allah dengan hadirnya jalan tol termasuk jembatan ini bisa hanya satu jam saja,” ujar Menko AHY kepada awak media.

Ia menjelaskan pemangkasan waktu perjalanan dari sekitar tiga jam menjadi satu jam akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas masyarakat dan efisiensi distribusi logistik di Sumatra Selatan dan wilayah sekitarnya. Kelancaran mobilitas tersebut juga akan sangat terasa manfaatnya saat periode arus mudik dan arus balik Lebaran yang biasanya diwarnai lonjakan volume kendaraan.

Karena itu, Menko AHY berharap sebelum periode mudik mendatang jembatan ini sudah dapat difungsikan sebagai jalan tol fungsional.

“Sebentar lagi kita juga akan menghadapi Lebaran, berarti akan ada arus mudik dan arus balik. Insya Allah sebelum itu terjadi, ini sudah bisa difungsikan sebagai jalan tol fungsional,” tegas Menko AHY.

Meski demikian, ia tetap mengingatkan faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama. Menko AHY meminta seluruh pihak memastikan proses uji kelayakan dan uji kekuatan jembatan dilakukan secara cermat dengan melibatkan para ahli dan pakar sebelum dioperasionalkan penuh.

Jembatan Musi V memiliki panjang total 1.684 meter, dengan bentang tengah 100 meter + 180 meter + 100 meter, serta jalan pendekat masing-masing 656 meter (Bengkinang) dan 648 meter (Gandus). Struktur jembatan dirancang dengan kapasitas beban hingga 1.800 ton secara bersamaan, dengan standar minimal operasional sekitar 70 persen dari kapasitas tersebut atau sekitar 1.200 ton.

Menko AHY juga menegaskan peran Kemenko Infra dalam mengawal proyek-proyek konektivitas strategis antarwilayah guna membuka potensi ekonomi daerah. Tol Trans-Sumatra yang menghubungkan wilayah dari Aceh hingga Lampung diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas Pulau Sumatra sekaligus mendorong pengembangan kawasan dan pusat-pusat pertumbuhan baru.

Proyek konstruksi ruas tol ini memiliki nilai investasi sekitar Rp13 triliun. Selain percepatan konstruksi, Menko AHY turut menyoroti pentingnya penyelesaian pembebasan lahan agar tidak menghambat progres di lapangan.

“Kita lakukan terus kolaborasi dan pengawalan ketat. Mudah-mudahan cuaca juga terus mendukung sehingga penuntasan proyek ini sesuai dengan timeline,” tutup Menko AHY.

Dengan progres yang terus dikebut, Jembatan Tol Musi V diharapkan dapat difungsikan pada mudik Lebaran 2026 dan menjadi infrastruktur kunci dalam memangkas waktu tempuh, sekaligus memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Sumatra.

Dalam rakor tersebut turut hadir Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor; Wakil Gubernur Sumatra Selatan Cik Ujang; Direktur Human Capital dan Legal PT Hutama Karya Muhammad Fauzan; Executive Vice President Divisi Pembangunan Jalan Tol PT Hutama Karya Pulung Satyo Anggono; Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatra Selatan Panji Krisna Wardhana; serta perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum.

Menko AHY juga didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal; Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Rachmat Kaimuddin; Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan serta Sarana dan Prasarana Permukiman Ronny Hutahayan; Staf Khusus Menko Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga August Jovan Latuconsina; Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra; serta Irjen Pol. Arif Rachman.(Ls)

Sumber : KemenkoInfra

@gerbangpatriot

Berita Terkait

Cik Ujang Pastikan Jalan Longsor Pemulutan Barat Segera Diusulkan untuk Perbaikan
Cik Ujang Optimalkan Potensi Persawahan Desa Kamal untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Warga
Herman Deru Dorong Penguatan Literasi Jaminan Sosial dalam Sambut Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel
Cik Ujang dan Dirjen Perkeretaapian Bahas Flyover Muara Enim serta Revitalisasi Railbus Kertalaya
Cik Ujang Kenalkan Capaian Pembangunan dan Potensi Unggulan Sumsel ke Komisi II DPR RI
Gebrakan Herman Deru: Gagaskan Organisasi Nasional Satlinmas dan Usul Deklarasi di Sumsel
Sekda Edward Candra: Saatnya Koperasi Sumsel Naik Kelas!
Panen Raya TNI Dongkrak Optimisme Herman Deru Wujudkan Produksi 5 Juta Ton di Sumsel

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:07 WIB

Cik Ujang Pastikan Jalan Longsor Pemulutan Barat Segera Diusulkan untuk Perbaikan

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:54 WIB

Cik Ujang Optimalkan Potensi Persawahan Desa Kamal untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:42 WIB

Herman Deru Dorong Penguatan Literasi Jaminan Sosial dalam Sambut Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:30 WIB

Cik Ujang dan Dirjen Perkeretaapian Bahas Flyover Muara Enim serta Revitalisasi Railbus Kertalaya

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:45 WIB

Cik Ujang Kenalkan Capaian Pembangunan dan Potensi Unggulan Sumsel ke Komisi II DPR RI

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:50 WIB