Mendagri Tinjau Pasar Induk Rau dan Bulog Serang, Pastikan Stok dan Harga Pangan Terkendali

Rabu, 20 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Serang – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memantau langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kota Serang, Banten, Rabu (20/8/2025). Pemantauan dilakukan di Pasar Induk Rau, salah satu minimarket, dan Kantor Bulog Cabang Serang.

Dari hasil pengecekan di sejumlah kios pedagang, Mendagri menyampaikan harga beras terpantau stabil berkat intervensi Bulog melalui beras SPHP. “Kemudian harga beras juga relatif stabil. Tapi tadi mereka menyampaikan, ini salah satu yang membuat angka itu menjadi stabil, adanya intervensi beras SPHP yang berasal dari Bulog,” ujarnya.

Ia menambahkan, harga beras SPHP yang dijual di kios pedagang lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram. Berdasarkan informasi dari pedagang, paket 5 kilogram beras SPHP dijual Rp60.000, sehingga per kilogramnya berada di angka Rp12.000. “Ini yang membuat harganya stabil. Jadi saya terima kasih banyak kepada Badan Pangan dengan Bulog,” ujarnya.

Selain beras, Mendagri bersama rombongan juga mengecek harga komoditas lainnya. “Harga bawang merah tadi relatif stabil. Ada yang Rp30.000, ada Rp35.000. Stabil, dulu pernah sampai Rp60.000, Rp70.000. Kemudian kedua, cabai juga stabil di angka Rp35.000 rata-rata. [Cabai] merah keriting, cabai merah, cabai besar, cabai rawit Rp35.000. Dulu pernah Rp100.000,” jelasnya.

Mendagri menambahkan, harga daging ayam relatif stabil, sedangkan tomat justru mengalami penurunan harga menjadi Rp10.000 dari sebelumnya Rp20.000. Sementara minyak goreng diketahui harganya stabil, tetapi stok di pedagang dinilai masih terbatas.

“Minyak goreng memang stabil. Tapi stoknya mereka, suplai kepada mereka, mereka kurang. Nanti akan kita koordinasikan dengan Kementerian Perdagangan. Karena Kementerian Perdagangan yang mengatur masalah Minyakita,” terang Mendagri.

Lebih lanjut, ia menjelaskan alasan Provinsi Banten dipilih sebagai daerah pemantauan. Daerah ini dipilih karena lokasinya tidak terlalu jauh dari Jakarta. Sementara pemantauan di daerah lain seperti Sumatra, Kalimantan, dan wilayah timur juga akan dilakukan secara bergantian.

Mendagri mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memberi arahan agar ketersediaan beras benar-benar terjamin bagi masyarakat. Pemerintah bahkan menyiapkan pasokan sekitar 4 juta ton beras, dengan 1,3 juta ton di antaranya diintervensikan secara bertahap ke pasar untuk menjaga harga tetap stabil.

Turut hadir dalam pemantauan tersebut Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan Prita Laura, Gubernur Banten Andra Soni, Wali Kota Serang Budi Rustandi, serta pejabat terkait lainnya.(Nad)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

800 Perwira Tinggi TNI-Polri Ikuti Taklimat Presiden, Mendagri Tito Hadir
Percepat Administrasi Kependudukan Anak, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Sinergi Pemda
Pemda Diminta Perkuat Ketangguhan Bencana, Wamendagri Bima Tekankan Mitigasi
Sinergi TP Posyandu dan TP PKK Diperkuat untuk Implementasi 6 SPM di NTT
Pembangunan Infrastruktur Perbatasan Jadi Bahasan Rakor Mendagri Tito dan Pemkab Malinau
Pascabencana, Satgas PRR Pastikan Jalan dan Jembatan Nasional Sumatera Pulih Total
Satgas PRR Pastikan Roda Ekonomi Masyarakat Sumatera Kembali Bergerak Pascabencana
Sekjen Kemendagri Dorong Pemda Aktif Kendalikan Harga Pangan di Daerah

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:15 WIB

800 Perwira Tinggi TNI-Polri Ikuti Taklimat Presiden, Mendagri Tito Hadir

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Pemda Diminta Perkuat Ketangguhan Bencana, Wamendagri Bima Tekankan Mitigasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Sinergi TP Posyandu dan TP PKK Diperkuat untuk Implementasi 6 SPM di NTT

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Pembangunan Infrastruktur Perbatasan Jadi Bahasan Rakor Mendagri Tito dan Pemkab Malinau

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Pascabencana, Satgas PRR Pastikan Jalan dan Jembatan Nasional Sumatera Pulih Total

Berita Terbaru