Mendagri Muhammad Tito Karnavian Soroti Peran Strategis Kepala Daerah dalam Menekan Timbunan Sampah di TPA

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pengelolaan sampah di wilayah perkotaan membutuhkan pendekatan hilir-hulu yang kuat, serta kepemimpinan kepala daerah yang tegas. Tanpa keduanya, penumpukan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA) tak terhindarkan.

Hal tersebut disampaikannya dalam keynote speech pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026 di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Mendagri menjelaskan, pendekatan berbasis hulu-hilir relatif efektif diterapkan di daerah pedesaan yang memiliki ikatan sosial kuat. Namun, di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, pendekatan hilir-hulu menjadi pilihan yang realistis.

Dalam konteks tersebut, masyarakat umumnya hanya mengumpulkan sampah di bak atau tempat penampungan. Tugas pemerintah daerah (Pemda) adalah memastikan pengangkutan berlangsung cepat dan konsisten melalui pasukan kebersihan yang solid serta terawasi.

Ia mengingatkan, keberhasilan tata kelola tersebut sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala daerah dalam menggerakkan dan mengawasi jajarannya.

“Pasukan kebersihan ini sangat bergantung dari leadership kepala daerah, kepedulian, passionnya. Yang enggak punya passion ya cuek-cuek aja,” tandasnya.

Mendagri mencontohkan keberhasilan pasukan kebersihan di Jakarta yang bekerja sejak dini hari, serta pengalaman di Palembang yang mampu menjaga kota tetap bersih karena pengawasan berjalan efektif.

Untuk memperkuat kendali operasional, ia mendorong pemanfaatan teknologi seperti closed circuit television (CCTV) guna memantau titik rawan sampah, termasuk sumbatan di sungai dan kawasan padat. Dengan sistem tersebut, kepala daerah dapat segera menginstruksikan percepatan pembersihan kepada jajaran terkait.

Menurutnya, tanpa pengawasan dan sistem yang disiplin, pendekatan hilir hanya akan memindahkan persoalan ke TPA dan membentuk timbunan sampah dalam skala besar.

Selain itu, Mendagri menekankan pentingnya keselarasan program daerah dengan kebijakan nasional dalam pengolahan sampah menjadi energi. Pemda diminta fokus membangun jejaring pengumpulan dan menyiapkan lahan, sementara teknologi pengolahan diselaraskan dengan kebijakan pusat.

“Pemerintah daerah cukup membangun jejaring untuk meng-collect, mendorong masyarakat mengumpulkan sampah, di bak, kumpulkan, bawa ke lokasi. Nah lokasinya disiapkan juga tanahnya kerja sama dengan pemerintah daerah untuk incinerator dan lain-lain,” tandasnya.

Melalui Rakornas ini, Mendagri menegaskan bahwa pengelolaan sampah perkotaan menuntut disiplin sistem, pengawasan yang konsisten, dan kepemimpinan yang responsif agar persoalan tidak terus berulang setiap tahun.(Ls)

Sumber : Puspen Kemendagri

@gerbangpatriot

Berita Terkait

Rakor Percepatan Perumahan, Mendagri Muhammad Tito Karnavian Tekankan Peran Strategis MPP dalam Program Tiga Juta Rumah
Kemendagri Siapkan Program Afirmasi 2025–2029, Wamendagri Akhmad Wiyagus: Desa Tertinggal Harus Jadi Motor Kesejahteraan
Strategi Hulu-Hilir dan Ekonomi Sirkular Jadi Fokus Rakornas Pengelolaan Sampah 2026
Progres KIPP Tiga DOB Signifikan, Papua Pegunungan Didorong Percepatan Dokumen FS dan Master Plan
Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah Dinilai Krusial Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Ribka Haluk Tegaskan Percepatan dan Perbaikan Tata Kelola Penyaluran Dana Otsus
Pemerintah Siapkan Skema Bantuan Berjenjang bagi Korban Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Pemerintah Siapkan Skema Bantuan Komprehensif bagi Penyintas Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:38 WIB

Rakor Percepatan Perumahan, Mendagri Muhammad Tito Karnavian Tekankan Peran Strategis MPP dalam Program Tiga Juta Rumah

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:14 WIB

Kemendagri Siapkan Program Afirmasi 2025–2029, Wamendagri Akhmad Wiyagus: Desa Tertinggal Harus Jadi Motor Kesejahteraan

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:50 WIB

Strategi Hulu-Hilir dan Ekonomi Sirkular Jadi Fokus Rakornas Pengelolaan Sampah 2026

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:47 WIB

Progres KIPP Tiga DOB Signifikan, Papua Pegunungan Didorong Percepatan Dokumen FS dan Master Plan

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:48 WIB

Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah Dinilai Krusial Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Berita Terbaru