Mendagri: ASN, Militer, dan Intelijen Adalah Pilar Ketahanan Negara yang Kuat

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tangguh merupakan faktor penting dalam menentukan ketahanan suatu negara. Ia mengutip tokoh Amerika Serikat (AS) Ray Dalio, yang menulis tentang negara-negara yang mampu bertahan selama lebih dari 300 tahun, seperti Kekaisaran Ottoman, Romawi, dan Mongolia.

Dalam konteks tersebut, terdapat tiga elemen yang sama-sama dimiliki oleh negara atau kekaisaran yang tangguh. Pertama, militer yang kuat untuk menjaga kedaulatan dari ancaman luar negeri. Kedua, intelijen dan kepolisian yang tangguh untuk memelihara stabilitas keamanan dalam negeri. Ketiga, ASN yang mampu menjalankan administrasi pemerintahan secara efektif dan efisien.

Hal tersebut disampaikan Mendagri saat memberikan amanat pada Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tahun 2025, yang berlangsung di Plaza Gedung A, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

“Artinya bisa membuat pemerintahan yang jelas, clear government, dan pemerintahan yang bersih, clean government. Itu ditemukan di negara-negara atau kerajaan yang bisa bertahan lebih dari 300 tahun. Yang tidak memiliki komponen itu, militernya tidak kuat, diserang oleh negara lain, tidak akan bertahan,” katanya.

Mendagri menambahkan, para PNS yang dilantik mendapat kehormatan bergabung dengan Kemendagri, yang menjadi poros pemerintahan dari negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. Kementerian ini membina 38 gubernur, 98 wali kota, 416 bupati, dan melayani 285 juta penduduk. Adapun BNPP, kata dia, juga memiliki peran strategis dalam mengawasi wilayah perbatasan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada.

“Kita negara kepulauan sehingga harus menjaga darat, juga banyak sekali perbatasan lautnya. Selamat bergabung di Kemendagri-BNPP, dan selamat menjalankan tugas di dunia baru sebagai PNS di lingkungan Kemendagri dan BNPP,” terangnya.

Sebanyak 186 PNS bergabung ke Kemendagri dan BNPP. Jumlah tersebut terdiri atas 10 orang formasi umum tahun 2023, 6 orang lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2023, 155 orang lulusan IPDN tahun 2024, 10 orang lulusan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) tahun 2024, dan 5 orang lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) tahun 2024.

“Semua ilmu yang telah diterima, baik di IPDN, kemudian di Sekolah Tinggi Intelijen Negara, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, saya minta betul-betul bisa diterapkan. Inilah pengabdian awal memasuki dunia baru bagi adik-adik semua menjadi Pegawai Negeri Sipil,” katanya.

Ia menegaskan, menjadi ASN merupakan sebuah kebanggaan, apalagi proses seleksi yang dilalui sangat kompetitif. Karena itu, Mendagri meminta para PNS yang baru dilantik untuk mampu menjalankan administrasi pemerintahan secara efektif dan efisien. Mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaik sesuai dengan latar keilmuan masing-masing.

Mengutip pepatah, Mendagri pun mengingatkan bahwa perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah. “Adik-adik bergabung menjadi PNS hari ini adalah langkah pertama untuk menuju pengabdian, mungkin puluhan tahun ke depan, kalau diberikan umur panjang, dan sampai dengan selesai. Mungkin lebih dari 30 tahun, 40 tahun, dan [itu] dimulai dari hari ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Mendagri juga menyerahkan penghargaan kepada 15 pegawai yang telah berjasa dalam menjalankan tugas di bidang pengarsipan. Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasinya karena para pegawai tersebut telah berjasa luar biasa, khususnya dalam membantu penyelesaian sengketa yang berbasis dokumen.

“Kita membuktikan dalam kasus empat pulau di Aceh, tanpa ditemukan saat itu dokumen yang sangat penting, yang sudah tersimpan semenjak tahun 1992, mungkin persoalan empat pulau itu agak sulit untuk diselesaikan. Tapi ketika ditemukan di dalam arsip kita, surat yang sudah tahun 1992, artinya lebih kurang 33 tahun lalu, tersimpan rapi di gedung arsip kita,” tandasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, para pegawai tersebut diberikan hadiah berupa laptop. Mendagri berharap penghargaan ini dapat menambah semangat mereka dalam menjalankan tugas dan menjaga kerapian arsip negara. (nr)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

TP PKK Tekankan Penguatan Layanan Posyandu pada Pelantikan Pengurus Papua Pegunungan
Mendagri Instruksikan Ketua TP PKK Papua Pegunungan Jalankan Amanah dengan Kepemimpinan Kuat
Mendagri Tekankan Optimalisasi Fungsi DPRD dalam Pengukuhan ADPSI dan ASDEPSI
Pemerintah Pusat Siap Perkuat Dukungan untuk Daerah Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Wamendagri Akhmad Wiyagus Minta Pemda Perkuat Prioritas Anggaran demi Dampak Nyata ke Masyarakat
Wamendagri Wiyagus Soroti Pendidikan Karakter dan Fasilitas Pembelajaran di Sekolah Rakyat Banjarbaru
Mendagri Usulkan Dukungan Anggaran bagi Daerah Pemilik Geopark Berkapasitas Fiskal Lemah
Mendagri Tekankan Penguatan Ekosistem Olahraga dan Pemuda di Daerah

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 22:51 WIB

TP PKK Tekankan Penguatan Layanan Posyandu pada Pelantikan Pengurus Papua Pegunungan

Kamis, 4 Desember 2025 - 21:11 WIB

Mendagri Instruksikan Ketua TP PKK Papua Pegunungan Jalankan Amanah dengan Kepemimpinan Kuat

Kamis, 4 Desember 2025 - 18:03 WIB

Mendagri Tekankan Optimalisasi Fungsi DPRD dalam Pengukuhan ADPSI dan ASDEPSI

Rabu, 3 Desember 2025 - 22:38 WIB

Pemerintah Pusat Siap Perkuat Dukungan untuk Daerah Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Rabu, 3 Desember 2025 - 16:24 WIB

Wamendagri Akhmad Wiyagus Minta Pemda Perkuat Prioritas Anggaran demi Dampak Nyata ke Masyarakat

Berita Terbaru