Luncurkan SIAP, Pemkot Jogja Dorong Transparansi dan Efisiensi Belanja Daerah

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Group Discussion (FGD) Best Practice Mini Kompetisi dan Konsolidasi Pengadaan melalui E-Purchasing di Hotel Fortuna Suites Malioboro, Rabu (3/11), sekaligus peluncuran aplikasi SIAP sebagai instrumen digitalisasi pengadaan. (Dok Pemkot)

Forum Group Discussion (FGD) Best Practice Mini Kompetisi dan Konsolidasi Pengadaan melalui E-Purchasing di Hotel Fortuna Suites Malioboro, Rabu (3/11), sekaligus peluncuran aplikasi SIAP sebagai instrumen digitalisasi pengadaan. (Dok Pemkot)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta menunjukkan langkah nyata memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa sebagai bagian dari peningkatan kualitas pembangunan dan layanan publik.

Upaya ini ditandai dengan penyelenggaraan Forum Group Discussion (FGD) Best Practice Mini Kompetisi dan Konsolidasi Pengadaan melalui E-Purchasing di Hotel Fortuna Suites Malioboro, Rabu (3/11), sekaligus peluncuran aplikasi SIAP sebagai instrumen digitalisasi pengadaan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, menegaskan bahwa pengadaan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan instansi, tetapi motor yang menentukan arah pembangunan.

Ia menyebut Pemkot telah mulai menerapkan konsolidasi pengadaan yang direkomendasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sejumlah layanan dasar, seperti jasa keamanan, kebersihan, hingga alat tulis kantor.

Konsolidasi pada proyek konstruksi fisik juga tengah disiapkan untuk menekan biaya serta memperkuat daya tawar pemerintah.

“Forum ini diharapkan memberi gambaran menyeluruh mengenai praktik terbaik, strategi konsolidasi, dan pengendalian kontrak agar lebih efektif,” ujarnya.

Kepala Bagian BPBJ Kota Yogyakarta, Joko Budi Prasetyo, menambahkan bahwa mini kompetisi dan konsolidasi melalui e-procurement menjadi strategi penting menghadapi tuntutan transparansi publik.

Materi yang dibahas dalam forum mencakup mini kompetisi sektor konstruksi, konsolidasi pengadaan berbasis e-purchasing, pendalaman aspek hukum dalam pengendalian kontrak, hingga optimalisasi digitalisasi melalui aplikasi SIAP.

FGD menghadirkan narasumber dari Pemprov Jawa Timur, LKPP RI, dan Polda DIY, dengan empat sesi utama meliputi penyusunan KAK dan mitigasi risiko, penyederhanaan alur pengadaan melalui e-Katalog, pencegahan potensi kerugian negara dalam kontrak, serta penguatan sistem digital pengadaan.

SIAP, Wajah Baru Digitalisasi Pengadaan Daerah

PT Integra Indonesia memperkenalkan SIAP sebagai sistem pengelolaan pengadaan yang terintegrasi dengan data APBD. Direktur Utama Integra, Yuda Wicaksana Putra, menjelaskan bahwa SIAP memungkinkan perencanaan hingga evaluasi pekerjaan dilakukan dalam satu platform tanpa perlu bergantung pada Word, PDF, maupun email terpisah.

SIAP dilengkapi fitur pengukuran pekerjaan lapangan, pelacakan progres paket, pemantauan penanggung jawab, hingga dashboard eksekutif yang terhubung dengan JSS. Fitur ini memudahkan wali kota, sekda, dan pejabat pengendali untuk memantau perkembangan pengadaan secara real-time, tanpa harus menunggu laporan manual.

Sistem juga menyediakan ruang dokumen persiapan bagi PPK mulai dari unggahan RUP, HPS, spesifikasi teknis, hingga dokumen e-Katalog, sekaligus rekam jejak penyedia, tenaga ahli, maupun peralatan proyek.

Yuda menegaskan SIAP dikembangkan sebagai sistem menyeluruh yang memastikan proses pengadaan tepat waktu, terdokumentasi, dan akuntabel. Peluncuran SIAP menandai babak baru digitalisasi pengadaan di Kota Yogyakarta, memperkuat fondasi efisiensi sekaligus mendorong layanan publik yang lebih transparan.

Dengan platform ini, Pemkot Yogyakarta menapaki langkah baru untuk mewujudkan pengelolaan anggaran yang lebih efisien, dapat dipertanggungjawabkan, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembangunan daerah. (ihd)

Berita Terkait

Pemkot Yogya Pastikan Tidak Ada PPPK Dirumahkan Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogya Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogyakarta Jajaki WFH ASN, Pastikan Layanan Publik Tetap Normal
Wisata Lebaran 2026 Jogja Hampir Capai Target, Kunjungan Tembus 668.000 hingga H+4
Pemkot Yogya Salurkan Zakat dan Bantuan untuk Mahasiswa Korban Bencana
Polresta dan Pemkot Yogya Gelar Pangan Murah Jelang Nyepi dan Idulfitri
Wamira dan KKMP Disinergikan, Pemkot Yogya Perluas Distribusi Sembako dan Kendalikan Inflasi
Pemkot Yogya Buka Posko Konsultasi THR 2026, Layanan Daring hingga Mediasi Disiapkan

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:06 WIB

Pemkot Yogya Pastikan Tidak Ada PPPK Dirumahkan Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:41 WIB

Pemkot Yogya Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen

Senin, 30 Maret 2026 - 17:01 WIB

Pemkot Yogyakarta Jajaki WFH ASN, Pastikan Layanan Publik Tetap Normal

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:43 WIB

Wisata Lebaran 2026 Jogja Hampir Capai Target, Kunjungan Tembus 668.000 hingga H+4

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:30 WIB

Pemkot Yogya Salurkan Zakat dan Bantuan untuk Mahasiswa Korban Bencana

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Rp16,4 Miliar Raib, PT DYM Laporkan Kades Mulyodadi ke Polisi

Rabu, 1 Apr 2026 - 08:31 WIB

Bekasi

Rapat Banmus DPRD Bekasi Susun Agenda Kerja April 2026

Rabu, 1 Apr 2026 - 00:07 WIB