‎LPP Agro Nusantara Genjot Produktivitas 88 Pekebun Sawit Sumatera Barat Berkelanjutan

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Padang – LPP Agro Nusantara memperkuat kapasitas 88 pekebun swadaya melalui pelatihan budidaya sawit berkelanjutan, menutup kesenjangan produktivitas perkebunan rakyat.
‎
Pelatihan berlangsung di Rocky Plaza Hotel Padang, Sumatera Barat, pada 22-27 September 2026 dengan melibatkan pekebun strategis dari dua kabupaten.
‎
Sebanyak 88 pekebun berasal dari Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Agam, mengikuti pembelajaran intensif mengenai praktik budidaya kelapa sawit yang baik.
‎
Program tersebut digelar LPP Agro Nusantara setelah kembali dipercaya BPDP dan Kementan sebagai pelaksana Pelatihan SDM Pekebun dengan tema budidaya sawit.
‎
Materi pelatihan diarahkan pada penerapan Good Agricultural Practices atau GAP sebagai fondasi meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan perkebunan rakyat.
‎
Peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan bahan tanam unggul, pemupukan berimbang, pengendalian hama terpadu, hingga manajemen panen dan pascapanen.
‎
Manajemen LPP Agro Nusantara menilai peningkatan produktivitas menjadi tantangan strategis dalam memperkuat posisi pekebun swadaya pada peta bisnis sawit nasional.
‎
“Produktivitas masih menjadi isu strategis dalam memperkuat peran pekebun sawit swadaya dalam peta bisnis kelapa sawit nasional,” tegas manajemen.
‎
Menurut manajemen, peningkatan keterampilan serta pemerataan pemahaman praktik budidaya yang baik merupakan tanggung jawab bersama seluruh pelaku industri sawit Indonesia.
‎
“Karena itu, peningkatan keterampilan dan pemerataan pemahaman mengenai praktik budidaya yang baik menjadi tanggung jawab bersama,” lanjut manajemen.
‎
Direktur LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi, menekankan transformasi budidaya sebagai fondasi penting untuk memperkuat daya saing pekebun sawit swadaya nasional.
‎
Pranoto menyebut pekebun swadaya saat ini menguasai sekitar 40 persen lahan perkebunan sawit yang tersebar pada 26 provinsi Indonesia.
‎
Namun, kontribusi pekebun swadaya terhadap produksi CPO nasional masih berada pada kisaran 30-35 persen, sehingga peningkatan produktivitas menjadi perhatian penting.
‎
“Intervensi budidaya menjadi kunci,” ujar Pranoto Hadi saat menekankan pentingnya transformasi pengelolaan kebun secara berkelanjutan.
‎
Menurut dia, penguatan kapasitas pekebun tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran teori, tetapi harus disertai pengalaman langsung mengenai pengelolaan perkebunan produktif.
‎
Karena itu, pelatihan dirancang menggunakan kombinasi metode pembelajaran dalam kelas dan kunjungan lapangan untuk memperluas pemahaman peserta.
‎
Peserta mengikuti field trip benchmarking ke Perkebunan Kelapa Sawit Kebun Ophir PT Perkebunan Nusantara IV sebagai contoh pengelolaan kebun produktif.
‎
Kunjungan tersebut memberikan kesempatan peserta melihat penerapan praktik budidaya sekaligus pengelolaan perkebunan yang mengedepankan produktivitas dan prinsip keberlanjutan.
‎
Slamet Santoso, salah satu peserta, menyambut positif pelatihan yang dinilainya memberikan materi praktis dan relevan dengan kebutuhan pekebun sehari-hari.
‎
“Materi budidayanya sangat praktis dan bisa langsung saya terapkan di kebun,” kata Slamet Santoso seusai mengikuti rangkaian pelatihan.
‎
Pelatihan tersebut diharapkan mendorong peserta membawa pengetahuan baru ke kebun masing-masing serta meningkatkan efisiensi pengelolaan tanaman secara berkelanjutan.
‎
Penguatan kapasitas pekebun menjadi bagian penting untuk mempersempit kesenjangan produktivitas sekaligus memperbesar kontribusi perkebunan rakyat terhadap industri sawit nasional.
‎
Kegiatan secara resmi dibuka Ir Afniwirman, Kadis Perkebunan TPH Sumbar, Ipentri SH, Kabid Perkebunan Dharmasraya, dan Ir Darmansyah Basyaruddin M.Sc.
‎
Pembukaan pelatihan turut dimeriahkan penampilan Tari Indang Bapayuang, menghadirkan sentuhan budaya lokal dalam agenda peningkatan kapasitas pekebun Sumatera Barat tersebut.(waw)

Berita Terkait

Kunjungi PPS Bungus, Menaker Yassierli Dorong Sektor Perikanan Serap Tenaga Kerja Lokal
Menaker Yassierli: Generasi Muda Harus Adaptif Hadapi Era AI dan Digitalisasi
Pascabencana Solok Raya, Pemerintah Kebutan Infrastruktur dan Penyelamatan Sawah
Pelantikan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bukittinggi Periode 2026-2031
Pembangunan Dapur MBG Muhammadiyah di Wilayah Pesisir Batu Bara Ditargetkan Rampung Akhir Ramadan
Kejati Sumbar Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Korupsi Hapus Buku Kredit Bank Nagari
Sorotan terhadap Kejati Sumbar Menguat, Transparansi Penanganan Kasus Bank Nagari Dipertanyakan
Tanam Pohon Produktif, Upaya Nagari Andaleh Baruh Bukik Jaga Lingkungan dan Keselamatan Warga

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 08:08 WIB

‎LPP Agro Nusantara Genjot Produktivitas 88 Pekebun Sawit Sumatera Barat Berkelanjutan

Jumat, 25 September 2026 - 14:10 WIB

Kunjungi PPS Bungus, Menaker Yassierli Dorong Sektor Perikanan Serap Tenaga Kerja Lokal

Jumat, 25 September 2026 - 13:47 WIB

Menaker Yassierli: Generasi Muda Harus Adaptif Hadapi Era AI dan Digitalisasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Pascabencana Solok Raya, Pemerintah Kebutan Infrastruktur dan Penyelamatan Sawah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:41 WIB

Pelantikan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bukittinggi Periode 2026-2031

Berita Terbaru