Langkah Tegas Gubernur Sumut Menertibkan PETI Disambut Positif Masyarakat

Minggu, 5 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, MADINA – Langkah tegas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Tim Terpadu dalam menindak aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Kotanopan hingga kawasan Sungai Batang Gadis, Muara Mais, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat.
Salah satu masyarakat, Umar Lubis, menyampaikan dukungan penuh terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dalam memberantas tambang emas ilegal yang selama ini dinilai telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan mengancam kehidupan masyarakat.
Umar Lubis menceritakan kondisi lingkungan di Kabupaten Mandailing Natal saat ini sudah sangat memprihatinkan. Ini merupakan akibat ulah segelintir oknum yang hanya mengejar keuntungan tanpa memikirkan dampak jangka panjang terhadap alam maupun masyarakat.
“Sudah saatnya kita semua berdiri bersama mendukung langkah pemerintah. Jangan sampai kepentingan segelintir orang mengorbankan masa depan anak cucu kita. Alam yang rusak akan meninggalkan penderitaan yang panjang bagi masyarakat,” ujarnya kepada media, Minggu (5/7/2026).

Dia mengungkapkan bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah hilir sungai menjadi pihak yang paling merasakan dampak aktivitas PETI. Sungai yang dahulu menjadi sumber kehidupan kini berubah keruh dan diduga tercemar akibat aktivitas pertambangan ilegal.
“Dulu masyarakat menggantungkan hidup dari sungai. Banyak yang mencari ikan untuk kebutuhan keluarga. Sekarang air sungai sudah tercemar, ikan semakin sulit didapat, dan ekosistem sungai rusak akibat ulah manusia-manusia yang serakah,” katanya.

Umar Lubis menegaskan bahwa kerusakan tersebut tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, merusak mata pencaharian warga, serta meningkatkan risiko banjir dan longsor akibat rusaknya daerah aliran sungai.
Ia juga berharap Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, tidak pernah berhenti memperjuangkan penyelamatan Mandailing Natal dari ancaman pertambangan emas ilegal.
“Kami memohon kepada Bapak Gubernur Bobby Nasution agar tetap konsisten dan tidak pernah berhenti menyelamatkan Mandailing Natal. Masyarakat merasakan kehadiran pemerintah dalam upaya memberantas PETI. Kami berharap operasi penertiban terus dilakukan hingga benar-benar tidak ada lagi tambang ilegal yang merusak hutan, sungai, dan kehidupan masyarakat,” ujar Umar.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu melawan praktik tambang ilegal yang dinilai semakin merajalela dan diduga dikendalikan oleh oknum-oknum mafia tambang.
“Mari kita bersama-sama melawan tambang ilegal. Jangan biarkan segelintir orang memperkaya diri dengan menghancurkan tanah yang menjadi sumber kehidupan kita. Laporkan jika mengetahui adanya aktivitas PETI. Ini bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Menurutnya, jika kerusakan lingkungan terus dibiarkan, maka masyarakat sendiri yang akan menanggung akibatnya di kemudian hari.
“Jangan sampai Tanah Gordang Sambilan yang kita banggakan berubah menjadi kubangan air akibat keserakahan manusia. Hutan habis, sungai rusak, ikan menghilang, sawah terdampak, dan bencana akan datang silih berganti. Sebelum alam murka kepada kita, mari kita jaga bersama bumi yang kita warisi dari leluhur untuk kita titipkan kepada generasi mendatang,” tuturnya.

Umar Lubis berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat agar pemberantasan PETI dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, menyelamatkan Mandailing Natal dari tambang ilegal bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menjaga warisan alam, sumber kehidupan masyarakat, dan masa depan generasi yang akan datang. (*)

Berita Terkait

Jeffry Barata Lubis Terpilih Aklamasi Pimpin SMSI Madina Periode 2026-2029
Sugiat Santoso Salurkan Bantuan Sembako dan Perlengkapan Ibadah untuk Warga dan Warga Binaan Lapas Langkat
Tim AMPHIBI Temukan Limbah B3 Bekas Pestisida Berserakan di Sungai Bandar Sidoras
100 Pelajar SMA di Langkat Dapat Bimbel Gratis Selama Setahun dari Sugiat Santoso
Festival Sungai Asahan, Pemkab dan Komunitas Bersinergi Jaga Ekosistem
Peringati 10 Tahun, AMPHIBI Gelar Maulid Nabi, Aksi Tanam Pohon, Tebar Bibit Ikan, dan Terima Program Community Development Ternak Bebek dari PT Musim Mas
BPDP Asah Skill 87 Pekebun Sawit Labusel, Produktivitas Melonjak
Terpilih secara Aklamasi, Rivay Bakkara Pimpin Periode ke-2 SMSI Siantar-Simalungun

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 14:10 WIB

Jeffry Barata Lubis Terpilih Aklamasi Pimpin SMSI Madina Periode 2026-2029

Jumat, 11 September 2026 - 16:22 WIB

Sugiat Santoso Salurkan Bantuan Sembako dan Perlengkapan Ibadah untuk Warga dan Warga Binaan Lapas Langkat

Kamis, 10 September 2026 - 09:52 WIB

Tim AMPHIBI Temukan Limbah B3 Bekas Pestisida Berserakan di Sungai Bandar Sidoras

Sabtu, 5 September 2026 - 21:10 WIB

100 Pelajar SMA di Langkat Dapat Bimbel Gratis Selama Setahun dari Sugiat Santoso

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Festival Sungai Asahan, Pemkab dan Komunitas Bersinergi Jaga Ekosistem

Berita Terbaru