Lampung Jadi Provinsi Pertama Pilot Project Nilai Ekonomi Karbon Perhutanan Sosial di Indonesia

Sabtu, 30 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Bandar Lampung – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama OJK secara resmi menjadikan Provinsi Lampung sebagai Provinsi pertama di Indonesia yang menjadi proyek percontohan Nilai Ekonomi Karbon Perhutanan Sosial.

Penetapan tersebut secara resmi disahkan oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dalam kegiatan Kick-Off: Pengenalan Pengembangan Potensi Nilai Ekonomi Karbon Perhutanan Sosial pertama di Indonesia bertempat di Grand Mercure Lampung, Jumat (29/08/2025).

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara kementerian Kehutanan Republik Indonesia dengan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia yang disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.

Menyambut baik hal tersebut, Wakil Gubernur Lampung menyatakan bahwa merupakan sebuah kehormatan, Lampung menjadi Provinsi pertama di Indonesia yang menjadi proyek percontohan Nilai Ekonomi Karbon Kehutanan Sosial. Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mendukung implementasi program NEK Perhutanan Sosial.

“Ini sebuah kehormatan bagi kami, artinya Lampung dipercaya menjadi motor penggerak kontribusi Indonesia. Saya menyatakan komitmen penuh atas nama pemerintah provinsi Lampung untuk memetakan potensi sektor Kehutanan dan mendukung implementasi dari Nilai Ekonomi Karbon,” tegasnya.

“Ini adalah stimulus bagi kami, pemerintah daerah untuk terus semangat mengembangkan potensi-potensi alam yang ada di Provinsi Lampung tanpa merusak keberlanjutan dari alam-alam tersebut,” tambahnya.

Menurut Jihan, masyarakat kini menjadi aktor utama menjaga hutan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari hasil hutan, mulai dari madu, kopi, sirup nira, hingga ekowisata. Dengan akses legal dan dukungan pendanaan, petani hutan diharapkan mampu menekan laju deforestasi sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah.

“Insya Allah akan ada dukungan nyata dari OJK, maka kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk OJK dan lembaga keuangan yang akan menyatakan komitmennya untuk mendukung potensi-potensi yang ada di perhutanan sosial,” ucapnya.

Diakhir, Wagub juga mengajak seluruh pihak untuk turut bersama-sama menyukseskan program ini dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui hutan yang lestari.

“Mari kita satukan langkah pemerintah pusat dan daerah dunia usaha dan akademis masyarakat adat dan petani hutan agar program ini sukses semoga kita hari ini menjadi awal yang baik dan Lampung bisa menjadi inspirasi bagi provinsi lain bahwa hutan lestari masyarakat akan sejahtera,” pungkasnya.

Melalui penandatanganan nota kesepahaman, Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni berharap akan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas penyuluh dan pengelola perhutanan sosial, terutama dalam memahami literasi ekonomi dan pemanfaatan skema pendanaan hijau.

“Insya Allah ini bisa menambah kesejahteraan masyarakat kita dengan regulasi yang sedang dibenahi. Kemampuan kita untuk menjaga Kehutanan kita secara lestari, nanti ada insentif baru. Nilai Ekonomi Karbon yang bisa kita perdagangkan, jadi kesejahteraan petani hutan akan meningkat dengan skema ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyebut bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan komitmen kuat antar institusi dimana dalam pemilihannya Lampung terpilih menjadi lokasi pilot project yang akan menjadi model nasional.

“Pilot projek adalah yang ada di Provinsi Lampung. Penandatanganan ini adalah kesepakatan komitmen kuat antar institusi. Implementasinya actionnya, operasional tentu yang dipakai sebagai percontohan pilot project dan modeling adalah yang ada di Provinsi Lampung,” jelasnya.

Mahendra juga menilai bahwa potensi Nilai Ekonomi Karbon Perhutanan itu merupakan satu kesatuan yang juga dapat dilihat sebagai dua supply chain yang pada gilirannya harus diperkuat satu sama lain sehingga akses keuangan berkelanjutan akan memperkuat hulu dan hilir perhutanan sosial.

“Apa yang selama ini menjadi gambaran bagaimana menjaga hulu dari hutan sosial itu sangat bisa diperkuat dengan akses keuangan yang berkelanjutan,” ucapnya. (Nad)

Sumber: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Berita Terkait

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Menurun, Badan Geologi Turunkan Status ke Level II Waspada
Pemprov Lampung Perkuat Transformasi Samsat, Hadirkan Pelayanan Pajak Kendaraan yang Mudah dan Transparan
Pemprrov Lampung Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan, ASN Diminta Jadi Teladan
Pemprov Lampung Perkuat Kolaborasi Sukseskan PSN 3 Juta Rumah
Dukung PSN 3 Juta Rumah, Pemprov Lampung Percepat Program Perumahan Rakyat
Wagub Jihan Nurlela Dorong Produk Unggulan Desa Lampung Berorientasi Ekspor
Kendalikan Inflasi, Pemprov Lampung Ikuti Rakor Bersama Kemendagri
Program Desaku Maju Jadi Strategi Pemprov Lampung Perkuat Ekonomi Desa

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 14:27 WIB

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Menurun, Badan Geologi Turunkan Status ke Level II Waspada

Selasa, 22 September 2026 - 13:54 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Transformasi Samsat, Hadirkan Pelayanan Pajak Kendaraan yang Mudah dan Transparan

Senin, 21 September 2026 - 13:59 WIB

Pemprrov Lampung Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan, ASN Diminta Jadi Teladan

Senin, 21 September 2026 - 13:09 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Kolaborasi Sukseskan PSN 3 Juta Rumah

Senin, 21 September 2026 - 08:45 WIB

Dukung PSN 3 Juta Rumah, Pemprov Lampung Percepat Program Perumahan Rakyat

Berita Terbaru