Kirab Budaya Sleman Gaungkan Damai, Tolak Kekerasan Tegas

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Sleman – Pesan perdamaian menggema di sepanjang jalanan Sleman, Kamis sore.

Ratusan peserta kirab budaya bertajuk “Pratelan Budhaya Tolak Kekerasan Utamakna Katentreman” berjalan kaki dari Terminal Condongcatur menuju Markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan balutan busana adat Jawa dan Nusantara, langkah mereka menjadi simbol gerakan moral masyarakat menjaga marwah Yogyakarta pasca-aksi anarkis yang sempat mencederai wajah Kota Budaya.

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan rombongan langsung disambut Wakapolda DIY, Eddy Djunaedi, setibanya di halaman Mapolda.

“Kehadiran perwakilan Bregada Rakyat Widya Permana, Jaladwara, dan Wirotomo membawa suasana khidmat sekaligus menjadi penyemangat kami untuk bekerja lebih baik dan profesional,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan masyarakat adat menjadi energi moral untuk memulihkan citra Yogyakarta.

“Kami mendukung misi berbagai elemen masyarakat dalam mengembalikan marwah Kota Budaya,” tegasnya.

Dalam suasana penuh khidmat, Brigjen Pol Eddy Djunaedi menyampaikan apresiasi langsung kepada koordinator kegiatan, Widihasto Wasana Putra, dan seluruh perwakilan Bregada Rakyat.

“Budaya Yogyakarta adalah budaya adiluhung yang menjunjung tinggi tata krama, tepa selira, dan harmoni sosial.

Pesan damai ini adalah resonansi moral bahwa DIY menolak kekerasan dalam bentuk apa pun,” tandasnya.

Ia menekankan bahwa perusakan fasilitas umum bukan cerminan jati diri warga Yogyakarta.

Wakapolda juga mengingatkan pentingnya penyampaian aspirasi secara santun sesuai dhawuh Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Sinergi aparat keamanan dan masyarakat adat adalah benteng utama agar Yogyakarta tetap teduh dan bermartabat,” ujarnya.

Ia menegaskan tiga komitmen Polda DIY, yakni menjamin kebebasan aspirasi secara damai, mengedepankan pendekatan humanis, serta memperkuat sinergi keamanan demi katentreman lan karaharjan.

Kirab pun ditutup dengan gaungan lantang, “Tolak Kekerasan, Utamakan Katentreman,” sebagai janji bersama menjaga Bumi Mataram tetap aman dan nyaman.

(waw)

Berita Terkait

MES DIY Anugerahkan Penghargaan Ustaz Jazir, Inspirasi Ekonomi Syariah Masjid
“Pertigapuluhan” Jadi Ruang Tertawa dan Berdamai dengan Usia 30 ala Priska Baru Segu
Burrito hingga Taco Birria, Mexican Corner Lengkapi Ragam Kuliner di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta ke-21
Inovasi Pertunjukan Musik, Ruzan & Vita Ramaikan Simak Sahur dengan Konsep Silent Gigs
PBTY ke-21 Usung Tema Penguatan Persatuan Melalui Warisan Seni Budaya
Edukasi “Sobat Maag Tetap Nyaman Puasa” Tekankan Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat
Study Tour Dilarang, Bus Pariwisata DIY Terancam Gulung Tikar
Pemkot Yogyakarta Dorong Konsep Aglomerasi Budaya untuk Perkuat Daya Tarik Wisata Imlek

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:43 WIB

MES DIY Anugerahkan Penghargaan Ustaz Jazir, Inspirasi Ekonomi Syariah Masjid

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:19 WIB

Kirab Budaya Sleman Gaungkan Damai, Tolak Kekerasan Tegas

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:44 WIB

“Pertigapuluhan” Jadi Ruang Tertawa dan Berdamai dengan Usia 30 ala Priska Baru Segu

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:01 WIB

Burrito hingga Taco Birria, Mexican Corner Lengkapi Ragam Kuliner di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta ke-21

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:08 WIB

Inovasi Pertunjukan Musik, Ruzan & Vita Ramaikan Simak Sahur dengan Konsep Silent Gigs

Berita Terbaru