Ketika Dunia Modern Meniru Pesantren: Santri dan Warisan Pendidikan yang Menjadi Teladan Dunia Modern

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Oleh: Bagus Anwar Hidayatulloh Dosen dan Akademisi
JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – ‎Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional—sebuah momentum penting untuk merefleksikan peran besar kaum santri dalam membangun peradaban bangsa.

‎Tema tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, menegaskan kembali bahwa santri bukan hanya pejuang kemerdekaan di masa lalu, tetapi juga pilar moral dan intelektual yang terus mengawal arah bangsa di tengah tantangan modernitas.

‎Pesantren sebagai pusat pendidikan dan spiritualitas telah melahirkan generasi yang tangguh, berilmu, dan berakhlak, jauh sebelum sistem pendidikan formal mengenal istilah character building.

‎Fakta menariknya, dunia modern kini justru meniru banyak hal dari pesantren.

‎Sistem boarding school, pendidikan berbasis karakter, hingga konsep full day school merupakan adaptasi dari tradisi pendidikan pesantren yang menekankan keseimbangan antara ilmu, iman, dan akhlak.

‎Di pesantren, pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada pembentukan moral, spiritual, dan kemandirian.

‎Ironisnya, meski sistem modern banyak mencontek nilai-nilai pesantren, pengakuan terhadap kontribusi pesantren sering kali terpinggirkan dan dianggap “kurang modern”.

‎Padahal, pesantren telah lebih dulu menerapkan prinsip holistic education yang kini justru diidealkan oleh dunia Barat.

‎Kaum santri juga terbukti menjadi penjaga nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama. Pesantren berdiri tegak sebagai benteng moral bangsa yang menolak ekstremisme dan kekerasan.

‎Sejarah menunjukkan bahwa santri adalah pembela tanah air dengan landasan cinta damai dan toleransi.

‎Nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang diajarkan di pesantren menjelma menjadi kekuatan sosial yang mempersatukan umat, menjaga keutuhan NKRI, dan mengajarkan harmoni di tengah perbedaan.

‎Inilah bentuk nasionalisme religius yang jarang dimiliki oleh lembaga pendidikan lain.

‎Kini, ketika dunia dihadapkan pada krisis moral, dehumanisasi teknologi, dan kegersangan spiritual, warisan pendidikan pesantren justru menjadi oase yang menyejukkan.

‎Pesantren telah membuktikan diri sebagai model pendidikan alternatif yang menyatukan kecerdasan, karakter, dan keimanan.

‎Dunia modern mungkin memiliki teknologi, tetapi pesantren memiliki ruh—ruh ilmu yang menuntun akal dan nurani sekaligus.

‎Karena itu, sudah saatnya bangsa ini tidak hanya memperingati Hari Santri secara seremonial, tetapi menempatkan pesantren sebagai inspirasi utama dalam membangun pendidikan dan peradaban dunia yang berakar pada iman, ilmu, dan akhlak.

(waw)

Berita Terkait

‎Nuzulul Qur’an Teguhkan Cahaya Peradaban Saat Dunia Dilanda Krisis
UMY Dampingi Wirokerten Transformasi Digital Desa Wisata Berbasis Keamanan Siber
‎Pria Bersurjan dan Kebaya Syiar Budaya, Ngemong Generasi Muda
‎Relawan MBG DIY Bersatu, 5.000 Orang Ikrar Benahi Layanan
‎BGN Ancam Hentikan Operasional Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene Sanitasi
Disperindag DIY Genjot IKM Naik Kelas Lewat Pameran Kerajinan
Korem 072 Pamungkas Siagakan 850 Personel Antisipasi Bencana dan Mudik
‎KAI-TNI Bergerak! Bersih Vandalisme Jembatan Kewek Demi Wajah Jogja

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 10:34 WIB

‎Nuzulul Qur’an Teguhkan Cahaya Peradaban Saat Dunia Dilanda Krisis

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:32 WIB

UMY Dampingi Wirokerten Transformasi Digital Desa Wisata Berbasis Keamanan Siber

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:43 WIB

‎Pria Bersurjan dan Kebaya Syiar Budaya, Ngemong Generasi Muda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:56 WIB

‎Relawan MBG DIY Bersatu, 5.000 Orang Ikrar Benahi Layanan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:05 WIB

‎BGN Ancam Hentikan Operasional Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene Sanitasi

Berita Terbaru