Kementerian Transmigrasi Siap Revitalisasi Kawasan Tomini Raya dan UPT Nelayan Moian

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Kementerian Transmigrasi mendorong peningkatan produktivitas komoditas durian di kawasan transmigrasi Kabupaten Parigi Moutong sebagai langkah menciptakan ekosistem ekonomi baru berbasis potensi unggulan daerah. Upaya ini ditujukan untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menarik investasi ke kawasan transmigrasi.

“Peningkatan produktivitas komoditas unggulan seperti durian harus didukung dengan kepastian lahan agar menarik minat investor. Oleh karena itu, Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong perlu berada dalam clean and clear,” kata Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat menerima audiensi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang dipimpin Bupati Erwin Burase, Selasa (3/3).

Mentrans menegaskan Sisa HPL transmigrasi di Parigi Moutong perlu kita tingkatkan menjadi sertifikat dan dilakukan valuasi agar dapat mengundang investor dari dalam maupun luar negeri.

“Fokus Kementerian Transmigrasi saat ini adalah produktivitas. Kami ingin memberi dampak langsung pada pendapatan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja di kawasan transmigrasi. Jika produktivitas meningkat, investasi dari dalam dan luar negeri bisa masuk dan menyerap tenaga kerja sehingga daya beli masyarakat ikut meningkat,” kata Menteri Iftitah.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase menjelaskan sebagian besar masyarakat Parigi Moutong berkembang dari masyarakat transmigrasi. Selain sektor perikanan, daerah tersebut memiliki potensi besar pada komoditas durian.

“Sejak tahun 2023, komoditas unggulan kami adalah durian dan telah melakukan ekspor perdana ke Tiongkok sebanyak 20 ton,” katanya.

Bupati Erwin menyampaikan bahwa Parigi Moutong merupakan kabupaten terluas dan terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah. Kawasan Tomini Raya merupakan kawasan transmigrasi dengan sektor unggulan perikanan, namun masih membutuhkan perhatian pada infrastruktur dasar.

“Kawasan Tomini Raya merupakan kawasan transmigrasi dengan sektor komoditas perikanan. Namun, infrastruktur dasar masih perlu diperhatikan. Penempatan awal transmigrasi di Parigi Moutong dimulai sejak tahun 1962,” ujar Bupati Erwin.

Dalam diskusi tersebut, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans), Sigit Mustofa Nuruddin, menyampaikan pihaknya akan melakukan revitalisasi UPT Nelayan Moian serta mendorong sinergi pengembangan komoditas unggulan.

“Kami akan melakukan revitalisasi UPT Nelayan Moian di Kawasan Bahari Tomini Raya. Komoditas unggulan seperti durian dan kelapa akan kami sinergikan dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Masyarakat Transmigrasi (PEMT). Untuk ekspor, akan kami dorong melalui Kementerian Transmigrasi,” ujarnya.

Menteri Transmigrasi menyatakan ketertarikannya terhadap potensi Parigi Moutong, khususnya pada komoditas durian yang dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi kawasan transmigrasi.

“Saya tertarik dengan Parigi Moutong dengan komoditas unggulan durian. Kita lihat potensi apa yang bisa dikembangkan secara bersama,” ujarnya.

Menteri Iftitah juga menekankan pentingnya menyatukan visi dalam pembangunan kawasan transmigrasi agar setiap program benar-benar berdampak bagi masyarakat.

“Yang paling penting adalah menyatukan visi, bahwa uang negara harus bisa dipertanggungjawabkan dengan bukti nyata, yaitu bagaimana kita mengentaskan kemiskinan dengan menciptakan banyak lapangan kerja. Arah transmigrasi sekarang adalah peningkatan produktivitas untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru,” pungkasnya. (Ls)

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

@gerbangpatriot

Berita Terkait

“Polisi Ojo Ilang Kamanungsane”, Keutamaan Bagi Petugas Polisi
Digital Leadership dan Pemolisian yang Futuristik
Kakak Gabriel Menahan Tangis, Kesaksian Pacar Ungkap Fakta Isi Ulang Gas Portable
Agus Santoso Bongkar Alasan Bank Indonesia Tak Boleh Selalu Sepakat dengan Pemerintah
KP-MBG Soroti Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG, Laporan Disampaikan ke Penasihat Khusus Presiden
Melalui Mediasi Dasco Ahmad, PWI Pusat dan Hotman Paris Tempuh Jalan Damai
Sidang Praperadilan Refill Gas Portable Digelar, Pemohon Bacakan Permohonan di PN Jakarta Utara
Menteri Ekraf Dukung Garuda Finishers Perkuat Ekonomi Kreatif dan Industri Olahraga

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:50 WIB

“Polisi Ojo Ilang Kamanungsane”, Keutamaan Bagi Petugas Polisi

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:44 WIB

Digital Leadership dan Pemolisian yang Futuristik

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:04 WIB

Kakak Gabriel Menahan Tangis, Kesaksian Pacar Ungkap Fakta Isi Ulang Gas Portable

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:48 WIB

Agus Santoso Bongkar Alasan Bank Indonesia Tak Boleh Selalu Sepakat dengan Pemerintah

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:31 WIB

KP-MBG Soroti Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG, Laporan Disampaikan ke Penasihat Khusus Presiden

Berita Terbaru

Yogyakarta

‎Forum Jogja Damai Kawal Aksi Mahasiswa Tetap Aman Kondusif

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:01 WIB