Kemendagri: Transjatim Wujud Komitmen Daerah dalam Mendukung RPJMN 2025–2029 dan SDGs 2030

Rabu, 8 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Lamongan – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo menegaskan bahwa hadirnya Transjatim Koridor VII rute Terminal Lamongan–Dukun (Gresik)–Terminal Paciran menjadi bukti nyata inovasi daerah dalam menyediakan layanan transportasi publik yang berkeadilan, efisien, dan mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Transjatim merupakan salah satu ekosistem inovasi yang hadir di Jawa Timur secara terintegrasi. Tidak hanya memberikan layanan konvensional transportasi penumpang antarkota saja, malah juga adaptif terhadap keperluan penumpang,” kata Yusharto dalam Peresmian Operasional Bus Transjatim Koridor VII di Halaman Parkir Makam Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Selasa (7/10/2025).

Yusharto menjelaskan, mobilitas yang efektif menjadi landasan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. Kehadiran Transjatim Koridor VII tidak hanya memperlancar pergerakan masyarakat antardaerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, khususnya bagi sektor UMKM dan pelaku usaha lokal di sepanjang jalur layanan.

“Peluncuran koridor VII Transjatim adalah manifestasi nyata dari kolaborasi lintas sektor dan daerah dalam membangun transportasi publik yang efisien, ramah lingkungan, dan berorientasi masa depan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusharto juga menyoroti pentingnya transportasi publik sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan, polusi, dan pemborosan energi di kawasan Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan). Kawasan ini merupakan wilayah dengan aktivitas ekonomi terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta.

Ia menegaskan, setiap tahun kemacetan dapat menurunkan produktivitas nasional hingga 0,5 persen, atau setara dengan kerugian ekonomi sekitar 4 miliar dolar AS. Di wilayah metropolitan Surabaya dan sekitarnya, dampaknya bahkan lebih signifikan.

Yusharto menambahkan, jumlah kendaraan bermotor di Provinsi Jatim mencapai 26,52 juta unit pada 2024, meningkat lebih dari 5 persen dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini berpotensi menimbulkan beban ekonomi baru, mulai dari penurunan kualitas udara hingga meningkatnya subsidi energi.

“Transjatim sebagai transportasi massal berperan vital dalam mengatasi persoalan yang terjadi, dengan kapasitas angkut yang jauh lebih besar dan tarif yang terjangkau, layanan ini menjadi alternatif nyata untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” ujarnya.

Lebih jauh, Yusharto menyampaikan bahwa peluncuran koridor baru Transjatim sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang menitikberatkan pada pengembangan transportasi publik untuk menekan kemacetan dan polusi. Selain itu, pengembangan Transjatim juga mendukung Agenda Net Zero Emission 2060 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-11, yaitu mewujudkan kota dan komunitas yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

“Kementerian Dalam Negeri salah satu kementerian yang membina penyelenggaraan inovasi di seluruh Indonesia, kami mendukung langkah perluasan koridor ketujuh ini sebagai wujud nyata peningkatan kualitas layanan publik di Jawa Timur melalui proses pengembangan ekosistem inovasi,” pungkasnya.(nr)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Wamendagri Bima Arya Ajak Generasi Muda Siapkan Diri Hadapi Tantangan Masa Depan
Perkuat Kepedulian Lingkungan, TP PKK Dorong Gerakan Bersama Atasi Sampah
Wamendagri Wiyagus Tekankan Penanganan TB untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga
DPR RI Setujui 15 RUU Kabupaten/Kota, Kepastian Hukum Tata Kelola Pemda Diperkuat
Transformasi Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu Didorong, Kemendagri Tekankan Kepemimpinan dan Pelayanan
Program Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu Diperkuat, Kemendagri Dorong Perencanaan Terintegrasi
Perkuat Kinerja, Kemendagri Dorong TP PKK, Posyandu, dan Dekranasda Manfaatkan Sumber Pembiayaan
Menuju Kota Banjar Bebas TB, Wiyagus Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:57 WIB

Wamendagri Bima Arya Ajak Generasi Muda Siapkan Diri Hadapi Tantangan Masa Depan

Selasa, 22 September 2026 - 18:09 WIB

Perkuat Kepedulian Lingkungan, TP PKK Dorong Gerakan Bersama Atasi Sampah

Selasa, 22 September 2026 - 15:35 WIB

Wamendagri Wiyagus Tekankan Penanganan TB untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga

Selasa, 22 September 2026 - 14:43 WIB

DPR RI Setujui 15 RUU Kabupaten/Kota, Kepastian Hukum Tata Kelola Pemda Diperkuat

Selasa, 22 September 2026 - 12:59 WIB

Transformasi Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu Didorong, Kemendagri Tekankan Kepemimpinan dan Pelayanan

Berita Terbaru

Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) DPC Kota Yogyakarta membuka Posko Udara Advokasi Beasiswa Kuliah untuk mendampingi warga—pelajar, calon mahasiswa, hingga orang tua—dalam mengurus beasiswa kuliah berbasis APBD Pemkot Yogyakarta serta advokasi perubahan data desil kesejahteraan. (Foto: GPM Kota Yogyakarta)

Yogyakarta

GPM Buka Posko Udara, Kawal Beasiswa Kuliah Anak Rakyat

Selasa, 22 Sep 2026 - 19:36 WIB