‎Kampung Mati Nglepen Simpan Luka Gempa, Warga Bangkit Menatap Masa Depan

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎SLEMAN – Rimbunnya pepohonan di kawasan Prambanan, Kabupaten Sleman, ternyata menyimpan kisah pilu yang tak pernah lekang oleh waktu.
‎
‎Di balik lebatnya vegetasi itu berdiri bekas Padukuhan Nglepen dan sebagian Padukuhan Sengir yang kini dikenal sebagai “kampung mati” setelah ditinggalkan warga akibat gempa bumi dahsyat Yogyakarta 27 Mei 2006.
‎
‎Meski tampak seperti hutan biasa, kawasan tersebut pernah menjadi permukiman yang ramai dengan aktivitas masyarakat.
‎
‎Lurah Sumberharjo, Kurniawan Widiyanto, mengungkapkan kerusakan di Nglepen bukan hanya disebabkan guncangan gempa, tetapi juga karena tanah mengalami ambles sehingga seluruh warga harus direlokasi.
‎
‎”Kalau yang Nglepen sekarang sudah migrasi semua. Sudah pindah semua, yang Sengir sebagian tidak ditempati,” ujarnya.
‎
‎Ia menambahkan, “Yang Nglepen semua pindah. Ya betul karena tanahnya ambles. Tapi di sekelilingnya malah banyak korban, termasuk tempat saya. Alhamdulillah yang Nglepen tidak ada, semua selamat.”
‎
‎Kesaksian mengharukan juga disampaikan Tukijo (70), penyintas yang pernah tinggal di Kampung Nglepen lama. Ia masih mengingat kepanikan saat gempa mengguncang ketika dirinya sedang memasak, sementara anaknya bersiap berangkat sekolah.
‎
‎”Ya lari keluar semua. Alhamdulillah tidak ada yang luka, satu RT Nglepen juga tidak ada korban karena lari keluar rumah,” kenangnya. Menurutnya, kondisi kampung berubah total setelah tanah ambles dan bangunan rusak berat.
‎
‎Pascagempa, seluruh warga tinggal di pengungsian sebelum akhirnya direlokasi pada 2009 ke permukiman baru berupa rumah-rumah berbentuk kubah yang kini dikenal sebagai Kampung Dome atau Rumah Teletubbies.
‎
‎Sekitar 70 unit rumah dibangun untuk menampung warga Nglepen dan sebagian warga Sengir agar dapat memulai kehidupan baru setelah kehilangan kampung halaman.
‎
‎Tukijo mengatakan kampung lama hingga kini tidak lagi boleh dihuni karena kondisi tanah masih dianggap berbahaya.
‎
‎Kawasan tersebut perlahan berubah menjadi hutan yang menutupi bekas rumah dan jalan kampung.
‎
‎”Sudah jadi hutan ditutup kayu dan pohon, tidak lagi di sana, tidak boleh dihuni lagi. Ya ke sana cuma kadang cari pakan,” katanya.
‎
‎Kini, bekas kampung hanya sesekali didatangi warga untuk mencari rumput dan pakan ternak.
‎
‎Hampir dua dekade berlalu, bekas Padukuhan Nglepen tetap menjadi saksi bisu dahsyatnya gempa Yogyakarta 2006.
‎
‎Di sisi lain, Kampung Dome berkembang menjadi ikon wisata edukasi kebencanaan sekaligus simbol kebangkitan para penyintas.
‎
‎Kisah Nglepen membuktikan bahwa bencana memang mampu mengubah kehidupan dalam hitungan detik, namun semangat gotong royong, ketangguhan, dan harapan mampu mengantarkan masyarakat bangkit serta memulai kehidupan baru.(WAW)

Berita Terkait

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut
Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD
‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Berita Terbaru

Yogyakarta

Harda Kiswaya Gaungkan Kerukunan Lewat Pesparawi Sleman 2026

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:41 WIB

Yogyakarta

Susanto Dwi Antoro Dorong Langen Beksan Jaga Warisan Budaya

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:37 WIB

Jawa Tengah

Ribuan Massa GPK Kepung Borobudur, Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:32 WIB

Yogyakarta

KAI Buka Tiket Desember, Penumpang Wajib Cek Perubahan Jadwal

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:28 WIB