Kajian UMK Yogya Tahun Depan Dimulai, Pemkot Fokus Pola Konsumsi Warga

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat memaparkan perluasan program Kios Segoro sebagai bagian dari pengendalian inflasi. (Dok Pemkot)

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat memaparkan perluasan program Kios Segoro sebagai bagian dari pengendalian inflasi. (Dok Pemkot)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta mulai menyiapkan kajian awal untuk menentukan besaran Upah Minimum Kota (UMK) tahun mendatang. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa penetapan UMK tidak hanya bertumpu pada tren inflasi dan harga komoditas, tetapi juga pola konsumsi harian masyarakat.

Menurut Hasto, survei mengenai kebutuhan pokok warga akan menjadi pintu masuk penghitungan UMK. “UMR akan naik kalau selera orang naik,” ujarnya, merujuk pada dinamika perubahan konsumsi, baik pangan maupun nonpangan, yang memengaruhi biaya hidup.

Ia menambahkan, Pemkot juga akan memasukkan indeks kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu variabel utama dalam perhitungan. “Ada indeks bagaimana kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi. Saya kira saya akan menghitung itu,” ucapnya.

Penetapan UMK tahun depan diharapkan mencerminkan kebutuhan riil masyarakat Yogyakarta sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk tetap tumbuh.

Tahun 2025, Kota Yogyakarta tercatat sebagai wilayah dengan UMK tertinggi di DIY, yakni Rp 2.655.041,81 atau naik 6,5 persen dari tahun sebelumnya. Adapun besaran UMK di kabupaten lain adalah Sleman Rp 2.466.514,86, Bantul Rp 2.360.533,00, Kulon Progo Rp 2.351.239,85, dan Gunungkidul Rp 2.330.263,67. (ihd)

Berita Terkait

Pemkot Yogya Pastikan Tidak Ada PPPK Dirumahkan Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogya Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogyakarta Jajaki WFH ASN, Pastikan Layanan Publik Tetap Normal
Wisata Lebaran 2026 Jogja Hampir Capai Target, Kunjungan Tembus 668.000 hingga H+4
Pemkot Yogya Salurkan Zakat dan Bantuan untuk Mahasiswa Korban Bencana
Polresta dan Pemkot Yogya Gelar Pangan Murah Jelang Nyepi dan Idulfitri
Wamira dan KKMP Disinergikan, Pemkot Yogya Perluas Distribusi Sembako dan Kendalikan Inflasi
Pemkot Yogya Buka Posko Konsultasi THR 2026, Layanan Daring hingga Mediasi Disiapkan

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:06 WIB

Pemkot Yogya Pastikan Tidak Ada PPPK Dirumahkan Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:41 WIB

Pemkot Yogya Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen

Senin, 30 Maret 2026 - 17:01 WIB

Pemkot Yogyakarta Jajaki WFH ASN, Pastikan Layanan Publik Tetap Normal

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:43 WIB

Wisata Lebaran 2026 Jogja Hampir Capai Target, Kunjungan Tembus 668.000 hingga H+4

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:30 WIB

Pemkot Yogya Salurkan Zakat dan Bantuan untuk Mahasiswa Korban Bencana

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Rp16,4 Miliar Raib, PT DYM Laporkan Kades Mulyodadi ke Polisi

Rabu, 1 Apr 2026 - 08:31 WIB

Bekasi

Rapat Banmus DPRD Bekasi Susun Agenda Kerja April 2026

Rabu, 1 Apr 2026 - 00:07 WIB