Jogja Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana hingga Februari 2026

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot Yogyakarta memperpanjang status Siaga Darurat Bencana hingga Februari 2026. (Dok Pemkot)

Pemkot Yogyakarta memperpanjang status Siaga Darurat Bencana hingga Februari 2026. (Dok Pemkot)

Perpanjangan status tersebut tertuang dalam Keputusan Wali Kota Yogyakarta Nomor 490 Tahun 2025 yang ditandatangani pada 31 Desember 2025. Status siaga darurat banjir, talut longsor, dan cuaca ekstrem berlaku mulai 1 Januari hingga 28 Februari 2026.

Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Petrus Singgih Purnomo mengatakan, keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Januari–Februari 2026.

“Status siaga darurat sebelumnya ditetapkan hingga Desember 2025. Namun, karena puncak musim hujan diperkirakan berlanjut hingga Februari 2026, maka status tersebut diperpanjang,” kata Singgih, Kamis (15/1/2026).

Menurut Singgih, penetapan status siaga darurat menjadi dasar hukum untuk mempercepat langkah penanganan dan koordinasi lintas perangkat daerah. Dengan status tersebut, Pemkot Yogyakarta dapat lebih sigap dalam menyiapkan langkah mitigasi maupun respons darurat di lapangan.

“Status siaga darurat ini memungkinkan koordinasi antarlembaga berjalan lebih cepat sehingga risiko bencana bisa ditekan,” ujarnya.

Data BPBD Kota Yogyakarta mencatat, sepanjang 2025 terjadi 138 kejadian pohon tumbang, 66 kasus kerusakan atap rumah akibat angin kencang, 26 kejadian tanah atau talut longsor, serta 12 kejadian banjir luapan. Selain itu, tercatat satu kejadian gempa bumi. Banjir luapan sempat terjadi pada awal Desember 2025 di wilayah Bener, Tegalrejo, dan Pakuncen akibat meluapnya Sungai Winongo.

“Pohon tumbang masih menjadi kejadian paling dominan. Bahkan pada awal Januari ini sudah terjadi beberapa kasus serupa,” kata Singgih.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, antara lain dengan memangkas pohon yang rimbun atau lapuk guna mengurangi risiko tumbang saat hujan lebat disertai angin kencang.

BPBD juga mencatat dampak cuaca ekstrem pada 13 Januari 2026. Hujan lebat dan angin kencang menyebabkan dahan pohon patah di Jatimulyo, Kricak, serta robohnya atap kanopi di Notoprajan, Ngampilan. Peristiwa tersebut ditangani melalui kerja cepat Tim Reaksi Cepat BPBD bersama relawan, Kampung Tangguh Bencana, dan warga setempat.

Sementara itu, BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta dalam rilis 10 Januari 2026 menyebutkan, puncak musim hujan di wilayah DIY diperkirakan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026, dengan curah hujan kategori menengah hingga tinggi, yakni 75–200 milimeter per dasarian.

Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas mengingatkan pentingnya langkah mitigasi, terutama di wilayah rawan banjir, longsor, dan angin kencang.

“Pembersihan saluran air, pemangkasan dahan pohon, serta memastikan baliho dan reklame dalam kondisi aman perlu dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan perpanjangan status siaga darurat ini, Pemkot Yogyakarta berharap kewaspadaan masyarakat meningkat sehingga dampak bencana selama puncak musim hujan dapat diminimalkan. (ihd)

Berita Terkait

Pemkot Yogya Pastikan Tidak Ada PPPK Dirumahkan Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogya Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogyakarta Jajaki WFH ASN, Pastikan Layanan Publik Tetap Normal
Wisata Lebaran 2026 Jogja Hampir Capai Target, Kunjungan Tembus 668.000 hingga H+4
Pemkot Yogya Salurkan Zakat dan Bantuan untuk Mahasiswa Korban Bencana
Polresta dan Pemkot Yogya Gelar Pangan Murah Jelang Nyepi dan Idulfitri
Wamira dan KKMP Disinergikan, Pemkot Yogya Perluas Distribusi Sembako dan Kendalikan Inflasi
Pemkot Yogya Buka Posko Konsultasi THR 2026, Layanan Daring hingga Mediasi Disiapkan

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:41 WIB

Pemkot Yogya Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen

Senin, 30 Maret 2026 - 17:01 WIB

Pemkot Yogyakarta Jajaki WFH ASN, Pastikan Layanan Publik Tetap Normal

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:43 WIB

Wisata Lebaran 2026 Jogja Hampir Capai Target, Kunjungan Tembus 668.000 hingga H+4

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:30 WIB

Pemkot Yogya Salurkan Zakat dan Bantuan untuk Mahasiswa Korban Bencana

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:57 WIB

Polresta dan Pemkot Yogya Gelar Pangan Murah Jelang Nyepi dan Idulfitri

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Rp16,4 Miliar Raib, PT DYM Laporkan Kades Mulyodadi ke Polisi

Rabu, 1 Apr 2026 - 08:31 WIB

Bekasi

Rapat Banmus DPRD Bekasi Susun Agenda Kerja April 2026

Rabu, 1 Apr 2026 - 00:07 WIB