Jogja Fashion Week 2026 Hadir, Warisan Budaya Lokal Diproyeksikan Mendunia

Jumat, 14 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA — Jogja Fashion Week (JFW) 2026 resmi dibuka di Jogja Expo Center (JEC), Kamis (13/8/2026). Memasuki penyelenggaraan ke-21, ajang fashion tahunan ini membawa semangat menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu pusat fashion dunia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta, Anton Raharja, S.T.P., M.Si., mengatakan Jogja Fashion Week menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat industri fashion sekaligus meningkatkan ekspor produk fashion DIY ke pasar mancanegara.

Hal tersebut disampaikan Anton saat diwawancarai wartawan seusai pembukaan Jogja Fashion Week 2026 di JEC.

“Jogja Fashion Week kali ini merupakan salah satu bagian dari upaya yang dilakukan oleh Disperindag DIY untuk mewujudkan Jogja sebagai pusat fashion dunia sesuai amanat Bapak Gubernur DIY dan untuk meningkatkan ekspor produk fashion DIY ke mancanegara,” ujar Anton.

Menurutnya, perjalanan Jogja Fashion Week terus berkembang hingga menjadi salah satu ajang fashion terkemuka di Indonesia. Pada tahun ke-21 ini, JFW mengangkat tema “Roots to Resonance, Beyond”, yang bermakna dari akar budaya bergema ke dunia.

Tema tersebut mengajak para pelaku fashion untuk menggali inspirasi dari warisan budaya dan menerjemahkannya menjadi karya-karya kreatif baru yang mampu memberikan pengaruh terhadap perkembangan tren fashion, baik di tingkat regional maupun internasional.

“Tema ini mengajak kita untuk menggaungkan inspirasi dari warisan budaya, menciptakan karya-karya kreatif baru di industri mode, sehingga dapat menjadi pemantik bagi munculnya tren fashion di lingkup regional maupun internasional,” kata Anton.

Jogja Fashion Week 2026 menghadirkan sejumlah program yang mempertemukan desainer, model, pelaku IKM, komunitas, pemerintah, hingga industri pendukung fashion.

Sebanyak 13 sesi fashion show digelar dengan melibatkan 164 desainer dan 116 model, serta 20 finalis Jogja Fashion Designer Competition.

Selain fashion show, JFW 2026 menghadirkan Fashion Exhibition di Hall B JEC. Pameran tersebut diikuti 132 booth IKM, termasuk 20 IKM yang difasilitasi Dinas, 62 IKM mandiri hasil kolaborasi dengan kementerian, asosiasi dan pihak swasta, serta delapan island.

Program lain yang menjadi bagian dari JFW 2026 adalah Jogja Fashion Designer Competition. Kompetisi desain tersebut diikuti 86 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Ada pula Batik Casual Appreciation Fashion Show yang melibatkan seluruh kepala OPD di lingkungan Pemerintah Daerah DIY.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen para kepala OPD dalam mempromosikan penggunaan batik casual khas Yogyakarta. Di sisi lain, program ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan IKM sektor fashion sekaligus melestarikan batik sebagai identitas budaya daerah.

Tak hanya menjadi panggung kreativitas, Jogja Fashion Week 2026 juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku industri fashion.

Anton berharap seluruh rangkaian kegiatan JFW 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan transaksi sesuai target.

“Jogja Fashion Week 2026 bukan sekadar perhelatan mode, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat identitas, kreativitas, dan daya saing industri fashion Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya.

Menurut Anton, JFW diharapkan dapat menjadi rumah bagi kreativitas fashion Indonesia sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi para desainer, pelaku industri, UMKM, komunitas dan seluruh ekosistem fashion di Yogyakarta.

“Semoga Jogja Fashion Week 2026 menjadi langkah nyata menuju cita-cita tersebut, sekaligus membuka peluang yang semakin luas bagi para desainer, pelaku industri, UMKM dan seluruh ekosistem fashion di Yogyakarta untuk naik kelas dan menembus pasar global,” kata Anton.

Pembukaan Jogja Fashion Week 2026 turut dihadiri Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, Wakil Ketua Dekranasda DIY Gatot Saptadi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah DIY, bupati dan wali kota se-DIY atau perwakilan, perwakilan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, kepala OPD di lingkungan Pemda DIY, perwakilan Dekranasda, perbankan, akademisi, KADIN, asosiasi, perhotelan, serta para pecinta dan pelaku fashion.

Dengan mengusung “Roots to Resonance, Beyond”, Jogja Fashion Week 2026 menjadi panggung untuk membawa kekayaan akar budaya Yogyakarta menuju karya fashion yang lebih modern, kreatif, dan berdaya saing global. (Aga)

Berita Terkait

Langgeng Purnomo Jadi Kapolda DIY, Gantikan Anggoro Sukartono
‎Malioboro Run 2026 Meledak, 8.000 Peserta Taklukkan Ikon Budaya Yogyakarta
Susanto Dorong Honor RT RW Bulanan, Naik dan Transportasi Rapat
‎Haul HB IX Menggugah Yogyakarta Hidupkan Kembali Warisan Perjuangan Keraton
Lestarikan Budaya Banten, Andra Soni Ingin Karnaval Panjang Mulud Digelar Berkelanjutan
Lapangan Warak Diserbu Sampah Liar, Warga Desak Tindakan Tegas
Sidang Reno Bongkar Dugaan Sewa TKD, Negara Rugi Rp1,74 Miliar
‎Gusti Prabu Bongkar Polemik Bolosego, Parkir Alkid Disorot Publik

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Langgeng Purnomo Jadi Kapolda DIY, Gantikan Anggoro Sukartono

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:25 WIB

‎Malioboro Run 2026 Meledak, 8.000 Peserta Taklukkan Ikon Budaya Yogyakarta

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Susanto Dorong Honor RT RW Bulanan, Naik dan Transportasi Rapat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:20 WIB

‎Haul HB IX Menggugah Yogyakarta Hidupkan Kembali Warisan Perjuangan Keraton

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Lapangan Warak Diserbu Sampah Liar, Warga Desak Tindakan Tegas

Berita Terbaru

Yogyakarta

Langgeng Purnomo Jadi Kapolda DIY, Gantikan Anggoro Sukartono

Minggu, 4 Okt 2026 - 12:29 WIB

Yogyakarta

Susanto Dorong Honor RT RW Bulanan, Naik dan Transportasi Rapat

Minggu, 4 Okt 2026 - 12:20 WIB