Inflasi Lampung 0,14 Persen, Gubernur Tekankan Pentingnya Penguatan Pendapatan Warga

Rabu, 7 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, BANDAR LAMPUNG – Laju inflasi bulanan (month to month/mtm) Lampung pada September 2026 tercatat 0,14 persen, melambat dari 0,23 persen pada Agustus dan jauh di bawah inflasi nasional sebesar 0,30 persen.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis 1 Oktober 2026, Lampung menjadi provinsi yang terendah di Pulau Sumatera bersama Sumatera Utara, dan termasuk lima provinsi dengan inflasi bulanan terendah di Indonesia.

Capaian ini menunjukkan tekanan kenaikan harga relatif terkendali sehingga daya beli masyarakat dapat terjaga. Namun Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, menjaga harga saja belum cukup. Upaya itu harus dibarengi penguatan pendapatan masyarakat.

“Harga kita jaga, penghasilan masyarakat kita kuatkan. Karena ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya angka ekonomi yang bagus, tetapi apakah masyarakat merasakan hidupnya semakin ringan dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Mirza.

Untuk menjaga harga dan menguatkan pendapatan itu, Pemprov Lampung terus menjalankan berbagai program, dari Desaku Maju, bantuan dryer, pupuk hayati cair, serta penguatan pertanian dan UMKM agar masyarakat desa lebih produktif. Pemprov juga menyatakan mempercepat pembangunan dan perbaikan 62 ruas jalan provinsi dan 24 jembatan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian.

Dari laporan BPS Lampung menyebutkan, perlambatan harga ditopang turunnya harga sejumlah komoditas. Selaras dengan laporan Bank Indonesia (BI) Lampung yang mencatat harga bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, jagung manis, dan minyak goreng turun sepanjang September.

Harga bawang merah melandai seiring panen di sentra produksi lokal, yakni Pringsewu, Pesawaran, dan Lampung Barat. Dampaknya mampu menahan laju inflasi dari kenaikkan harga cabai merah, beras, cabai rawit, dan tomat, yang memberi andil masing-masing 0,12, 0,10, 0,06, dan 0,02 persen.

BI memprakirakan inflasi Lampung tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen hingga akhir 2026. Pemprov menyatakan akan terus menjaga stabilitas harga bersama pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, petani, dan masyarakat.

Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Lampung September 2026 tercatat 3,51 persen, lebih tinggi dari nasional (3,28 persen) dan sedikit di atas batas atas sasaran 3,5 persen.

BI mengingatkan sejumlah risiko ke depan, antara lain El Nino yang dapat memicu kenaikkan harga gabah, dan sejumlah harga komoditas global. (gla)

Sumber : Adpim Pemprov Lampung

Berita Terkait

Komitmen Perkuat Keamanan Siber, Pemprov Lampung Digaanjar Apresiasi BSSN
Penguatan Pendidikan Antikorupsi, Lampung Diganjar Penghargaan oleh KPK
Pemprov Lampung Perkuat Peran Perempuan di Ruang Pengambilan Keputusan
Semarak Final ASEAN Cup 2026, Pemprov Lampung Gelar Nobar Indonesia vs Thailand
Pemprov Lampung Dorong ITERA Jadi Pusat Inovasi dan Hilirisasi Komoditas Unggulan
Marindo Kurniawan Lantik Gadriyanto Abung sebagai Kasatpol PP dan Lukman Pura Dirut RSUDAM
Cakupan Jamsostek Lampung Naik, Wagub Jihan Soroti Perlindungan Pekerja Informal
HUT ke-81 TNI, Wagub Lampung Hadiri Upacara Parade di Lapangan Saburai

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Inflasi Lampung 0,14 Persen, Gubernur Tekankan Pentingnya Penguatan Pendapatan Warga

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Komitmen Perkuat Keamanan Siber, Pemprov Lampung Digaanjar Apresiasi BSSN

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Penguatan Pendidikan Antikorupsi, Lampung Diganjar Penghargaan oleh KPK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Peran Perempuan di Ruang Pengambilan Keputusan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Semarak Final ASEAN Cup 2026, Pemprov Lampung Gelar Nobar Indonesia vs Thailand

Berita Terbaru