Hasto Minta Pedagang Pasar Ngasem Tutup Demi Kebersihan Mingguan

Kamis, 25 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎JOGJA – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengajak para pedagang Pasar Ngasem menghentikan aktivitas berdagang selama tiga jam setiap pekan untuk melakukan kerja bakti dan membersihkan lingkungan pasar.

Ajakan itu disampaikan saat Hasto turun langsung memimpin kegiatan bersih-bersih bersama pedagang, petugas kebersihan, dan jajaran pemerintah setempat di Pasar Ngasem, Kemantren Kraton, Selasa (23/6).

Menurut Hasto, menjaga kebersihan pasar tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan. I

a menegaskan seluruh pedagang perlu terlibat aktif agar kondisi pasar tetap nyaman, sehat, dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Saya minta pedagang di Pasar Ngasem tutup tiga jam seminggu untuk bongkar-bongkar dan bersih-bersih,” ujar Hasto.

Saat melakukan inspeksi keliling pasar, Hasto menemukan masih banyak sisa lemak makanan dan kotoran yang menumpuk di saluran drainase.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta penyumbatan yang dapat mengganggu kenyamanan pengunjung.

“Hari ini saya suruh bongkar dan dibersihkan,” tegasnya.

Ia menilai kebiasaan berjualan tanpa disertai perhatian terhadap kebersihan lingkungan akan membuat kawasan pasar menjadi kumuh.

“Kalau kita jualan terus aja nggak sempat memikirkan kebersihan lingkungannya, maka pasti lingkungannya kumuh. Ini tadi saya cek buktinya, kan, banyak sisa-sisa lemak yang ada di selokan-selokannya,” kata Hasto.

Hasto menekankan Pasar Ngasem memiliki posisi penting sebagai pusat kuliner tradisional khas Yogyakarta yang menjadi tujuan wisata.

Karena itu, menurutnya, kebersihan pasar harus dijaga secara konsisten agar citra positif yang selama ini melekat tidak tercoreng.

“Pasar Ngasem ini spesial lantaran menjual makanan tradisional khas Jogja yang banyak dicari orang. Setelah laris, harus dirawat dengan baik,” pesannya.

Selain persoalan drainase, Hasto juga menyoroti pengelolaan sampah yang belum sepenuhnya terpilah dengan baik.

Ia meminta penanda tempat sampah diperjelas sehingga pedagang dan pengunjung dapat membedakan jenis sampah, mulai dari sisa makanan, botol plastik, hingga sampah residu.

“Jangan sampai ada pengunjung yang masih mengeluhkan soal kebersihan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen mengintensifkan pengawasan kebersihan di kawasan Pasar Ngasem dengan melibatkan personel Satpol PP untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Hasto pun mengapresiasi semangat gotong royong para pedagang.

“Semangat kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan kawasan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman,” tandasnya.(WAW)

Berita Terkait

Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti
Komunitas Jogja Menyapa Ajak Warga Cerdas Tangkal Hoaks Bermedia Sosial
KKMP Demangan Sabet Juara Koperasi Berprestasi, Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Polisi Bongkar Peredaran Pil Ilegal, Sita 1.602 Butir di Bantul
Kebaya Satukan Bangsa, Pesonanya Makin Mendunia Lewat Perayaan Budaya
Konser GeMa Merah Putih Bangkitkan Semangat Kebangsaan Bersama

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:14 WIB

Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:39 WIB

‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:36 WIB

Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:28 WIB

Komunitas Jogja Menyapa Ajak Warga Cerdas Tangkal Hoaks Bermedia Sosial

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:07 WIB

KKMP Demangan Sabet Juara Koperasi Berprestasi, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Berita Terbaru

Jogja

Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia

Rabu, 22 Jul 2026 - 08:14 WIB